<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072</id><updated>2012-02-16T20:31:05.946+07:00</updated><category term='tajuk'/><category term='gaya hidup'/><category term='puisi'/><category term='kesehatan'/><category term='tips'/><category term='wawasan'/><category term='sumber daya manusia'/><category term='inspirasi'/><category term='puisi 1'/><category term='opini'/><category term='sisi lain'/><category term='perpektif'/><category term='Musik'/><category term='jalan-jalan'/><category term='puisi 2'/><title type='text'>bacamatahati</title><subtitle type='html'>kadar hidup dimulai dari membaca, dengan mata, dengan hati</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-1292287388374987348</id><published>2012-01-25T20:23:00.001+07:00</published><updated>2012-01-25T20:23:40.699+07:00</updated><title type='text'>Teror Resesi</title><content type='html'>Banyak pihak di berbagai belahan bumi ini tak yakin efek krisis utang yang melilit Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara di Benua Eropa akan surut dalam waktu dekat. Prediksi yang berkembang akhir-akhir ini mengisyaratkan, AS dan Eropa makin mendekati situasi resesi yang cukup panjang. Langkah konsolidasi AS yang diharapkan menghasilkan keputusan (politik dan ekonomi) yang menyejukkan ternyata belum juga mewujud secara pasti. Pada jangka menengah bahkan panjang,  pemerintah AS bakal makin sibuk karena urusan defisit anggaran dan pengangguran yang terus membengkak. Selain harus memberesi beban hutangnya, biaya sosial pemerintahan Barack Obama tentu semakin mahal. Inilah kenapa, muncul asumsi masa tak menentu di AS akan semakin panjang. Langkah pemulihan yang diprediksi memakan waktu satu hingga tiga tahun ke depan belum tentu menjamin ekonomi AS bakal pulih kembali seperti sedia kala. Tak pelak, kondisi itu lantas menebarkan teror kegalauan yang “menggila” di belahan bumi lainnya, termasuk kawasan Asia.Pun sama halnya dengan situasi yang berkembang di daratan Eropa. Tekanan ekonomi lantaran beban hutang yang mendera sejumlah negara maju di kawasan itu juga belum menunjukkan gejala yang melegakan. Tren pemangkasan peringkat utang yang menimpa Hungaria dan Portugal makin mempertebal khasanah seputar jurang resesi di Eropa. Di pengujung November lalu, Jerman, Italia, dan Perancis menggelar rapat darurat untuk membahas solusi ke depan mengenai terjadinya default surat utang Jerman yang berpotensi menciptakan krisis baru yang lebih dahsyat. Jika penanganan krisis utang di kawasan itu terus menemui jalan buntu, muncul kekhawatiran, efeknya bakal merembet ke koloni negara lain dalam skala yang cukup besar. Lagi-lagi, perkembangan yang demikian juga turut menyulut kegelisahan di banyak blok negara. Tak terkecuali negara-negara di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara dimana republik ini menjadi bagian aktif dari blok yang ada. Pada episode selanjutnya, kondisi mutakhir yang terjadi baik di AS maupun di Eropa menjadi pijakan bagi lembaga keuangan internasional dan sejumlah analis pasar untuk melakukan kalkulasi serta mematok asumsi-asumsi perekonomian ke depan. Pelemahan ekonomi yang melanda dua kutub ekonomi tersebut kemudian melahirkan rumusan kebijakan generik yang dipraktikkan oleh banyak negara. Pengurangan beban utang negara (dari sisi fiskal) dan mereduksi kebutuhan impor barang dan komoditas dari luar negeri belakangan menjadi langkah yang mahfum ditempuh. Pada prosesnya kemudian, hal tersebut menelurkan dinamika lanjutan yang notabene menjadi tantangan sekaligus ganjalan bagi perekonomian di banyak negara. Yang kemudian mengemuka di ranah publik adalah maraknya koreksi pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara.Pada 2012 mendatang, Indonesia, misalnya, diperkirakan akan mengalami perlambatan kendati masih cukup “strong” ketimbang negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Awal Desember lalu, Asian Development Bank (ADB) memrediksi negeri ini bakal tumbuh di kisaran 6,5% ---prediksi sebelumnya 6,8%---atau turun 1,1% dari perkiraan pertumbuhan ekonomi di 2011 yang diasumsikan sebesar 6,6%. Dus, pada kondisi yang terburuk dimana masa resesi di AS dan Eropa diandaikan terus berkepanjangan dan makin terperosok ditambah permintaan ekspor yang kian lesu, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan diprediksi turun 1% menjadi 5,5%.Kendati terdengar masih “aman”, prediksi pertumbuhan ekonomi---yang notabene masih cukup tinggi ketimbang negara di kawasan---itu justru berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa di Tanah Air. Permintaan bahan bakar minyak (BBM) yang meningkat dan kenaikan upah yang menjadi dinamika lanjutan dari pertumbuhan ekonomi disinyalir akan melahirkan inflasi. Tak hanya itu, melonjaknya bahan pangan terutama beras akibat kelangkaan produksi di negara penghasil beras seperti Thailand---yang dilanda banjir hebat---diyakini juga akan menyumbang angka inflasi di tahun mendatang. Pada 2012, muncul perkiraan, inflasi bakal berada di kisaran 6,2%-6,3%. Di sisi lain, Indonesia kini makin dipercaya sebagai negara tujuan investasi yang cukup legit. Tingkat risiko yang dinilai makin menurun serta hasil imbal balik investasi yang lumayan tinggi kian meneguhkan pandangan tersebut. Upaya pemerintah menguatkan ekonomi domestik juga telah direspons dengan baik oleh pelaku usaha. Paling tidak, dinamika ekonomi dalam negeri  akan berlanjut kendati di luar krisis terus bergulir. Di sektor perbankan, pertumbuhan kredit diperkirakan masih di atas 20%. Ekspektasinya, kredit benar-benar mengucur ke sektor-sektor produktif yang menyerap banyak tenaga kerja.Dalam hitungan-hitungan di atas kertas, kita boleh saja merasa optimistis terhadap perekonomian domestik. Namun, keadaan bisa saja berubah dengan cepat. Hal yang bijak adalah bagaimana pemerintah beserta lembaga-lembaga terkait mampu merespons dengan tepat perkembangan yang terjadi lalu menerjemahkannya dalam kebijakan yang berkualitas, terukur, dan terarah. Dalam kondisi yang serba tak tentu dewasa ini, langkah strategis yang ampuh menghalau efek krisis sangat dibutuhkan. Tahun depan, perekonomian global termasuk ekonomi domestik kemungkinan besar masih diwarnai teror resesi. Karena itu, di gedung-gedung pencakar langit, di perkantoran, di pasar-pasar tradisional, hingga ke pojok-pojok gang, masyarakat sudah pasti menunggu kebijakan konkret yang betul-betul dapat mengayomi kehidupan ekonomi mereka ketimbang janji-janji di atas kertas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-1292287388374987348?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/1292287388374987348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2012/01/teror-resesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1292287388374987348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1292287388374987348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2012/01/teror-resesi.html' title='Teror Resesi'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-2922432449632676092</id><published>2011-09-17T21:17:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T00:33:44.908+07:00</updated><title type='text'>Lelah, Berpikir tentang Bayang-Bayang !</title><content type='html'>Hampir enam bulan berjalan. Kini, sudah masuk harike29 bulan yang  ke-6. Masih saja sepi dan datarperjalanan ini. Teman dan kawan silih bergantidatangnya. Mereka tak kunjung habis. Di kantor, dijalan atau di pinggiran kota pun selalu saja ada yangmembuat kesan. Namum saat ini kembali sepi.Di setiap langkah yang kupijak selalu munculbayang-bayang yang dulu pernah singgah. Dikerumunnyaorang  belantara kota, bayangan itu pasti hadirmengisi terawang mata memandang. Gila betul kekuatanbayangan itu dibenakku. Semua langkah terasa galau diterpa angin dan hujan, tapi kini semuanya bisa menjaditeman dalam kesendirianku…sungguh sebetulnya diri initak berharap…tapi nyatanya tetap saja sepi yangmendera…tapi sudahlah…aku harus tetap berjalan. Tetapmendengarkan  lagu-lagu kesayanganku dan menapakijalan yang ada di hadapan.Kesepian bukanlah segalanya. Masih ada waktu yang akanmenjawabnya. Apalagi kalau berkawan kesibukan dangelimang pekerjaan….sepi itu akan lenyap pelan-pelanseperti nyala lilin yang tinggal ujungnya…bersabarlahkata orang. Kita punya waktu sendiri untuk bertemudengan belahan yang mungkin akan jadi teman selamanya.Lepaskan keluh hati dan bimbang yang meradang.Bersabarlah untuk tetap mencari makna dalamkesendirian ini. Percayalah, Tuhan selalu memberi yangterbaik buat umatnya. Berdoa dan meminta mungkin akanmengobati dahaga yang datang. Basuhlah muka danbeningkan hati.Ah, itu sekedar himbauan saja kawan. Tapi cobalah diamdan renungkan segala apa yang pernah kita lalui dalamsejarah hidup kita masing-masing. Dulu kita ini papa,kaum papa, yang hanya bisa menangis dan trtawa…disuapijika lapar, merengek jika meminta sesuatu dan marahjika tak diberi….sekarang setelah semuanya bergantiujud dan suasana kita tidak bisa seperti itu lagi.Peradaban membuat kita berubah, pelan tapi pasti.Tersadar atau tidak kita hanyut dalam arus kehidupanyang tiada henti menerpa  relung jiwa kita. Pusarankehidupan itu sudah ada di depan kita. Perjuagan hidup sudah mennatang kita di sana. Ingatkah ketika kitamasih duduk di bangku kuliah, selalu saja keyakinanyang kita bangun bersama logika-logika ilmupengetahuan. Kini saatnya teori itu kita benturkandengan kenyataan. Desssss……Masih bisa tersenyum kah sekarang ?  Semoga masih.Selang beberapa hari nanti  suasana hati akanberganti. Bolehlah hari ini kita sepi sendiri. Hanyaberkawan  dendang kepedihan. Tapi jangan lupa, esokkita bisa tertawa dan berteriak seperti orang gila.Percayalah! Hanya orang dungu yang menganggap sepiadalah akhir….kita kan bukan golongan itu…masih adateman dan kawan yang akan mengisi pijak langkah yangkita tempuh…itu akan lebih indah dan nyata adanya.Kesemuan dan kefanaan yang kita pikir akan membuatbuntu dan mampat pikiran ini. kembalilah padamasa-masa dimana kita bisa tersenyum tanpa ada pamrih….tertawa tanpa ada udang dibalik batu danberteriaklah seolah kita ada di tengah lautan….hidupini indah kawan…..Segera, pandanglah ke bawah, jangan dongakkan kepalake atas….nah begitu lebih baik…simpanlah kegalauandalam lembar  hitam lalu tulislah itutebal-tebal…!Jangan setengah-setengah menulisnya.Tulis sampai kita mendapatkan makna kegalauan itu…..Bagian 2 Dari Cerita di Atas…Dalam sebuah ruang 4X5 meter, ia tertegun melihatsinar yang keluar dari kotak ajaib. Di jam yang yangsama dan tempat duduk serta meja yang sama pula, iasendiri.  Tanpa teman dan sepi. Jam di dinding terusberdetak, bahkan detiknya pun terdengar keras…..tapitidak seiring dengan detak jantungnya…ia tetap sajatak beranjak!Boss, kenapa mesti berpangku tangan dan menghelanafas? Anggap saja ini sebuah kewajaran…bukan hanyaBoss saja yang merasakan hal serupa. Banyak di antarakita yang mersakan hal itu. Cuma mereka pintar bertopeng muka. Mereka pandai mencari jalankeluar….tidak seperti anda ini….berpangku tangan dipinggir meja dan terus menghembuskan kepul asap yangakan membunuh suatu saat nanti….sepi adalah bagiandari keramaian dan keramaian adalah belahan sepi…keduanya saling mengisi hidup iniBoss…bersikaplahsepetti burung yang selalu berkicau, angin malam yangmembalut tulang, gemercik air yang selalu berisik danmuntahan hujan yang membikin kita sebel….semua sudahdiatur Boss….hidup kita pun demikian, jadi janganbersusah payah berpikir tentang kesendirian…..kalaudatang waktunya ia akan menjeput kita di penghujungjalan…lalu membukakan pintu untuk kita…seraya mengucapselamat datang di dunia baru…teruslah berdoa dan berharap waktu itu akan tiba….jadikan harapan itusebagai bara yang menyalakan mesin hidup kita ….dimana saja….kembalilah ke kodrat, kita inisiapa…tetaplaj menunduk dan merendah…itu akan membuatlebih tenang hidup ini…. juga jangan lupa…..menulissebait puisi dan mengirim pernak-pernik yang membuathati berbunga sebaiknya dicoba….diam tanpa usaha kansama saja bohong, tul nggak ?Salam,(Jakarta, 19 Maret 2003)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-2922432449632676092?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/2922432449632676092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/09/lelah-berpikir-tentang-bayang-bayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2922432449632676092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2922432449632676092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/09/lelah-berpikir-tentang-bayang-bayang.html' title='Lelah, Berpikir tentang Bayang-Bayang !'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8650105049730243074</id><published>2011-08-19T13:52:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T13:52:22.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Pembeli atau Penjual ?</title><content type='html'>Empat tahun dari sekarang, pasar di wilayah ASEAN (Asociation of South East Asian Nation) bakal menjadi pasar tunggal, One Market ASEAN. Titik tolaknya bermula dari traktat mengenai ASEAN Economic Community (AEC) yang sudah disepakati oleh setidaknya sepuluh negara anggota ASEAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pesannya adalah, pada 2015 mendatang, pasar di kawasan Asia Tenggara akan menjadi pasar tunggal yang bersifat terbuka. Masing-masing negara---menurut traktat itu---”bebas” melakukan pengembangan dan penetrasi bisnisnya di negara-negara yang menjadi anggota ASEAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan pelaku bisnis bank, pesan soal AEC 2015 sejatinya pernah disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, awal 2010 lalu, pada hajatan Bankers Dinner. Hakikatnya, otoritas perbankan republik ini mengingatkan kepada segenap stakeholders industri perbankan untuk bersiap-siap seoptimal mungkin menghadapi dinamika ekonomi yang nyata-nyata akan terjadi lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya pasar tunggal yang riuh tak pelak bakal melahirkan dinamika  kompetisi yang makin sengit. Tidak hanya industri perbankan, industri manufaktur, perdagangan, pertanian, dan sederet industri lain yang menyokong perekonomian diyakini banyak pihak tak bisa lagi menghindari persaingan ketat di era pasar tunggal kawasan regional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya ke depan adalah, One Market ASEAN merupakan sebuah tantangan global yang harus disikapi secara serius oleh segenap pihak yang berkecimpung di dunia usaha. Tidak saja para pelakunya, tapi juga pemerintah dan bank sentral selaku regulator bagi industri perbankan. Dalam konteks ini, mandatori regulasi yang tegas sejatinya sangat diperlukan untuk mendukung ekspansi pelaku usaha di sektor riil termasuk pelaku bisnis bank di Tanah Air agar mampu berbicara banyak di panggung regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan industri perbankan sendiri? The 18th ASEAN Banking Conference dan The 40th ASEAN Banking Council Meeting yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 10-12 November lalu, sejatinya merupakan penanda yang mengingatkan ihwal kesiapan industri perbankan menghadapi pasar tunggal ASEAN. Memang, ujung-ujungnya, semua kembali kepada pelaku bisnis bank di negeri ini. Seberapa mereka siap, ini seperti menjadi rahasia dapur yang sulit ditebak Hanya mereka yang tahu persis bagaimana situasi dan kondisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, hal ihwal menyangkut konsolidasi internal memang masih menjadi komoditas pesan yang mendominasi ruang komunikasi industri perbankan nasional. Proses-proses mengenai penguatan permodalan, pengembangan infrastruktur (teknologi informasi), dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), masih kerap dihembuskan sebagai pesan korporasi. Pesan-pesan tentang kesiapan mereka, khususnya, upaya-upaya menyiapkan pasukan dan amunisi menghadapi pasar tunggal ASEAN boleh dibilang masih jarang terdengar di ruang publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh jujur, ada semacam keprihatinan yang sempat mencuat. Disadari atau tidak, memang tidak cukup banyak bank-bank di negeri ini yang benar-benar siap ”bertempur” di pasar tunggal ASEAN. Yang cukup mencolok dari fenomena itu adalah, tidak banyak bank di Tanah Air ini yang secara konsisten berusaha membuka cabang di negeri orang (di kawasan Asia Tenggara). Memang, ada beberapa. Cuma, mereka ini rata-rata bank plat merah, bukan bank umum swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perbankan negeri jiran (Singapura dan Malaysia) terbilang agresif merangsek pasar domestik serta pasar-pasar lain di kawasan regional, perbankan di negeri ini justru sebaliknya. Tidak cukup berbuat banyak untuk bisa bermain di halaman tetangga. Memang, pasar domestik masih cukup luas untuk dijamah dan diberdayakan. Tapi persoalannya, perspektif yang demikian itu diyakini bisa menjadi bumerang bagi perkembangan bisnis industri perbankan nasional. Tanpa kita sadar, kita dininabobokan dengan hal yang demikian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh membilang, idealnya, industri perbankan termasuk segenap bankir didalamnya harus siap menghadapi beragam jenis medan tempur lengkap dengan skala bisnis dan cakupannya. Praktiknya lagi, prinsip bank follow the trade seyogyanya bisa benar-benar mewujud dalam realitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan jika misalnya ada pengusaha nasional yang sudah menginjakkan kakinya di negeri seberang tapi tidak diikuti oleh bank-bank yang ada di republik. Sampai di titik ini, kesiapan lagi-lagi menjadi pesan pentingnya. Pada waktunya nanti, mungkin hanya akan ada dua pilihan bagi bangsa ini dalam pasar tunggal ASEAN. Menjadi pembeli yang agresif, atau hanya sekadar menjadi penjual yang duduk manis di halaman rumah sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8650105049730243074?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8650105049730243074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/08/pembeli-atau-penjual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8650105049730243074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8650105049730243074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/08/pembeli-atau-penjual.html' title='Pembeli atau Penjual ?'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8892006486347252870</id><published>2011-08-08T12:10:00.002+07:00</published><updated>2011-08-09T11:37:51.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Tradisi Inflasi</title><content type='html'>Boleh percaya, boleh tidak. Ternyata, tradisi tak melulu milik dan identik dengan kegiatan mudik pada setiap jelang Lebaran tiba. Inflasi atawa kenaikan harga barang dan jasa kini juga sudah menjadi tradisi yang terbilang paten ketika Ramadhan datang hingga lebaran melewati momennya. “Teori” itu tentu bukan sembarang teori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoritas resmi yang kerap merilis sekaligus men-disclose  tetek bengek perihal inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS), akhir Juli lalu,  mengungkapkan, inflasi tinggi yang berpotensi besar terjadi pada bulan Agustus merupakan siklus tahunan dan bersifat temporal (sementara). Asumsinya, memasuki bulan September atau ketika lebaran usai, inflasi bakal turun tanpa dikomando. Dengan kata lain, ia akan turun dengan sendirinya. BPS pun berpandangan, fluktuasi inflasi tersebut sudah menjadi tradisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati inflasi pada bulan Ramadhan dan saat Lebaran tahun ini diprediksi cukup tinggi, namun pihak BPS memiliki keyakinan, persentasenya tak bakal melebihi inflasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,59%. Merujuk pada tren inflasi yang terjadi hingga bulan Juli lalu, dari sekitar sembilan bahan pokok yang beredar di pasaran, hanya harga beras yang dinilai mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Sementara, delapan bahan pokok lainnya relatif stabil---malah beberapa bahan pokok turun harga---alias tak menunjukkan gejala inflasi yang cukup berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei yang dilakukan BPS di sejumlah wilayah di Tanah Air akhir Juli lalu, meningkatnya harga sembako lebih didorong oleh kondisi psikologis penduduk. Intinya, mereka merasa khawatir bakal tak kebagian sembako pada bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Di sejumlah daerah, masyarakat memang cukup sensitif terhadap harga beras yang menurut khasanah mereka stoknya menipis saat Ramadhan tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pemerintah terus menerus mengabarkan bahwa stok beras aman selama Ramadhan dan Lebaran, tetap saja, di lapangan, kenaikan harga beras membikin masyarakat menjerit di sana-sini. Belum lagi, masyarakat juga dibuat resah dengan potensi kenaikan harga bahan-bahan pokok lainnya. Yang jelas, mereka membutuhkan solusi konkret dari pemerintah untuk mengakomodasi kepentingan mereka menyangkut supply stok plus pengendalian inflasi sembako yang boleh jadi makin “menggila” ketika momennya datang.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang satu ini, tentu harus ada mandatori yang tegas dari pemerintah pusat untuk melakukan terobosan-terobosan yang mampu mengakomodasi kebutuhan banyak orang terutama anggota masyarakat kita yang kurang mampu. Langkah akomodatif yang ditempuh oleh pemerintah provinsi Jawa Timur dengan menggelar pasar murah dan penggelontoran beras raskin selama Ramadhan, misalnya, patut diteladani sekaligus dipraktikkan oleh pemerintah provinsi yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, langkah reguler dengan melakukan pemantauan harga sembako di pasaran juga tak boleh ditinggalkan. Di lapangan, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang merupakan gabungan dari sejumlah satuan kerja (satker) pelaksana di tingkat provinsi, kotamadia, hingga kabupaten/kota.  Melalui aktivitas pemantauan yang dilakukan tim tersebut, ekspektasinya, kenaikan harga (terutama sembako) dapat ditekan sedini mungkin sehingga tak menimbulkan gejolak di kalangan bawah.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia (BI) pun menyambut baik upaya yang terintegrasi tersebut. BI juga mengasumsikan, pada bulan Ramadhan dan jelang Lebaran, baik peritel maupun pedagang di tingkat eceran biasanya akan melakukan aksi ambil untung. Menurut data BI  tentang profil konsumsi rumah tangga di negeri ini, konsumsi makanan mencapai 47,9%. Ini artinya, harga sembako memiliki ruang untuk dimainkan oleh para spekulan pada momen-momen penting seperti halnya Ramadhan dan Lebaran. Simpulannya, aksi ambil untung pun sepertinya juga sudah menjadi tradisi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, tanpa ada pengawasan yang melekat dari pemerintah, mereka berpotensi menaikkan (menentukan) harga pangan pokok semaunya sendiri. Nah, ketika itu terjadi, inflasi tinggi akan menjadi nyata di depan mata. Artinya, sebelum itu menjadi realitas publik yang mewabah, akan lebih baik jika upaya-upaya yang dimaksud dikondisikan sesegara mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, yang juga tak kalah penting adalah, dengan segala daya upaya yang dimiliki, pemerintah harus mampu menjaga daya beli masyarakat bawah pada ambang yang aman, syukur-syukur berlebih. Sehingga, pada waktunya nanti---ketika bulan puasa berlangsung dan Lebaran tiba---mereka tetap bisa menikmati kebahagiaan yang hakiki bersama keluarga tercinta. Bukan kesusahan yang menyesakan dada lantaran inflasi tinggi yang tak terkendali. Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8892006486347252870?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8892006486347252870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/08/tradisi-inflasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8892006486347252870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8892006486347252870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/08/tradisi-inflasi.html' title='Tradisi Inflasi'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-637476618575228689</id><published>2011-05-11T14:40:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T14:40:59.501+07:00</updated><title type='text'>Iktikad</title><content type='html'>Dari waktu ke waktu, kejahatan diyakini banyak pihak akan senantiasa menemukan bentuknya. Bermutasi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain.  Pola, struktur, dan dinamika yang mengilhami tindak kejahatan tersebut  konon juga turut berkembang seiring dengan kompleksitas masalah kejahatan itu sendiri. Meski dinamis dari segi bentuk dan modusnya, namun tetap saja, “teks”-nya tidak berubah, yaitu kejahatan. Satu  tindakan manusia yang berujung pada kondisi yang merugikan pihak maupun manusia lainnya.&lt;br /&gt;Jelang akhir semester kedua tahun ini, kejahatan itu menemukan bentuknya lagi di industri perbankan nasional. Di ranah perbankan, tindak kejahatan yang dimaksud kerap disebut  sebagai fraud. Secara leksikal, fraud sendiri bermakna penggelapan atau juga penipuan. Istilah itu sejatinya sudah mahfum di dunia bisnis pada umumnya, apalagi di bisnis keuangan dan perbankan. Dari zaman ke zaman, fraud sesungguhnya terus saja terjadi. Cuma, magnitudonya yang beragam. Ada yang mini, ada pula yang “maxi”.  &lt;br /&gt;Kali ini, sederet kasus yang menimpa sejumlah bank di Tanah Air  memang cukup membikin industri perbankan nasional kipas-kipas kegerahan. Eksposur media massa yang cukup kuat tak urung juga turut menyumbang “size” magnitudo itu menjadi kian “maxi”.  Sesaat, opini publik tergiring ke kasus-kasus yang kurang sedap itu. Perbankan pun kini makin rajin memoles dan mematut diri dengan berbagai jurusnya. Maklum, efek  samping fraud bisa melebar kemana-mana. Dari persoalan pencitraan, reputasi, teknis operasional hingga ke lantai bursa (merontokkan harga saham). Kredibilitas industri perbankan pun “dipertaruhkan”  lantaran fraud.&lt;br /&gt;Merujuk pada teori umum, setidaknya ada tiga faktor yang dapat memicu terjadinya tindak pidana (fraud) dalam operasional perbankan. Satu, lemahnya standard operational procedur (SOP). Dua, kelemahan sistem informasi dan teknologi. Tiga, faktor perilaku sumber daya manusia (SDM). Nah, sepanjang ketiganya masih terus ada, tindak kejahatan di perbankan juga bakal terus terlahir secara alamiah mengikuti dinamikanya. Dalam kodratnya, perilaku jahat juga perilaku baik akan selalu ada. Karenanya, fraud kerap dipercaya tak bisa dihilangkan, tapi dapat diminimalisir dan dimitigasi sedemikian rupa. &lt;br /&gt;Sejumlah kalangan berpandangan, perilaku SDM memiliki bobot yang lebih berat ketimbang dua faktor lainnya. Dalam praktik-praktik fraud selama ini, SDM mempunyai peran yang sangat vital. Tanpa “manuver” dari manusia yang bersangkutan, boleh jadi fraud tak bakal mewujud dan menggegerkan dunia bisnis dan perbankan.  Lagi-lagi, ini persoalan itikad. Ketika itikad itu diwarnai dengan “nafsu hitam”, norma-norma operasional perbankan bakal berguguran. Jika sudah demikian, kejahatan akan menemukan bentuknya. Begitu sebaliknya. Kala itikad itu memang terlahir dengan baik, tatanan operasional perbankan diyakini akan tetap terpelihara sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt;Untuk menekan angka fraud, sejatinya otoritas perbankan di negeri ini sudah memiliki sistem pengawasan dan pengendalian yang cukup baik. Berbagai lini telah dipagari sedemikian rupa agar bank termasuk didalamnya bankir tidak menerabas rambu-rambu yang sudah didengungkan jauh-jauh hari. Sejak 1999 hingga setidaknya 2009, bank sentral telah merilis peraturannya (termasuk surat edaran) untuk diindahkan sebaik-baiknya oleh pelaku bisnis bank di Tanah Air. &lt;br /&gt;Mulai dari aturan mengenai direktur kepatuhan dan peningkatan fungsi audit bank, transparansi keuangan dan peningkatan peran auditor eksternal, pedoman standar pengendalian intern, fit and proper test, prinsip mengenal nasabah, penerapan tata kelola perusahaan, hingga aturan tentang manajemen risiko di bisnis bank, semuanya hampir tak terlewatkan. Namun, lagi-lagi, fraud masih saja terjadi. &lt;br /&gt;Respons bank sentral pun kini makin agresif. Melalui para pengawasnya di lapangan, bank sentral secara intensif memeriksa sederet hal penting yang terkait dengan fraud. Mulai dari produk rawan fraud seperti di private banking, treasury, dan sebagainya, kelengkapan dan kehandalan prosedur, kompetensi SDM, hingga perilaku dan integritas para bankir. Langkah bank sentral melarang 23 bank nasional menambah nasabah tajirnya di layanan wealth management merupakan salah satu hasil dari “otopsi” bank sentral di lapangan. &lt;br /&gt;Namun, lepas dari upaya konkret yang sudah dilakukan itu, kembali lagi, faktor manusia dan segenap itikadnya harus terus menjadi perhatian utama segenap pihak, baik dari otoritas perbankan maupun manajemen bank. Pengendalian intern bank tetap menjadi garda depan. Di sisi lain, fungsi pengawasan auditor eksternal juga harus ditingkatkan, khususnya ihwal independensinya. Masing-masing manusia yang berperan di dalamnya wajib hukumnya untuk beritikad baik, positif, dan konstruktif. Tanpa dilambari itu semua, tatanan perbankan yang kokoh tidak akan menemukan maknanya. Justru sebaliknya, kejahatan yang akan senantiasa menemukan wujudnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-637476618575228689?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/637476618575228689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/05/iktikad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/637476618575228689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/637476618575228689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2011/05/iktikad.html' title='Iktikad'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-1953736745622233702</id><published>2010-11-03T16:33:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T16:37:43.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Sinyal-Sinyal Membingungkan</title><content type='html'>Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan giro wajib minimum (GWM) primer menjadi 8% dari dana pihak ketiga (DPK) pada November tahun ini ternyata cukup banyak mengundang atensi kalangan perbankan di Tanah Air. Aturan main tersebut dinilai bakal menimbulkan efek negatif serta tekanan yang justru berpotensi memicu kenaikan inflasi---lantaran cukup banyak fulus yang tersedot dari kocek perbankan---pada waktu-waktu mendatang. Boleh jadi, pada kondisi tertentu, asumsi itu benar adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, BI keukeuh bahwasannya kebijakan tersebut ditempuh bukan untuk mengurangi likuiditas di pasar sehingga menjadi lebih ketat. Apa yang dilakukan BI dengan menaikkan GWM primer itu pada hakekatnya hanya untuk mengurangi kelebihan likuiditas yang terjadi di pasar sehingga tidak menjadi energi yang menstimulus kenaikan inflasi di lapangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang akhir September lalu, BI mengungkapkan, jumlah kelebihan likuiditas yang terjadi di pasar kurang lebih sama dengan dana yang disimpan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI), yang mencapai sekitar Rp350 triliun. Menurut otoritas perbankan, angka tersebut tergolong besar sehingga BI merasa perlu mengurangi kadarnya. Sekali lagi, upaya itu ditempuh untuk menghindari kenaikan harga yang lebih besar ketika tekanan inflasi muncul dari berbagai sumber. Sampai di sini, BI setidaknya sudah mengambil langkah antisipatif agar stabilitas moneter tetap terkendali pada level yang dikehendaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa mengabarkan, langkah otoritas perbankan menaikkan GWM primer merupakan upaya yang melengkapi instrumen operasi moneter disamping tetap menggunakan instrumen tingkat suku bunga seperti halnya yang berlaku saat ini. Gubernur BI, Darmin Nasution, mengungkapkan, pada perkembangannya ke depan, bank sentral tidak bakal lagi menggantungkan hanya kepada satu instrumen (SBI-red).&lt;br /&gt;Boleh jadi, fenomena tersebut merupakan pertanda bahwa ada spirit efisiensi yang hendak dilakukan bank sentral. Ketika fulus perbankan (kelebihan likuiditas) diserap melalui kenaikan GWM primer, di posisi yang lain, BI mungkin tak perlu merogoh koceknya terlalu dalam untuk melunasi bunga SBI yang makin lama makin menggelembung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebijakan bank sentral tersebut sudah barang tentu akan melahirkan dinamika finansial di industri perbankan. Konkretnya begini, ketika GWM primer dinaikkan, efek yang kemungkinan timbul adalah bank berpotensi menghadapi kesulitan likuiditas. Kendati ada yang berpandangan, dari sisi biaya dana, kenaikan sebesar 3% sejatinya “tidak terlalu besar”, tapi tetap saja, dalam praktik bisnisnya, bank akan mengalami pengalaman yang kurang menyejukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk memenuhi likuiditasnya, perbankan tentu bakal menggenjot perolehan DPK-nya, khususnya lagi, di dana-dana mahal. Dalam kondisi sekarang, sweetener yang bakal lazim disajikan perbankan---salah satunya---adalah dengan menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi ketimbang umumnya. Ketika hal yang demikian itu menjadi kian riuh dan ramai, boleh jadi, fenomena perang suku bunga bakal kembali marak seperti waktu-waktu sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika finansial tentu tidak berhenti sampai di situ. Untuk menutupi biaya dana yang harus dikeluarkan, pada posisi yang lain, perbankan kemungkinan besar akan melakukan perubahan terhadap struktur bunga pinjamannya. Praktiknya, perbankan kemungkinan besar bakal menaikkan suku bunga kreditnya beberapa waktu ke depan. &lt;br /&gt;Kalau sudah demikian, mau tidak mau, kondisi itu akan mempengaruhi persepsi pasar yang bisa jadi menggiring terbentuknya opini publik yang kurang menggairahkan. Konsumen perbankan di berbagai segmennya sedikit banyak bakal mengerem nasfunya untuk memohon pembiayaan kepada perbankan. Maklum, interest rate yang “tinggi” menurut persepsi mereka tentu sangat memberatkan. Alhasil, konsumen perbankan bakal wait and see, melihat perkembangan yang menguntungkan dunia usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut jadwal, mulai triwulan pertama 2011, perbankan juga sudah harus comply dengan ketentuan GWM berdasarkan loan to deposit ratio (LDR) dengan batas bawah 78% dan batas atas 100%. Aturan mainnya pun jelas. Jika bank mengalami kekurangan 1% dari batas bawah LDR 78%, maka, yang bersangkutan dikenakan diinsentif (penalti) berupa tambahan GWM sebesar 0,1% dari DPK. Dan, untuk bank yang LDR-nya lebih dari 100% namun capital adequacy ratio (CAR)-nya kurang dari 14%, maka yang bersangkutan bakal dikenai penalti tambahan GWM sebesar 0,2% dari DPK untuk setiap 1% kelebihan LDR-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah menariknya. Di satu sisi, ada ekses likuditas yang harus diperlakukan sebagaimana mestinya oleh BI dengan menaikkan GWM primer. Di sisi lain, perbankan dituntut untuk meningkatkan peran intermediasinya sembari harus tetap menjaga rasio permodalannya pada ambang yang ditetapkan. Boleh jadi, ketentuan-ketentuan tersebut bakal menjadi konsentrasi tersendiri bagi perbankan beberapa waktu mendatang. Setidaknya, pada saatnya nanti, mereka harus siap dan comply dengan aturan tersebut. Kalau itu benar terjadi, barangkali, ini memang sudah menjadi “garis tangan” sekaligus lika-liku bisnis perbankan dengan segala risiko yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-1953736745622233702?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/1953736745622233702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/11/sinyal-sinyal-membingungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1953736745622233702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1953736745622233702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/11/sinyal-sinyal-membingungkan.html' title='Sinyal-Sinyal Membingungkan'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8089205642097040815</id><published>2010-08-20T11:36:00.000+07:00</published><updated>2010-08-20T11:37:52.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Mikro</title><content type='html'>Masih hangat dalam ingatan, ketika krisis moneter 1997/1998 menghempaskan  perekonomian negeri ini, sektor korporasi---yang saat itu lebih diminati perbankan nasional---bertumbangan di sana-sini. Lantaran itu, industri perbankan nasional pun goyah. Puluhan bank dilikuidiasi pemerintah. Lemahnya praktik tata kelola perusahaan juga manajemen risiko di tubuh perbankan dan kendurnya pengawasan bank sentral ketika itu menjadi penanda yang masih kontekstual hingga sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dibalik kisah pilu itu, ternyata ada penanda lain yang juga tetap kontekstual dengan kondisi saat ini. Ketangguhan sektor usaha mikro dan kecil pada masa krisis merupakan penanda yang dimaksud itu. Sebuah fenomena yang layak untuk terus direnungkan dan disikapi secara proporsional dalam konteks peningkatan ketahanan ekonomi domestik dewasa ini. Tanpa mengesampingkan peran sektor korporasi, dalam banyak aspek, sektor usaha mikro dan kecil pun memiliki peran dan kontribusi yang tidak bisa dianggap remeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara filosofis, eksistensi usaha mikro sebetulnya mengandung spirit enterpreunership yang hakiki dan itu lekat dalam praktik keseharian pelaku usahanya di lapangan. Dan, ketika hari ini kita bicara soal kewirausahaan, di titik itulah sebetulnya kita bisa---secara bersama-sama---melahirkan pioner-pioner pembaharuan di bidang ekonomi. Dalam konteks ketahanan dan pertumbuhan ekonomi, memfokuskan pengembangan ekonomi rakyat khususnya pada usaha mikro bisa jadi adalah langkah yang sangat strategis untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi yang adil dan merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga alasan yang perlu kita pahami mengapa usaha mikro perlu terus didorong dan dikembangkan populasinya di negeri ini. Satu, secara praktis, usaha mikro yang ada saat ini sudah memiliki aktivitas yang produktif. Karenanya, yang perlu dilakukan adalah pengembangan dan peningkatan kapasitas mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua, jika mereka diberdayakan sebagaimana mestinya, kelompok usaha mikro berpotensi naik kelas menjadi pelaku usaha kecil yang berpontesi bisa digarap bisnis pembiayaan terutama perbankan. Tiga, dalam konteks kependudukan, pengembangan usaha mikro diyakini bakal memangkas angka kemiskinan di republik ini. Jika itu terjadi, peningkatan sekaligus pemerataan kesejahteraan tadi tentu tidak hanya sekadar wacana, tapi sesuatu yang riil dan bisa dijamah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, langkah apa yang bisa ditempuh? Jika kita tengok masalah klasik yang menggelayuti usaha mikro, akses permodalan (pembiayaan) khususnya dari lembaga formal (perbankan) kerap diusung sebagai faktor yang dominan. Berikutnya, disusul faktor lainnya seperti; lemahnya pengadaan bahan baku, pemasaran, dan sebagainya. Nah, berangkat dari hal ihwal di atas, keran pembiayaan untuk pengembangan kapasitas pengusaha golongan ekonomi lemah ini memang sebaiknya dibuka lebar-lebar. Ini mengingat, ada sederet efek lanjutan yang secara positif berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi penyaluran kredit, pertumbuhan kontribusi perbankan terhadap sektor mikro cenderung mengalami penurunan pada dua tahun terakhir ini. Menurut data yang diolah dari Bank Indonesia (BI), pada akhir 2008, pembiayaan sektor mikro mencapai Rp261,12 triliun atau 34,09% dari total kredit mikro, kecil dan menengah (MKM) yang sebesar Rp633,94 triliun. Pada akhir 2009, angka itu menurun menjadi Rp235,36 atau 31,81%. Dan, hingga April lalu, persentasenya baru mencapai 30,49% dari total kredit KMK yang sebesar Rp790,27 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat tren yang demikian, kita tentu berharap, kontribusi perbankan ke sektor mikro bisa lebih maksimal ketimbang yang dibukukan itu. Dengan kata lain, perbankan dan juga BI perlu terus mengakselerasi pembiayaan ke kantong-kantong usaha mikro di Tanah Air. Strategi bisnis bank-bank umum yang kini ”diarahkan” ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hendaknya terus dijaga intensitasnya. Di luar itu, upaya pembentukan bank Apex---yang diharapkan dapat mengayomi---bank perkreditan rakyat (BPR) juga perlu mendapat perhatian dan sokongan dari otoritas perbankan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak serta merta mendongkrak pembiayaan mikro, tapi setidaknya, langkah sejumlah BPR dan beberapa bank yang menjadi bank pengayom (bank Apex) itu harus kita apresiasi sebagai usaha konkret yang bisa meningkatkan kapasitas dan populasi pelaku usaha di sektor mikro. Dengan begitu sejatinya, perbankan sudah turut membidani pioner-pioner pembaharuan di bidang ekonomi. Dus, perbankan juga bakal diukir sebagai penanda lahirnya pemerataan kesejahteraan juga ekonomi domestik yang tangguh. Itu artinya, ke depan, perbankan bukan lagi menjadi penanda seperti saat krisis moneter belasan tahun lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8089205642097040815?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8089205642097040815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/08/mikro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8089205642097040815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8089205642097040815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/08/mikro.html' title='Mikro'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-4544260876680199356</id><published>2010-08-20T11:06:00.000+07:00</published><updated>2010-08-20T11:08:50.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi 1'/><title type='text'>Berbagi dengan Dua Bidadari</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Malam sudah menjemput di ujung peraduan &lt;br /&gt;tinggal jiwa-jiwa yang menyanyi sunyi di keheningan yang syahdu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semilir angin di luar dinding seperti latar gending yang mengalun sayup-sayup&lt;br /&gt;desir nafas kami yang membuncah adalah penjaga ritme harmoni di padang malam yang temaram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata menjadi penanda&lt;br /&gt;Mata menjadi cahaya&lt;br /&gt;Dan, wewangian juga seringai tawa menjadi penghias batin kami yang saling bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tidak lagi gulita di sanubari ini&lt;br /&gt;Malam lebih benderang, juga, semakin terang di relung yang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kami saling berbagi, karena kami saling mengisi, detik-detik yang kami lalui menjadi penanda-penanda yang bermakna hakiki....&lt;br /&gt;Tidak saja untuk jeda hari ini, tapi untuk berjuta purnama yang telah menanti di ujung waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batavia, 5 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-4544260876680199356?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/4544260876680199356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/08/berbagi-dengan-dua-bidadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4544260876680199356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4544260876680199356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/08/berbagi-dengan-dua-bidadari.html' title='Berbagi dengan Dua Bidadari'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-6741702742008566837</id><published>2010-07-23T21:20:00.000+07:00</published><updated>2010-07-23T21:23:30.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi 1'/><title type='text'>Menakbir Tiga</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yaa Khalik, yang menciptakan bumi dan seisinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Sampai juga kami di jeda-Mu hari ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tiba waktunya kami bertafakur lalu bersyukur atas nama-namu-Mu yang agung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Berjuta noktah tertatah sudah di atas lontar yang tertata dalam kalbu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hari ini, perjalanan kami makin penuh arti &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sarat dengan makna yang hakiki &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Juga, kian berwarna dalam mata hati ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Satu demi satu, mimpi kami terangkai dalam kisah yang mengalir &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Nafas lembut yang Kau hembuskan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mengantar kami pada bilangan ganjil yang Kau ridhoi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Membawa kami pada pucuk kebahagiaan yang tiada ujung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hingga jeda ini, hadir-Mu tak pernah lelah menjaga batin dan cinta kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pada hening malam, kalimah-Mu selalu menjadi teman saat lelap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Memeluk ruh dan raga kami dalam balutan yang hangat nan tenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Syair hidup-Mu menuntun kami menuju mimpi yang penuh tawa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Meluruhkan penat juga beban yang mendera sanubari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Lalu, memutihkan yang hitam karena laku dunia kami &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Esok, kami akan mengayunkan langkah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Melanjutkan perjalanan di padang ilalang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menyusur sungai dan menembus lebatnya hutan belantara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ijinkan kami menakbir lagi bilangan ganjil yang berikutnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kami masih ingin melakoni episode lain yang tertulis oleh-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yaa Raab, kami rindu kasih-Mu, kami rindu belai-Mu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapkanlah nur dan cahaya yang menerangi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tetapkanlah kemudahan dan jalan yang hakiki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dan, tetapkanlah segala safaat yang ada di langit dan bumi ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Agar kami bisa sejengkal lebih dekat dengan-Mu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jakarta, 21 Juli 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-6741702742008566837?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/6741702742008566837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/07/menakbir-tiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/6741702742008566837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/6741702742008566837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/07/menakbir-tiga.html' title='Menakbir Tiga'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-7886541833523637670</id><published>2010-07-02T15:39:00.000+07:00</published><updated>2010-07-02T15:41:30.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Kopi dan Irak ?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari lalu, saya bertemu seorang karib sekaligus sahabat dari masa lalu. Kemunculannya bukan tanpa alasan maupun dorongan. Pada setiap kehadirannya, yang saya pahami, selalu dilambari dengan   spirit yang bisa membelalakan mata, membuka pendengaran, sekaligus menyentil kita untuk berpikir juga berbuat sesuatu yang positif.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Setelah hampir dua jam lebih menunggu sembari menyeruput kopi hitam ditemani makanan khas kota Semarang, lumpia, sang kawan pun nongol di tengah-tengah aktivitas &lt;em&gt;browsing&lt;/em&gt; yang sedari tadi saya lakukan. Tidak banyak penampakannya yang berubah. Tetap sederhana dan tetap membahana jika sedang berbicara. Itu tipikal yang senantiasa terpampang ketika berhadapan dengannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Awalnya, kami berbasa-basi. Saling bertabik, melempar kabar yang baik. Tak terasa, sudah hampir 365 hari saya tak bertemu dengan kawan yang satu ini. Tapi, malam itu, kekangenan kami terasa mencair. Seperti yang sudah-sudah, kami larut dalam gelak tawa dan guyonan khas &lt;em&gt;javaness&lt;/em&gt;. Maklum, kami sama-sama dari Jawa Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Usai berkelakar menghapus rindu, obrolan kami pun mulai sedikit bergeser ke ranah yang lebih umum sifatnya. Dari mulai kegiatan usaha, partisipasi di lingkungan masyarakat hingga tetek bengek lainnya yang lebih melebar ketimbang pembicaraan masalah kerinduan dua orang sahabat. Hingga, pada satu jeda, kami pun terlibat dalam topik yang bersifat teknis kendati terdengar teoritis.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tema yang dibahas bermula dari pengalaman karib saya itu ketika bersentuhan dan bergumul dengan sebuah komunitas pelestari air di pegunungan Merapi, di Jawa Tengah. Banyak hal dan peristiwa menarik yang disampaikannya malam itu. Tapi, hakekatnya, ada satu pesan yang bisa menjadi penanda dalam aktivitas pelestarian air di tempat itu; manusia harus ingat, air adalah rahmat Maha Kuasa yang harus dijaga.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sampai pada satu episode, teman saya itu pun membuka sebuah cerita. Kalau tidak salah mendengar, dari berbagai ragam kegiatan yang ada di sana, suatu waktu, ada kunjungan seseorang yang sudah dianggap cerdik cendekia. Konon, orang yang dimaksud mengantongi gelar strata dua di bidang bahasa pemograman komputer. Sudah kebayang di kepala, betapa cerdas dan pintarnya dia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di sebuah kesempatan, yang bersangkutan terlibat dalam diskusi dengan masyarakat sekitar. Pada satu sesi diskusi itu, ahli pemrograman komputer itu melontarkan sebuah pertanyaan. "Apa ilmu tertinggi dalam dunia komputer?" Peserta diskusi sempat diam sejenak. Berpikir mencari jawaban yang paling tepat dan canggih. Beberapa jawaban pun terucap dari peserta diskusi. Tapi sayang, hampir tak ada satu pun yang memuaskan si penanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hingga akhirnya, dia menjawab sendiri pertanyaannya. "Jawabannya adalah bahasa pemograman". Kalimat itu yang diucapkannya waktu itu. Peserta diskusi pun terdiam sekali lagi. Kali ini, mereka berpikir lebih keras untuk mencari sebab kenapa jawaban itu yang muncul. Hampir tak ada yang merespons setelah jawaban itu terlontar dari mulut sang ahli komputer itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt;, tanpa dinyana, tanpa diduga, karib saya nimbrung dilanjutkan dengan nyeletuk mengungkapkan ide dalam otaknya. "Bagaimana kalau tidak ada komputer?", terus,"Bagaimana kalau tidak ada listrik?", lalu, "Bagaimana kalau tidak orangnya?" Dengan tidak di-support hal ihwal yang disebut tadi, apakah betul ilmu tertinggi di dunia komputer itu bahasa pemrograman? Hadirin termasuk peraih gelar strata dua di bidang komputer itu pun diam seribu bahasa. Lidahnya konon menjadi kelu untuk bicara. Dalam hati, saya tertawa melihat pemandangan yang dilukiskan kawan saya itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Setelah kisah itu kelar dibeberkan, kami pun kembali mengobrol. Saling merespons cerita tadi. Dari sini, muncullah kemudian istilah &lt;em&gt;social engineering&lt;/em&gt;, terjemahan bebasnya mekanisme sosial. Menurut sahabat saya, isitilah itulah yang sejatinya menjadi ilmu tertinggi di berbagai bidang. Jadi, kalau boleh menyimpulkan secara bebas pula, satu keahlian, di bidang apa pun itu, hanya akan menjadi "kata-kata" teoritis, bukan praktis tanpa didukung oleh pernak-pernik lainnya yang membingkai keseluruhan proses. Padahal, yang dibutuhkan kita--sebagai manusia--sebetulnya lebih ke tataran yang empiris yang bersifat praktis tadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Satu cangkir kopi yang kita minum malam ini pun melibatkan orang Irak loh, jangan salah," selorohnya berkelakar. Apa pasal? Mari kita sejenak berpikir. Kopi yang kita minum tentu tidak tiba-tiba jadi. Bukan &lt;em&gt;simsalabim &lt;/em&gt;seperti sulap. Banyak pihak terlibat. Bahkan, banyak ahli turut berkontribusi sehingga kopi itu bisa kita nikmati. Lantas kenapa orang Irak juga terlibat? Bukannya dia tidak ada urusan dengan kopi yang kita minum?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Secara langsung, mungkin tidak. Tapi kalau kembali ke istilah &lt;em&gt;social engineering&lt;/em&gt; tadi, barangkali Anda bisa menangkap alur logikanya. Kopi secara &lt;em&gt;ansich&lt;/em&gt; tidak bakal bisa dinikmati. Tapi ketika sudah diolah di pabrik, di-&lt;em&gt;branding &lt;/em&gt;dengan segala macam merek, dan diiklankan di media massa, ia punya nilai jual dan &lt;em&gt;value&lt;/em&gt; yang lebih. Namun, itu saja tak cukup ketika kopi tidak distribusikan ke konsumennya. Bagaimana orang bisa menikmati enaknya kopi kalau tidak hadir secara nyata?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Distribusi tentu membutuhkan kendaraan bermesin. Dan, kendaraan bermesin membutuhkan bahan bakar. Lalu bahan bakar sendiri butuh digali. Diolah baru bisa difungsikan sebagai salah satu sumber energi penggerak mesin. Nah, kalau bicara soal bahan bakar, pasti bicara soal bahan bakar minyak (BBM). Kalau bicara minyak, rasa-rasanya, republik ini bukan lagi menjadi net eksportir seperti dulu, bahkan sebaliknya, net importir. Sampai di sini, silahkan Anda sebut dari negara mana saja kita mengimpor minyak itu? Apakah Irak juga terlintas di benak Anda?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-7886541833523637670?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/7886541833523637670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/07/kopi-dan-irak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7886541833523637670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7886541833523637670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/07/kopi-dan-irak.html' title='Kopi dan Irak ?'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-352405222016747062</id><published>2010-06-30T19:29:00.001+07:00</published><updated>2010-06-30T19:46:17.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Episode Shaf</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;elang akhir pekan, seperti yang sudah-sudah, hati ini selalu diniatkan ke surau untuk menunaikan sembahyang Jumat. Bertemu Sang Kekasih. Seperti yang lalu-lalu pula, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;keberangkatan ke tempat ibadah itu senantiasa didahului dengan ritual pekerjaan harian. Membuka komputer, mengecek tugas hari kemarin, menengok email, membaca berita terkini, dan seterusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tak terasa, waktu bergulir cepat. Saat melongok karib yang melintas di seberang gedung, matahari tampak sudah hampir tepat di ubun-ubun kepala. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Tapi, hati ini masih terasa nyaman duduk berlama-lama di depan komputer. Urusan duniawi masih menggelayuti niat yang sudah dibangun sedari awal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Tangan, jari jemari, mata, dan pikiran tetap menyatu dalam ritme laku dunia. Tubuh ini terasa berat untuk diajak beranjak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sampai satu waktu, meski lamat-lamat terdengar, panggilan dari surau menggema. Mengajak umat untuk segera mensucikan diri, pergi mengunjungi surau untuk berkumpul. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mendengarkan imam berkhotbah dan dilanjutkan sholat berjamaah dengan makmum yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sampai di sini, gambaran itu jelas sekali di pikiran. Tapi, masih belum nyata di depan mata. Maklum, sembari mendeskripsikan pemandangan itu, tubuh ini masih berada di seputaran kantor. Hendak mensucikan diri di depan keran air di pojok sebuah ruang. Di tengah gemerciknya air yang mengalir dari keran, suara panggilan dari surau itu terus bergema melalui corong toa yang dipasang diatas kubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tak berapa lama, ritual pembersihan diri rampung. Kaki ini pun bergegas mundur ke belakang dari keran air lalu melangkah dengan sendirinya menuju ke surau. Waktu itu, sinar surya cukup terik meski semalam hujan turun membasahi bumi dan mendinginkan hawa sekitar. Satu langkah, dua langkah, puluhan langkah, ratusan langkah. Mata ini semakin dekat dengan surau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari jarak puluhan meter, orang-orang sudah ramai mengisi barisan di luar pagar surau. Sebagian yang lain bersungut-sungut mencari tempat berteduh karena tidak kebagian tempat duduk. “Wah, sudah penuh”, begitu gumaman batinku menyaksikan pemandangan itu. Lumrah sebetulnya. Diri ini saja yang tidak lumrah. Harusnya, sejak tadi, raga ini sudah kebagian tempat dan tak perlu terpapar panas matahari. Nafsu dunia cukup sukses mengantarkankumenjadi rombongan terakhir yang sampai ke surau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Bismillah,” ucapku berniat. Syahdan, kaki ini seperti ada yang menuntunnya langsung menemui keran air yang berada di pojok surau. Tak berpikir panjang, kubasuh kedua kaki juga tangan yang barangkali saja terkena debu sepanjang perjalanan tadi. Usai itu, lagi-lagi, seperti ada yang menuntun, kaki ini beranjak lalu terdiam tepat di sebelah pintu masuk surau. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Orang cukup berjubel di sana. Apalagi, di dalam surau. Rasanya sudah tidak mungkin kebagian tempat di dalam, apalagi, di barisan depan. Harapanku paling cuma bisa menyusup di pinggir surau bagian luar. “Ini yang terbaik”, ujarku dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanpa disangka, tanpa diduga, tiba-tiba, ada seorang makmum yang menyapaku setelah bersuci. “Yuk ke dalem, masih ada yang kosong!” celetuknya. Entah kenapa, tubuh ini serasa ringan mengikuti jejaknya dari belakang. Meski cukup banyak makmum yang sudah berada di posisi “pewe”, langkah kecilku terus menyusuri satu persatu dari mereka. “Permisi,” begitu kata yang selalu terucap sembari terus mencari tempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sampai pula akhirnya ke dalam surau. Tapi, sekilas memandang, orang-orang sudah memadati. Duduk rapi di barisannya masing-masing. “Mana mungkin ini?” ucapku mulai gelisah. Hingga, seseorang tadi duduk, kaki ini masih menjungkit-jungkit mencari celah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Lalu, “Mas sebelah mana?” tanyaku. Sejurus kemudian, makmum itu mengarahkan telunjuknya ke suatu posisi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanpa pikir panjang, kakiku terus melangkah kecil menuju arah yang ditunjuk tadi. Kalau tidak salah mengingat, setidaknya, kaki ini melewati tiga barisan ke depan. Hingga, akhirnya, alhamdulilah, saya terduduk di tengah-tengah barisan. Sekeliling sepertinya menyaksikan aksi ”nekat” siang itu. Makmum yang mengantuk pun terbangun lalu sekejap turut menjadi saksi. Di kiri kanan tubuh ini, makmum yang lain mengenakan baju koko dan sarung serba putih dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kopiah serta serempang di pundaknya. Usia mereka pun jauh lebih sepuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Khatib terus menyampaikan pesan-pesannya. Setelah sekitar tiga hingga empat bait khotbahnya kelar dibacakan, sidang Jumat hari itu dilanjutkan sholat berjamaah. Kami semua berdiri, mengucapkan niat. Imam mempimpin di depan. Satu rakaat, dua rakaat, dan salam. Hari itu, tak ada doa yang dipimpin sang imam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanpa dikomando, masing-masing dari kami pun larut dalam doa yang dipanjatkan. Mata ini pun terpejam. Melantunkan pujian dan permintaan untuk keberkahan kepada Sang Khalik. Usai mengucap &lt;i&gt;hamdallah&lt;/i&gt;, mata pun membuka dengan sendirinya. Kala melihat sekitar yang sudah tampak lengang, kudapati tubuh ini tengah bersimpuh di barisan kedua setelah imam. Siang itu, batinku merinding dan haru. Yang menggenggam langit dan bumi ini telah menyapa dan menuntunku dengan cara-Nya yang misterius. Agar, ruh dan sanubari ini dua jengkal lebih dekat dengan-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-352405222016747062?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/352405222016747062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/06/episode-shaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/352405222016747062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/352405222016747062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/06/episode-shaf.html' title='Episode Shaf'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-3959704010650896675</id><published>2010-06-24T11:05:00.000+07:00</published><updated>2010-06-24T11:06:17.527+07:00</updated><title type='text'>Nafsu, Bolu, dan Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Masih hangat dalam ingatan, waktu kecil dulu, kita kadang enggan membagi kue bolu atau permen cicak yang kita beli dari warung sebelah rumah. Yang ada dalam kepala, semua makanan dan permen itu punya kita. Hak milik kita. Dus, semua itu tidak boleh ada yang mencoleknya, apalagi, memintanya. Oleh siapa pun, bahkan saudara kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Waktu kecil dulu, kue bolu dan permen cicak itu seperti mati dan hidup kita. Jadi, jangan heran kalau kudapan itu kita lindungi dengan sepenuh raga dan hati ini. Kalau perlu sampai berkelahi hingga menangis bombay ! Kalau sudah begitu, adatnya, orang tua turun tangan. Mereka saling ribut dan bertengkar dengan tetangga. Saling bela, saling cerca, akhirnya menjadi pemandangan yang lumrah di sela-sela gang rumah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Kalau boleh jujur, manusia memang ditakdirkan sebagai provokator yang ulung dan sejati. Mahkluk pemicu kericuhan, penyulut keonaran, juga, penebar benih keributan. Yang, semua itu vice versa dengan kaidah dan konsep kedamaian, juga, keselamatan. Tapi, begitulah manusia. Senantiasa hidup dalam teori kekacauan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Bahkan, manusia begitu menikmatinya. Merasa lega dan puas tatkala kebrutalan dan suasana chaos menjadi bagian pemandangan yang nyata. Barangkali, dunia anak kecil memang seperti itu. Puas jika yang damai itu menjadi ramai. Yang tenang menjadi bergelombang dan seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Tapi, semoga, semua itu sekadar teori. Bukan garis hidup mahkluk seperti kita manusia. Menurut sumber spiritual, sejatinya manusia dilahirkan baik. Pun hati berikut pikiran-pikirannya. Jadi, tak ada yang layak digelisahkan. Apalagi dikhawatirkan. Cuma memang, manusia juga tergolong mahkluk yang bernafsu dan bernaluri (instict-red) seperti halnya hewani. Sampai disini, manusia pun berkembang sebagai mahkluk yang unik dan kompleks.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-3959704010650896675?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/3959704010650896675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/06/nafsu-bolu-dan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3959704010650896675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3959704010650896675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/06/nafsu-bolu-dan-manusia.html' title='Nafsu, Bolu, dan Manusia'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-5281676128131642813</id><published>2010-06-23T15:45:00.000+07:00</published><updated>2010-06-23T15:58:08.974+07:00</updated><title type='text'>Proteksi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Proteksi. Barangkali, itu kata yang tepat untuk dilesakkan ke dalam dinamika usaha agar lebih kompetitif dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dalam praktiknya, proteksi tidak hanya dikhususkan untuk sektor jasa saja, tapi juga bidang perdagangan. Secara ansich, proteksi adatnya ditujukan untuk  produk atau jasa yang dihasilkan dan kemudian dipasarkan ke konsumen. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Namun, dalam semesta yang lebih luas, secara konstruktif, proteksi ditujukan untuk melindungi kepentingan ekonomi yang lebih besar. Konkretnya, menjaga stabilitas harga sekaligus mengontrol peredaran barang dan jasa agar tidak merusak mekanisme pasar, khususnya lagi, pasar domestik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dewasa ini, berbagai cara sejatinya sudah sering diterapkan untuk merepresentasikan proteksi itu di tengah-tengah mobilitas usaha di Tanah Air. Pemangku kebijakan maupun para pelaku usaha terbilang kerap berembug untuk mencari solusi yang pas agar upaya memproteksi tersebut bisa diterima pasar dan bersifat win-win solution. Memang, proses itu tak sepenuhnya menghasilkan keputusan yang menyejukkan. Ada kalanya, tarik ulur antara pemegang otoritas  dengan pelaku usaha menjadi pemandangan yang lumrah. Tapi, bisa juga sebaliknya. Rencana berjalan sesuai harapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam kondisi dan dinamika yang normal, boleh jadi, kebijakan-kebijakan yang bernafas protektif tadi tidak berpotensi menimbulkan efek—secara ekonomis---yang cukup luas. Namun, pada situasi yang eskalasinya terus berkembang, kebijakan yang dimaksud besar kemungkinan bakal menemui tantangan yang tidak gampang untuk dikendalikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Belakangan ini, kalau Anda sepakat, era perdagangan bebas antara Cina dengan Asean yang diteken dan disepakati dalam China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA), merupakan pemisalan yang pas untuk situasi yang eskalasinya terus meningkat itu. Traktat perdagangan bebas untuk kawasan regional ini pun---dalam dinamika komunikasi ekonomi dan bisnis---kerap menjadi topik hangat yang diobrolkan di berbagai kesempatan dan ruang publik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Maklum, efek samping dari pemberlakuan perjanjian tersebut memang cukup beragam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sederet kekhawatiran dari pelaku usaha di dalam negeri memang santer terdengar beberapa waktu terakhir ini. Istilah kalah bersaing, kurang kompetitif, serbuan produk-produk Cina, dan lain sebagainya sering menjadi simbol-simbol kekhawatiran itu. Setidaknya, ada nada yang terdengar lemah di situ. Nah, kalau sudah demikian, kondisi yang seperti itu tentu membutuhkan treatment sekaligus pensikapan yang pas dari pemangku kebijakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Spirit dari kementerian perdagangan---yang sempat berembus tahun lalu dan menurut rencana bakal diberlakukan 1 September 2010---menyangkut labelisasi (berbahasa Indonesia) barang-barang pabrikan dalam negeri maupun barang impor adalah suatu breaktrough yang patut kita apresiasi.  Memang, semangat awalnya lebih untuk melindungi hak-hak konsumen seputar informasi yang berkaitan dengan produk yang dimaksud. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tapi, dalam kaca pandang yang lebih luas, labelisasi itu—meski tidak serta merta---layak pula didudukan sebagai tools pengawasan sekaligus perlindungan terhadap maraknya invasi produk pabrikan Negeri Tirai Bambu---yang bisa jadi tak terbendung---di era perdagangan bebas saat ini. Setidaknya, dengan kebijakan itu, pemerintah juga masyarakat termasuk para pelaku usaha bakal lebih mudah mengontrol peredaran barang-barang impor di lapangan, khususnya dari Cina, yang memang lebih “kompetitif” dari sisi harga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cuma memang, upaya itu mungkin tak semudah yang dibayangkan. Mencari celah dari sisi lemah pasti akan menjadi praktik-praktik ilegal para oknum di lapangan. Untuk yang begini, tentu butuh sinergi yang apik dan pemahaman yang sama dari semua pihak. Saling menjaga, memelihara, dan meningkatkan semangat cinta produk dalam negeri barangkali bisa menjadi energi kolektif yang mampu mendongkrak citra sekaligus daya saing produk nasional di pentas global. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-5281676128131642813?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/5281676128131642813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/06/proteksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5281676128131642813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5281676128131642813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/06/proteksi.html' title='Proteksi'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-2147595903404478775</id><published>2010-03-24T11:44:00.000+07:00</published><updated>2010-03-24T17:06:58.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sisi lain'/><title type='text'>Teks &amp;  Konteks</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S6nhS-G3bRI/AAAAAAAAAGk/Qd6U1FbPXUQ/s1600/gimelg6pr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 132px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S6nhS-G3bRI/AAAAAAAAAGk/Qd6U1FbPXUQ/s200/gimelg6pr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452136539934387474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebetulnya, sudah cukup lama telinga ini tak mendengar istilah teks dan konteks yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;diucapkan beriringan seperti itu. Apalagi, kemudian, harus ada penjelasan ini, itu, dan sebagainya tentang hakikat serta filosofi di balik istilah teks dan konteks tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengarannya sedikit teoritis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;memang. Tapi, dalam pengalaman praktis, istilah teks dan konteks menjadi lebih nyata untuk diperbincangkan, lebih punya bobot untuk didiskusikan jika merujuk pada satu atau dua topik yang erat dengan dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, sudah hampir lebih dari setengah tahun istilah tadi sering terucap dari mulut ini di berbagai kesempatan. Baik dalam sebuah forum, maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sewaktu sharing&lt;/span&gt; dengan sejumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;partner&lt;/span&gt; di tempat kerja. Risih rasanya mengulang-ulang istilah itu di depan kawan maupun khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sialnya, istilah itu memang harus sedemikian sering diucapkan untuk membuka ruang berpikir dan logika bertutur yang enak nan nyaman di depan mata. Dalam idiom yang lain, repitisi perihal teks dan konteks itu akhirnya menjadi semacam rukun pembelajaran yang setengahnya wajib diucapkan di setiap kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara soal teks dan konteks, rasanya jadi teringat para keponakan di rumah. Keponakan yang masih batita, tepatnya. Mereka kini begitu kaya dengan kosa kata jika dibandingkan dengan saya waktu kecil dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, para keponakan itu pandai bersilat lidah hingga membikin anggota keluarga terbahak. Mengoceh kata-kata baru dengan logat kekanak-kanakan. Juga, terkadang keluar umpatan yang satir untuk anak seumuran mereka. Sampai di situ, ini sungguh luar biasa ketimbang masa kecil saya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma sayangnya, para keponakan itu belum paham perihal kata-kata, istilah, simbol, dan lain sebagainya yang kemudian terangkum dalam istilah "teks". Mereka pandai menyimpan "teks" itu dalam memorinya. Mereka juga cukup lucu mengucapkan "teks" itu dalam komunikasi verbal dengan anggota keluarga yang lain. Tapi, sayang disayang, mereka tidak tahu persis makna "teks" itu sendiri. Alhasil, "teks" itu hanya sebatas pengkayaan verbal yang kemunculannya tanpa dibarengi arti yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, "teks" yang dimaksud terlepas dari ikatan "konteks"-nya. Kalau sudah demikian, hampir bisa dipastikan, tidak ada pesan yang tersampaikan secara utuh, apalagi secara apik. Artinya lagi, proses komunikasi menemukan kegagalannya, kegagapannya makin kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah&lt;/span&gt;, di dunia nyata, kegagapan itu ternyata masih saja ada. Dan, deket di sekitar kita. Kendati, pelaku kegagapan itu bukan lagi seumuran para keponakan di rumah. Tapi, anehnya, kegagapan itu lahir di tengah tuntutan profesionalitas dan pembentukan otoritas pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia, dunia, rupa-rupa warnanya! Pengkayaan verbal menjadi penanda, akhirnya. Alhasil, proses-proses yang seharusnya bisa lebih berlari kencang, menjadi tersendat, dan sekali tempo menyesakkan nafas. Sabar! Ya, sudah pasti itu yang melambari setiap proses yang terjadi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segenap daya juga upaya, sejatinya sudah dikeluarkan dari kandangnya dengan berbagai cara dan jalan yang menyenangkan. Cuma, memang, belum juga tampak hasilnya. Masih terus berulang dan berulang kejadiannya. Teks dan konteks masih belum menemukan maknanya pada episode kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, masih butuh waktu untuk lebih membumikan istilah itu. Atau, jangan-jangan, memang sudah waktunya berganti suasana sehingga teks dan konteks itu berada pada ruang dan waktu yang tepat. Dan, tak perlu lagi menggurui sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-2147595903404478775?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/2147595903404478775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/03/teks-konteks.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2147595903404478775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2147595903404478775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/03/teks-konteks.html' title='Teks &amp;  Konteks'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S6nhS-G3bRI/AAAAAAAAAGk/Qd6U1FbPXUQ/s72-c/gimelg6pr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8666070209134018334</id><published>2010-03-21T14:39:00.000+07:00</published><updated>2010-03-24T17:08:18.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sisi lain'/><title type='text'>Lerem !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S6XbsQ8OX8I/AAAAAAAAAGc/zHJzeMhVxLA/s1600-h/relax-main_Full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 176px; height: 139px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S6XbsQ8OX8I/AAAAAAAAAGc/zHJzeMhVxLA/s200/relax-main_Full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451004477510148034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akhir pekan minggu kedua Maret 2010. Hujan memang terus menghadang beberapa hari terakhir. Langit yang berawan dan hembusan angin yang dingin kerap menjadi pemandangan yang lumrah di setiap perjalanan menuju ke suatu tempat. Tapi, sebetulnya, bukan itu urgensinya. Masih ada hal penting yang lain dalam episode kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggenggam langit juga bumi ini sedang menguji hati ini, rupanya. Sederet pilihan yang tidak gampang untuk dipilih terhampar di depan mata, menusuk di  relung hati, dan menerobos partisi-partisi logika berpikir yang berseliweran di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, itu muncul secara kompak dan berbarengan di saat daya pikir ini mengkerut karena kedinginan. Maklum, udara dan hawa sekitar akhir-akhir ini memang kurang bersahabat untuk raga ini yang sempat lelah setelah berproses beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur, di jeda waktu yang serba sempit, seperti ada perpanjangan waktu layaknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;injure time&lt;/span&gt; di pertandingan sepak bola. Perasaan, syahdan, ada tangan-tangan Tuhan yang berbicara dengan cara-Nya sendiri. Aneh memang, tapi demikian nyatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bilik-bilik yang penuh sesak dengan tulisan "buntu", ternyata, masih ada ruang-ruang kosong yang rela untuk diisi dengan kemandulan berpikir yang menggelikan seperti guyonan Si Sule di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Opera Van Java&lt;/span&gt; (OVJ) yang di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;broadcast&lt;/span&gt; di salah satu stasiun tv swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Toni Blank Show&lt;/span&gt; yang kini marak ditengok para peselancar di dunia maya, ide dan ketetapan hati jiwa ini akhirnya membuncah ke langit seperti gunung api yang meletus dan menimbulkan getaran vulkanik di sekitarnya. Bergemuruh layaknya deruk ombak tsunami yang menerjang apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma maaf, memang tidak sedahsyat yang asli. Itu cuma kiasan yang terlintas di otak kanan dan kiri yang kemudian harus ditorehkan dalam bentuk kalimat verbal. Yang baku, kegelisahan yang mendera, pertanyaan-pertanyaan yang seperti tak ada ujungnya, akhirnya terjawab lewat ayat-ayat Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati masih loyo dan berasa KO (baca knock down), jari jemari, tangan, lengan, dan mata serta ruang berpikir di kepala kembali menemukan ritmenya. Kembali ke track yang semula. Dimana, di situ selalu ada mimpi, selalu lahir keyakinan, juga senantiasa muncul pengharapan dan pikiran-pikiran yang positif kepada otoritas mutlak yang memutar poros bumi dan alam semesta raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, hujan dan mendung seperti sahabat yang setia. Jalan-jalan buntu tampak seperti jalan bebas hambatan yang bebas bayar. Kegundahan berganti wajahnya menjadi keyakinan. Di benak ini, ada satu tiang dengan bendera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khusnudzon&lt;/span&gt; yang harus terus dikibarkan tinggi-tinggi dengan nyanyian kebangsaan religi yang gegap gempita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, setelah semua upaya dimuntahkan dari usus besar dan hati yang terdalam, sudah waktunya untuk dikembalikan kepada Si EmpuNya semesta. Hitam dan putih kini menjadi yang terbaik di mata hati ini. Garis sudah dipilihkan, sudah ditetapkan, giliran kita yang wajib menerimanya dengan penuh ikhlas dan sabar. Lerem, lerem, lerem !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8666070209134018334?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8666070209134018334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/03/lerem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8666070209134018334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8666070209134018334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/03/lerem.html' title='Lerem !'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S6XbsQ8OX8I/AAAAAAAAAGc/zHJzeMhVxLA/s72-c/relax-main_Full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-5487487977433755270</id><published>2010-01-21T11:00:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T11:03:51.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Tangguh ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S1fR6SAzgCI/AAAAAAAAAGU/hu_Rzq3C190/s1600-h/382665-141422-strong-guy_super.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 152px; height: 137px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S1fR6SAzgCI/AAAAAAAAAGU/hu_Rzq3C190/s200/382665-141422-strong-guy_super.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429038675016253474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Adatnya, istilah tangguh digunakan dalam konteks pertandingan. Bisa apa saja dan banyak macamnya. Yang jelas, kata tangguh kerap dilekatkan dengan karakter permainan dan fisik lawan main dalam pertandingan yang dimaksud. Lawan yang tangguh. Kira-kira begitu orang sering mengucapkannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Tapi, pada kesempatan yang lain, kata tangguh juga tidak jarang dilesakkan ke dalam sosok si pemain itu sendiri, maksudnya bukan lawan main yang sudah disebut di atas. Jadi, istilah itu sejatinya bisa berafiliasi kemana saja, tergantung pada konteksnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Secara lahiriah, kata tangguh umumnya dapat dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk dinamis yang kasat mata. Contohnya, tubuh yang berotot, tegap, tinggi, besar, kuat (&lt;i style=""&gt;powerful&lt;/i&gt;), lincah, dan pantang menyerah. Kalau diterapkan pada konteks pertandingan (olah raga) fisik, barangkali, wujud-wujud dinamis yang terlihat indera tersebut cukup gampang dipahami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Masih dalam semesta “ketangguhan” di atas, sejumlah negara di dunia belakangan bersepakat menyandarkan karakter itu ke “tubuh” bangsa tercinta ini. Seperti yang sudah sering dikabarkan media massa, Indonesia termasuk satu dari tiga negara –lainnya Cina dan India---yang pertumbuhan ekonominya positif (4,3%) di tengah gonjang-ganjing ekonomi dunia 2008-2009. Ekspor komoditas yang relatif baik kendati terkoreksi---dari sisi volume dan nilai---dan konsumsi domestik yang terpelihara membikin ekonomi nasional tampil “prima” dalam situasi krisis ekonomi global.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Di sisi lain, inflasi relatif terkendali dan tercatat terus menurun dari awal tahun hingga ke titik 2,83 % (September 2009). Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga cenderung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menguat meski terjadi koreksi-koreksi sesaat. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kendati terkoreksi tapi masih tetap di level yang aman. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Sektor perbankan juga menjunjukkan “ketangguhannya” sepanjang 2009. Rasio kecukupan modal mencapai 17,6% (September 2009), naik 1,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Secara &lt;i style=""&gt;year on year&lt;/i&gt;, kredit perbankan juga tetap tumbuh sebesar 7,17%. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kendati penyaluran kredit terbilang lambat, namun profitabilitas industri ini masih cukup tinggi. Pada September, &lt;i style=""&gt;Net Interest Margin&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;NIM&lt;/i&gt;) perbankan mencapai 9,80%. Sementara, &lt;i style=""&gt;Return on Asset &lt;/i&gt;(&lt;i style=""&gt;ROA)&lt;/i&gt; tercatat 2,6%. Naik sekitar 0,3% dari periode yang sama tahun 2008. Kondisi ini terjadi lantaran perbankan &lt;i style=""&gt;keukeuh&lt;/i&gt; menjaga tingkat laba yang besar. Praktiknya, suku bunga simpanan cenderung turun lebih cepat ketimbang suku bunga kredit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dari kisah di atas, boleh saja kita berbangga hati. Negeri ini menjadi salah satu pemain yang tangguh di pentas dunia. Tapi, pertanyaannya, apa betul ketangguhan fundamental ekonomi negeri ini betul-betul tangguh seutuhnya? Di atas kertas, angka-angka itu memang tampil secara apik. Namun, apa demikian juga ketika dikaitkan dengan dinamika dan proses-proses di lapangan yang akhirnya mengerucut pada hasil yang positif tadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Seorang ekonom yang diamini Badan Pusat Statistik pernah melontarkan semacam otokritik terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi negeri ini. Menurut kedua pihak itu, pertumbuhan ekonomi kita---kalau boleh disebut “ketangguhan” ekonomi negeri ini---sebetulnya tidak sehat alias tidak berkualitas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Ini karena, menurut mereka lagi, pertumbuhan yang kita capai lebih banyak disokong oleh sektor-sektor &lt;i style=""&gt;nontradable &lt;/i&gt;ketimbang yang &lt;i style=""&gt;tradable&lt;/i&gt;. Anasirnya demikian, pertumbuhan ekonomi yang didominasi oleh sektor &lt;i style=""&gt;nontradable&lt;/i&gt; pada praktiknya kurang mampu menyerap banyak tenaga kerja. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Padahal, penyerapan tenaga kerja merupakan indikasi penting dari pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Jadi, idealnya, pertumbuhan ekonomi itu harus mengarah ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Agar ketangguhan kita itu lebih nyata, ide yang paling baik ke depan---yang harus ditempuh pemegang otoritas---adalah mengubah portfolio tadi, dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;nontradable&lt;/i&gt; ke sektor &lt;i style=""&gt;tradable&lt;/i&gt;. Caranya, perhatian dan penggarapan serius harus lebih difokuskan ke sektor &lt;i style=""&gt;tradable&lt;/i&gt; terutama pertanian, industri pengolahan, dan infrastruktur. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i style=""&gt;Dus&lt;/i&gt;, ketika bicara ihwal inflasi yang relatif terkendali tadi, ada teori umum yang menyebutkan, inflasi juga bakal cenderung menurun ketika kondisi ekonomi global menurun. Dan, itu berpotensi sebaliknya. Artinya, “ketangguhan” inflasi kita bisa sewaktu-waktu digoyang ketika ekonomi dunia berjalan normal. Cuma memang, kita harus akui secara jujur, peran Bank Indonesia (BI) selaku penjaga gawang stabilitas keuangan dan moneter di negeri ini tak bisa dianggap enteng. Kebijakan BI terkait dengan pengendalian inflasi terbilang agresif dan responsif. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;Sekadar catatan ke depan, sudah waktunya para pemegang otoritas di berbagai bidang ekonomi di republik ini lebih merapatkan barisan. Menyatukan visi dan langkah agar tidak tumpang tindih seperti yang lalu-lalu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun mendatang, pemerintah sudah berancang-ancang mencetak pertumbuhan ekonomi 8%. Di atas kertas, angka itu bisa jadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mewujud nyata. Tentu, dengan dukungan segenap &lt;i style=""&gt;stakeholder&lt;/i&gt; negeri ini. Tapi, jangan lupa, pertumbuhan itu juga harus betul-betul berkualitas. Dengan begitu, kita memang patut disebut pemain yang tangguh! &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, jika tidak, “ketangguhan” itu layak dipertanyakan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-5487487977433755270?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/5487487977433755270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/01/tangguh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5487487977433755270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5487487977433755270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2010/01/tangguh.html' title='Tangguh ?'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/S1fR6SAzgCI/AAAAAAAAAGU/hu_Rzq3C190/s72-c/382665-141422-strong-guy_super.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-7015109014529759190</id><published>2009-12-02T10:54:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T11:00:20.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Nontradisional</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SxXmP7cO-DI/AAAAAAAAAF8/uPWAoi7QPug/s1600-h/tintin-en-irak-couverture.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SxXmP7cO-DI/AAAAAAAAAF8/uPWAoi7QPug/s200/tintin-en-irak-couverture.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410483688684058674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kontraksi perdagangan dunia akibat turbulensi finansial global masih dirasakan penduduk bumi di berbagai penjuru dunia. Berbagai upaya penguatan ekonomi dan keuangan baik di tingkat internasional---pertemuan G20 di Pittsburgh --- maupun regional---pertemuan APEC di Singapura--- memang telah digelar dan hasilnya terus diupayakan secara konkret oleh tiap-tiap negara anggota. Namun, sampai hari ini, kesepakatan-kesepakatan dalam pertemuan antarnegara tersebut masih belum menunjukkan sinyal yang terang. Masih butuh waktu dan proses yang &lt;i style=""&gt;to be continued&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Memang, secara kolektif, gagasan untuk memajukan perekonomian di masing-masing negara sekaligus upaya preventif menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk krisis global cukup banyak dilontarkan dan menjadi agenda ke depan. Tapi, sekali lagi, hal ihwal itu tak serta merta bisa langsung dipraktikkan di masing-masing negara. Kondisi dan kebutuhan---yang berkaitan dengan isu keuangan domestik dan perdagangan luar negeri---antara negara yang satu dengan negara yang lain jelas tidak sama. Karena itulah kemudian, masing-masing negara akhirnya mencari jalan keluar yang notabene harus dikustomisasi sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan domestiknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Di ranah perdagangan internasional, misalnya. Lantaran permintaan barang dan komoditas dari pasar tradisional—seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang---mengalami koreksi yang cukup tajam selama krisis global berlangsung, maka, sejumlah langkah ditempuh agar dapur negara tetap &lt;i style=""&gt;ngebul&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam konteks perdagangan (dalam dan luar negeri), setidaknya ada dua pilihan yang selama ini telah dipraktikkan dan dianut oleh negeri tercinta ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Satu, meningkatkan arus perdagangan barang dan jasa di wilayah domestik (antarkota, antarprovinsi, dan antarpulau). Dan, bersyukur, selama krisis global berlangsung, permintaan domestik untuk barang dan komoditas trennya terus membaik dan stabil. Inilah yang kemudian cukup menopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air di angka yang positif (4%-4,3%). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Dua, mencari sekaligus mengembangkan alternatif tujuan pasar ekspor (baru) diluar koloni negara tujuan ekspor tradisional. Dari sinilah kemudian muncul istilah pasar ekspor nontradisional. Sejatinya, arah dan strategi menggarap pasar ekspor nontradisional bukan hal yang baru-baru amat. Sebelum krisis global membahana, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah berupaya menjalin kerja sama dagang dengan negara tujuan ekspor nontradisional. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Cuma, harus diakui, krisis global yang melanda AS dan Eropa memang menjadi &lt;i style=""&gt;trigger&lt;/i&gt; bagi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk lebih memantapkan penetrasi ekspor komoditas (migas dan nonmigas) ke pasar nontradisional. Menurut Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;target pasar ekspor nontradisional yang diyakini memiliki nilai strategis yaitu negara-negara di kawasan Timur Tengah, Rusia, dan Eropa Timur (seperti Kazakstan dan Usbekistan). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Di antara kawasan tersebut, titik-titik penting yang ingin lebih dikembangkan adalah di negara seperti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Libya&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, Afganistan, dan Irak. Maklum, hingga saat ini, negara-negara tersebut masih terus merekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat konflik berkepanjangan dan harus memenuhi kebutuhan domestiknya (barang dan komoditas). Tentu, ini merupakan peluang ekspor yang sayang untuk dilewatkan. Sampai di sini, pemerintah tentu tidak bisa berjalan seorang diri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk merealisasikan hal-ihwal di atas. Selain &lt;i style=""&gt;support&lt;/i&gt; dari pelaku ekspor, sokongan dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; Eximbank ternyata juga sangat dinanti. Mari merasa yakin, melalui peran yang dimainkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; Eximbank---sebagai &lt;i style=""&gt;financing &lt;/i&gt;proyek infrastruktur di negara tujuan ekspor nontradisional---kontribusi ekspor di pasar nontradisional dapat didongkrak naik dari 3%-4% menjadi 5%-6% per tahun dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;total ekspor nasional pada 2010 mendatang. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, sekarang, target sekaligus pekerjaan rumah sudah menanti, yaitu, mendiversifikasi pasar ekspor nontradisional itu sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-7015109014529759190?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/7015109014529759190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/12/nontradisional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7015109014529759190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7015109014529759190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/12/nontradisional.html' title='Nontradisional'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SxXmP7cO-DI/AAAAAAAAAF8/uPWAoi7QPug/s72-c/tintin-en-irak-couverture.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-949858768467596401</id><published>2009-12-02T10:43:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T10:53:01.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Amanah G20</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SxXkLeS-7LI/AAAAAAAAAF0/Y_3pnQbZAW8/s1600-h/business-us-g20.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SxXkLeS-7LI/AAAAAAAAAF0/Y_3pnQbZAW8/s200/business-us-g20.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410481413117897906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejenak, mari kita putar kembali rekaman sejarah yang disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Pittsburgh, Pennsyvelnia, sebuah negara bagian di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Negeri&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;Pa&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;man Sam, Amerika Serikat (AS), jelang akhir September lalu. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, sekadar menyegarkan memori Anda kembali, dalam KTT negara-negara G-20---yang mewakili setidaknya dua pertiga penduduk dunia, empat perlima perdagangan dunia, dan hampir 90% kekuatan ekonomi dunia---tersebut, sejatinya, ada dua tema sentral yang diusung. Apa saja itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Satu, tentang perlunya penghapusan ketidakadilan di antara berbagai zona ekonomi di berbagai belahan dunia. Topik pertama ini dilontarkan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Presiden&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;,. Barack Obama bersama Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown. Dua, upaya mereformasi struktur pasar keuangan dunia agar lebih solid dan kokoh. Negara anggota G20, Jerman dan Perancis, menurut kabar menjadi pengusung ide dari tema utama yang kedua tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Tanpa bermaksud mengesampingkan topik sentral yang pertama, pada KTT Pittsburgh kali ini, negara-negara anggota G20 boleh dibilang cukup sukses melakukan lompatan strategis dalam konteks mereformasi pasar keuangan dunia. Pada hakekatnya, poin utama yang ingin diwujudkan dalam reformasi struktur pasar uang dunia adalah melakukan sejumlah perbaikan dalam konstruksi pasar uang dunia. Dengan tujuan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar pasar uang dunia lebih tahan terhadap efek samping krisis finansial (ekonomi) global serta kemungkinan-kemungkinan terburuk yang tidak kita ingingkan di masa mendatang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Dalam konteks di atas, konstelasi dan strukutur perbankan di berbagai belahan dunia menjadi sangat relevan. Maklum, ujung dari hampir seluruh aktivitas industri keuangan pada akhirnya memang bermuara ke &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;tong-kantong perbankan di mana saja mereka &lt;i style=""&gt;doing business&lt;/i&gt;. Sampai di titik ini, bank kemudian muncul sebagai aktor utama yang dituntut harus mampu menjaga kepercayaan publik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak itu saja, satu hal yang tak kalah penting---yang menjadi amanah KTT G20---adalah, bank juga harus mampu dan diwajibkan mengelola risiko-risikonya hingga pada kadar yang terendah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Dengan kata lain, dalam praktiknya, bank---sesuai dengan aturan main di negaranya masing-masing---dipaksa untuk membatasi ruang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gera&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;k risiko yang senantiasa menggelayuti bisnis dan operasionalnya sehari-hari. Melalui implementasi manajemen risiko yang baik, apalagi sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di dunia internasional, serta dibarengi dengan kedewasaan dan kematangan mental segenap bankirnya, banyak pihak optimistis, bisnis bank bakal semakin kuat, solid, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun ekonomis. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;i style=""&gt;Dus&lt;/i&gt;, masih dalam spirit melimitasi risiko di bisnis bank, anggota-anggota G20 dalam KTT Pittsburgh juga bersepakat untuk melakukan pembatasan pemberian bonus bagi para manajer bank di negaranya masing-masing. Menyatir ungkapan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt;s&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;elir Jerman, Angela Merkel, pihaknya betul-betul merasa puas lantaran masa pemberian bonus besar-besaran bagi manajer-manajer bank telah berakhir. Memang, pro kontra atas kesepakatan itu datang silih berganti. Tapi, kafilah tetap berlalu. Republik ini tetap harus mengambil pelajaran penting sekaligus memetik hikmah dari kesepakatan yang telah diketok secara aklamasi tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, untuk mengakselerasi proses di atas, pada praktiknya, hingga pengujung 2009, masing-masing negara anggota G20 pun diwajibkan merumuskan peraturannya sendiri--- mengenai pembatasan risiko dan bonus manajer bank---secara jelas dan terarah. Orientasi aturan main tersebut harus mengacu pada kesuksesan jangka panjang. Jika mengalami kegagalan, konon, pihak-pihak yang bertanggungjawab bakal dikenai sanksi yang setimpal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Masih dalam konteks itu pula, ada pesan penting yang juga harus dipahami oleh industri perbankan. Ke depan (dalam jangka menengah dan panjang-red), bank-bank harus memiliki persediaan modal yang cukup tinggi agar mampu menghadapi berbagai risiko, terutama jika krisis global datang kembali. Dengan begitu, harapannya, perbankan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak dapat lagi memaksa pemerintah agar memberikan bantuanya yang bisa mencapai triliunan rupiah. Memang, ini kondisi yang tak mengenakkan, tapi, pelaku bisnis bank harus siap dari sekarang jika ingin melenggang di tahun-tahun mendatang. Setuju? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-949858768467596401?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/949858768467596401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/12/amanah-g20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/949858768467596401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/949858768467596401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/12/amanah-g20.html' title='Amanah G20'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SxXkLeS-7LI/AAAAAAAAAF0/Y_3pnQbZAW8/s72-c/business-us-g20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8720630933452178285</id><published>2009-08-14T11:21:00.000+07:00</published><updated>2009-08-14T11:31:32.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Sisi Terang Mafioso</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SoTnGvx02pI/AAAAAAAAAFs/raGHF6DTFk4/s1600-h/picgangsterg.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SoTnGvx02pI/AAAAAAAAAFs/raGHF6DTFk4/s200/picgangsterg.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369670758823156370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Manusia dalam takdirnya dilahirkan baik. Lingkungan dan komunitaslah yang  kerap membungkam sisi terang itu. Kendati terdengar sangar, mafia tetap memiliki sisi yang baik itu. Mafia juga manusia, punya hati dan nurani. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA mendengar kata mafia, di kepala kita mungkin membayang wajah yang bengis, pisau terhunus, pistol terkokang, manusia meregang nyawa, darah menggenang, dan rupa-rupa bentuk kekerasan yang lain. Maklum, potret semacam itulah yang selama ini sering dilesakkan film-film Hollywood, Amerika Sertikat, ke kepala kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut ilmu asal-usul kata alias etimologi, kata mafia berasal dari bahasa Italia yang bisa berarti indah (beautiful), keunggulan (excellence),  kesempurnaan (perfection), atau rasa percaya diri (self-confident). Sungguh-sungguh jauh dari kesan kelam.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perkembangan kemudian menengarai mafia sebagai nama sebuah perkumpulan masyarakat spesial di Sicilia, Italia. Bahkan, Kamus Besar Bahasa Indonesia memaknainya sebagai perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan atau criminal.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan organisasi mafia-mafia lain di Italia, mafia Sicilialah yang tercatat paling keras dan sukses. Sebagai koloni yang melegenda, mafia Sicilia mulai eksis sekitar pertengahan abad ke-19. Mereka muncul hampir bersamaan dengan negara Italia yang baru. Mafia tak ubahnya adalah sebuah organisasi teroris rahasia di Sicilia yang menempatkan diri sebagai lawan dari pemegang otoritas resmi di wilayah tersebut. Mafia Sicilia dalam perkembangannya, konon, terbilang kuat di bagian barat Pulau Sicilia. Lebih pasnya lagi di Palermo, kota tempat kelahiran mafia. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota itu mahsyur sebagai sentral perdagangan, aktivitas komersial, dan pusat kegiatan politik pulau tersebut. Ini pula yang melatarbelakangi mengapa Palermo menjadi basis pergerakan mafia Sicilia. Di sisi lain, kekayaan alam yang berlimpah, seperti buah lemon dan orange yang notabene tumbuh subur mengitari seantero kota dan perbukitannya, membuat eksistensi Palermo makin diperhitungkan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafia pun demikian. Gerak-geriknya yang lekat dengan praktik “perlindungan” kepada kaum landers alias juragan tanah di sana tak urung membikin mafia Sicilia makin kondang di negeri orang. Komunikasi bisnis yang terjalin, lambat laun, memunculkan hubungan mutualisme ekonomis dalam praktik-praktik perlindungan yang digelar mafia. Mafia membutuhkan para juragan tanah, begitu juga sebaliknya, juragan tanah memerlukan perlindungan dan keberadaan mafia. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan mutual tersebut kemudian melahirkan konstruksi politik yang sinkretis. Bangunan politik yang ditopang oleh meleburnya dua kubu yang sesungguhnya berbeda kutub itu. Menurut beberapa sumber, banyak anggota aristokrat yang dekat dengan kekuasaan ternyata juga menjadi anggota mafia, kala itu. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baron Turrisi Colonna adalah tokoh yang disebut-sebut sebagai salah seorang yang berdiri di antara dua kubu tadi. Pada usia yang amat muda, 20 tahun, dia sudah menjadi anggota mafia Sicilia, meski dia juga notabene seorang aristokrat pada zaman itu. Dia pula orang yang pertama kali menulis perihal kriminalitas terorganisasi yang berlangsung di Sicilia sepanjang 1864. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colonna pun dikenal sebagai politisi yang kerap melindungi anggota mafia lain jika terjadi pertikaian atau percekcokan dengan pemerintah. Karakter protektif seperti itu memang menjadi trademark mafia Sicilia. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu pula yang patut menjadi teladan buat hidup ini. Melindungi. Kegiatan yang bersifat aktif ini tentu sangat diharapkan banyak pihak dalam kehidupan sosial Anda. Cuma memang jangan salah arah. Melindungi yang lemah barangkali adalah saran lumrah yang paling make sense. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada perkembangan yang paling mutakhir sekalipun, negara striker Del Piero ini memang sangat kental didominasi dua kutub kekuatan besar. Tuan tanah dan politisi adalah poros-poros politik yang sangat mewarnai konstelasi politik di negeri Azzuri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, satu penjelasan pasti yang kini banyak diamini banyak pihak tentang eksistensi mafia ini adalah pada akhir abad ke-19, mereka sudah menjadi koloni sosial yang memonopoli berbagai sisi kehidupan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mafia sudah menjadi kaum monopolis di banyak bidang. Apalagi di bidang industri. Tepatnya lagi industri drugs, prostitusi, dan perjudian. Kabarnya, mereka sangat menguasainya. Jaringan mereka meluas tidak hanya di Italia. Menyeberang samudera, melintasi benua, dan menyinggahi banyak negara. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika, Inggris, Rusia, Australia, Jepang, Spanyol, Prancis, Kolombia, Belanda, Jamaika, dan beberapa negara berkembang seperti Thailand dan Vietnam terdokumentasi sebagai jaringan bisnis mafia Italia. Untuk menjaga agar bisnis mereka lancar, masing-masing grup umumnya berasosiasi dengan grup mafia di negara lain. Dari seluruh grup tersebut, mereka tersambung langsung dengan kekaisaran mafia yang berada di Italia.  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafia tumbuh sebagai komunitas sosial yang begitu erat ikatan persaudaraannya. Mungkin, kalau Anda sepakat, ini adalah sisi terang dari mereka. Toleransi mereka terhadap sesama anggota begitu tinggi. Jika terjadi sesuatu pada komunitasnya, apalagi menyangkut nama baik si Godfather atawa si superbos, setiap anggota mafia atau mafioso ini bakal buru-buru pasang badan. Melindungi kepentingan orang yang berada di atasnya. Nyawa menjadi taruhan mereka. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, mobilitas mafia begitu pekat dengan rahasia, sarat trik dan teka-teki. Mafia sering bergerak dengan cara mereka sendiri. Contohnya, melegalisasi diri sebagai instrumen pemerintahan lokal Sicilia agar bisa bergerak bebas seperti burung dara. Dengan cara seperti itu, mereka leluasa menggalang kekuatan dan kekayaan. Pundi-pundi dan upeti mengalir deras ke kantong mereka. Di luar jalur pemerintahan, mafia juga kerap menggunakan cara-cara korup dan intimidasi yang tergolong keji. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati melegalkan segala cara, mafia ternyata memiliki struktur organisasi yang jelas dan nyata. Piramida organisasi mereka mirip dengan struktur organisasi perusahaan-perusahaan modern saat ini. Masing-masing posisi mencerminkan kekuasaan dan trahnya dalam kekerabatan keluarga besar mafia. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kita bisa memetik pelajaran dari mereka. Meski mafia tergolong koloni pelawan arus, mereka tetap mengorganisasi keanggotaannya sedemikian rupa. Komplet di beberapa posisi dan boleh dibilang modern untuk kebutuhan sekarang. Inilah sisi benderang yang lain dari kaum mafioso.  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capo di tutti capi, misalnya. Orang yang mendapat “pangkat” tersebut adalah bos seluruh bos mafia. Dia adalah pemimpin tertinggi dalam struktur mafioso. Berikutnya, capo di capi re. Jabatan kehormatan ini diberikan kepada anggota senior atau mereka yang sudah pensiun. Mirip dengan seorang komisaris kehormatan dalam perusahaan. Posisi selanjutnya yang cukup disegani adalah capo crimini atau superbos.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang di posisi inilah Godfather yang sesungguhnya. Dia adalah orang yang memimpin kriminalitas keluarga besar mafia. Kekuasaannya cukup besar dalam mengendalikan aktivitas kriminal di seluruh dunia. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah persis Godfather ada capo bastone atau sering disebut under boss. Dia inilah tangan kanan sang Godfather.  Seperti layaknya sebuah kerajaan, dalam struktur organisasinya, mafia juga memiliki penasihat. Consigliere, inilah nama “pangkat” yang disandang seseorang jika duduk sebagai advisor mafioso. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, penasihat khusus di bidang keuangan pun ada dalam struktur organisasi mereka. Jika Anda pernah mendengar contabile, dialah si penasihat keuangan itu. Di bawah jabatan-jabatan tadi, masih ada beberapa jabatan lagi yang berfungsi sebagai eksekutor lapangan. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti halnya caporegime atau capodecina yang berpangkat “letnan”. Dia adalah orang yang memberikan komando kepada sekitar sepuluh lebih sgarrista alias serdadu. Nah, kalau seseorang tak berdarah Italia asli dan ingin menjadi anggota kerhormatan, orang itu bakal disemati gelar giovane d'honore. &lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8720630933452178285?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8720630933452178285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/08/sisi-terang-mafioso.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8720630933452178285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8720630933452178285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/08/sisi-terang-mafioso.html' title='Sisi Terang Mafioso'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SoTnGvx02pI/AAAAAAAAAFs/raGHF6DTFk4/s72-c/picgangsterg.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-7801844409313495422</id><published>2009-08-03T14:17:00.000+07:00</published><updated>2009-08-03T15:17:37.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber daya manusia'/><title type='text'>Jurus Mengelola Manusia</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia tak lagi dipandang sebagai sumber daya, tapi, sebagai modal bagi organisasi. Pengelolaannya pun makin &lt;i style=""&gt;sophisticated&lt;/i&gt;. Organisasi modern menempuh langkah-langkah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnabnIMiVVI/AAAAAAAAAFk/91ykHKmbEnE/s1600-h/HR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnabnIMiVVI/AAAAAAAAAFk/91ykHKmbEnE/s200/HR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365647102575793490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di zaman kolonial dulu, disamping menjarah rempah-rempah dan sumber daya alam lainnya, penjajah juga terang-terangan mengeksploitasi manusia di republik tercinta ini. Kerja rodi, begitu istilahnya. Mungkin, beberapa dari leluhur kita pernah mera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sakan pahit getirnya hidup di zaman penjajahan dulu. Mereka dipaksa bekerja tanpa ada banyak pilihan dan kesempatan untu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;k hidup lebih layak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Padahal, manusia adalah mahkluk yang penting di bumi ini. Karena pentingnya itu, manusia punya hak atas penghidupan yang layak. Dan, menjadi orang makmur. Tapi, kenyataannya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penjajahan memang seperti itu. Selalu ada perbedaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;pangkat, derajat, pribumi, non pribumi, dan sebagainya. Hak hidup yang layak itu diberangus. Berada di titik nol. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika kemerdekaan diraih dan pembangunan terus melaju, manusia masih memegang peran yang penting hingga detik ini. Sebagai motor sekaligus katalisator pembangunan di Tanah Air. Di titik ini, dengan segala aspeknya, manusia sudah bergeser menjadi sumber daya itu sendiri. Kesadaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pun semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia perlu dididik, dilatih, dan terus ditambahi pengalamannnya dari waktu ke waktu. Pendek kata, manusia perlu dikelola dengan baik sebagaimana mestinya. Di sisi lain, atas kerja keras dan dedikasinya, manusia juga perlu mendapat imbalan yang setimpal. Dalam praktiknya, korelasi itu mahfumnya menjadi tanggung jawab organisasi---apa pun bentuknya---atau &lt;i style=""&gt;user&lt;/i&gt;-nya. Seperti itu idealnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, dalam istilah populer sekarang, hubungan pengelolaan antara manusia (sebagai pekerja atau profesional) dengan organisasi maupun &lt;i style=""&gt;user&lt;/i&gt;-nya itu kerap disebut sebagai manajemen sumber daya manusia. Pada perkembangannya saat ini, masih banyak organisasi bisnis maupun lembaga publik yang menggunakan Human Resources Management (HRM) sebagai “mazhab” pengelolaan SDM-nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di HRM ini, umumnya, manusia diukur kompetensinya lalu dibandingkan dengan kompetensi yang dipersyaratkan untuk duduk di suatu jabatan. Jika kompetensinya rendah, klop, bahkan lebih dari yang dipersyaratkan, maka pelatihan-pelatihan yang sifatnya untuk pengkayaan maupun peningkatan kompetensi biasanya diterapkan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi, dibalik itu, ada pandangan kritis seperti ini; sistem HRM seperti “memaksakan” orang untuk bekerja ditempat yang tidak sesuai dengan minat juga kompetensinya. Pelatihan-pelatihan yang diberikan itu sejatinya hanya untuk mendongkrak kompetensinya agar sesuai dengan yang dipersyaratkan. Simpulannya, HRM belum mampu mengakomodasi secara komplet kebutuhan minat dan kompetensi individunya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bersyukur, pada era 90-an akhir jelang tahun 2000, kira-kira sepuluh tahun yang lalu, HRM di-&lt;i style=""&gt;enhance &lt;/i&gt;menjadi sebuah sistem pengelolaan SDM yang boleh dibilang lebih &lt;i style=""&gt;compatible &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;sophisticated&lt;/i&gt;. Munculah istilah Human Capital Management (HCM). Pada 1998 misalnya. WellPoint Inc., salah satu perusahaan asuransi kesehatan terbesar—dengan pendapatan mencapai US$37 miliar--- di Negeri Paman Sam sudah mengimplementasikan HCM. Waktu itu, HCM memang menjadi gacoan perusahaan yang memiliki lebih dari 38 ribu pegawai ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kabarnya, sebelum menerapkan HCM, WellPoint Inc. sempat merugi sebesar US$60 juta per tahun lantaran tingginya angka &lt;i style=""&gt;turnover &lt;/i&gt;di perusahaan itu. Dengan implementasi HCM yang dibarengi pembenahan sistem-sistem lain, pelatihan, dan komunikasi intensif dengan pegawainya, kondisi perusahaan ini pun berangsur membaik. Lebih efisien ketimbang periode-periode sebelumnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekadar informasi, implementasi HCM tersebut lebih pada penerapan teknologinya. Praktiknya, teknologi (&lt;i style=""&gt;software&lt;/i&gt;) yang membantu perusahaan untuk mengelola SDM-nya berdasarkan parameter dan prinsip-prinsip tertentu. Waktu itu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;WellpPoint Inc. mengadopsi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perangkat lunak HCM produksi PeopleSoft.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, pada praktik di lapangan, HCM boleh dibilang lebih mengutamakan faktor bakat seseorang. Artinya, talenta dari individu yang akan dicari terlebih dulu. Kalau sudah ketemu, selanjutnya, organisasi akan memberikan pelatihan-pelatihan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang mengacu pada talenta dari individu yang bersangkutan. Simpulannya, sumber daya manusia dikelola dan dikembangkan berdasarkan talentanya. Dengan begitu, harapannya, talenta tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik oleh individu yang dimaksud maupun untuk kepentingan organisasi yang lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan talenta yang dimiliki tersebut, organisasi melalui para pemipin di masing-masing divisi selanjutnya akan menempatkan individu tersebut ke kursi (jabatan) yang klop dengan kualifikasinya. Istilah yang kerap kita dengar, the right man on the right place. Rumusnya, jika kondisi tersebut benar-benar menjadi kenyataan bagi organisasi, maka, kinerja dan kapabilitas organisasi secara otomatis akan meningkat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekali lagi, di HCM, manusia tidak lagi dipandang sebagai sumber daya. Juga, tidak pula dilihat sebagai obyek. Namun, sebagai modal sekaligus subyek dari dinamika organisasi. Karena itu, manusia sudah seharusnya dikelola seperli layaknya mengelola modal. Dalam konsep HCM, pelatihan peningkatan kompetensi SDM tidak lagi mengutamakan analisa gap, tapi, lebih berdasar pada analisa talenta individu. Di sisi lain, manusia juga dipandang sebagai investasi, bukan lagi &lt;i style=""&gt;liabilities&lt;/i&gt;. Karena itu, tidak ada istilah pemborosan untuk pengembangan SDM sejauh itu sesuai porsi dan mampu menjawab tuntutan organisasi. &lt;i style=""&gt;Toh&lt;/i&gt;, nantinya, organisasi yang akan memetik hasilnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal penting lain yang juga perlu dipahami adalah, dalam organisasi bermazhab HCM, manusia (SDM) bukan lagi monopoli bagian &lt;i style=""&gt;human resources&lt;/i&gt; (HR) saja. Pengelolaan SDM merupakan tanggung jawab semua pihak yang ada di organisasi. Semua divisi, unit, dan tim berperan dalam pembinaan dan pengembangan bakat setiap pegawainya. Karena itu, pernak-pernik yang diurusi oleh divisi, unit, dan tim bukan lagi cuma hal ihwal keadministrasian saja. Lebih dari, mereka juga bertanggung jawab terhadap pembangunan karakter dan budaya kerja setiap individu yang berkontribusi pada organisasi. Apa pun bentuk kotribusinya itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain hal di atas, HCM juga meyakini bahwa jajaran pimpinan dalam sebuah organisasi memegang peran yang sangat penting. Pemimpin yang baik tak lain adalah mereka yang senantiasa mampu menghadirkan spirit dan inspirasi bagi setiap anak buahnya. Memotivasi dan memberdayakan anak buah. Tidak hanya itu, dia juga harus mampu menunjukkan komitmennya terhadap organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Segala sesuatu yang dipikirkan, dikerjakan, dan diimplementasikan adalah untuk kepentingan organisasi. Bukan untuk kepuasan orang per orang. Pendek kata, pemimpin harus bisa jadi panutan, jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;role model&lt;/i&gt; bagi siapa saja. Juga, dari pemimpin pula, para orang-orang berbakat idealnya bisa terpantau, terditeksi dengan baik. Untuk selanjutnya, dikembangkan lewat jalur &lt;i style=""&gt;talent management&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada perkembangan terakhir, HCM juga sudah mulai membahas ihwal manusia sebagai &lt;i style=""&gt;workforce&lt;/i&gt;. Dalam konteks ini, organisasi sudah harus mau memperhatikan dan mengelola siapa pun individu itu (baik pegawai maupun tenaga &lt;i style=""&gt;outsource &lt;/i&gt;) sejauh mereka terlibat dalam sebuah misi, proses, atau proyek organisasi. Catatannya, mereka harus terlibat secara aktif. Syukur-syukur, hasil akhirnya memuaskan semua pihak. &lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, HCM juga memandang, kepuasan pegawai saja sebetulnya tidak cukup. Karena itu, organisasi melalui orang-orang kreatifnya perlu merumuskan cara-cara elegan yang membuat pegawai---di semua level dan jabatan---merasa terikat dengan organisasi. Praktiknya, pegawai bisa terikat baik secara emosional maupun intelektual dengan organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jika kondisi semacam itu bisa mewujud nyata, bagi pegawai, bekerja dan berkarya adalah kebutuhan hidup yang mendasar. Seperti halnya makan, minum, tidur, sandang, pangan, dan sebagainya. Kalau sudah begitu, para bos tak perlu repot-repot menginstruksi bawahannya untuk bekerja. Mereka sudah pasti bisa bekerja dengan sendirinya. Alhasil, kalau memang kondisi seperti itu terjaga, apalagi terus berkembang, bukan tidak mungkin, kinerja dan produktivitas organisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bakal semakin membumbung tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-7801844409313495422?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/7801844409313495422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/08/jurus-mengelola-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7801844409313495422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7801844409313495422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/08/jurus-mengelola-manusia.html' title='Jurus Mengelola Manusia'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnabnIMiVVI/AAAAAAAAAFk/91ykHKmbEnE/s72-c/HR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-3561052952553291640</id><published>2009-07-30T21:12:00.000+07:00</published><updated>2009-07-31T02:51:56.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawasan'/><title type='text'>Ramah Lingkungan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Sylfaen;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; color: rgb(204, 204, 255); text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SEJUMLAH agenda dibahas dalam konferensi internasional United Nation Framework of Conventions on Climate Change (UNFCCC), yang digelar di Nusa Dua, Bali, Desember 2007, lampau. Namun, hakekatnya, pesan penting dari perhelatan akbar itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih merujuk kepada kesepakatan Protokol Kyoto, &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnGqsAUbStI/AAAAAAAAAFc/7E84LEwM6oI/s1600-h/alam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnGqsAUbStI/AAAAAAAAAFc/7E84LEwM6oI/s200/alam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364256304151612114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Desember 1997. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; color: rgb(204, 204, 255); text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam konvensi internasional yang berakhir pada 2012 itu, setiap negara anggota UNFCCC dimandati untuk mengendalikan (menekan-&lt;i style=""&gt;red&lt;/i&gt;) volume gas rumah kaca—efek dari proses produksi---hingga kadar yang cukup signifikan. Ini penting, mengingat, perubahan iklim dan pemanasan global, baik yang bersifat evolusioner maupun revolusioner,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diyakini dipicu oleh produksi gas rumah kaca yang berlebihan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; color: rgb(204, 204, 255); text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lantaran itu, seruan agar penduduk bumi, khususnya, perusahaan-perusahaan yang mengeksplorasi sumber daya alam---baik tambang dan hutan---menjaga kelestarian alam juga menekan emisi gas rumah kaca terus bergaung dari waktu ke waktu. Memang, kalau ingin bumi tetap aman, melestarikan alam hukumnya wajib dilaksanakan oleh siapa pun yang berdiri di atas bumi ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; color: rgb(204, 204, 255); text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perhatian ihwal kelestarian alam juga disorongkan oleh industri keuangan. Lembaga keuangan, bank khususnya, kini makin konsen terhadap prinsip-prinsip tata kelola risiko lingkungan yang baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; color: rgb(204, 204, 255); text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam konteks ini, ada kecenderungan, bank bakal lebih &lt;i style=""&gt;confidence&lt;/i&gt; menggelontorkan kreditnya ke sektor-sektor bisnis yang ramah dan berwawasan lingkungan. Karena itu, praktik pengelolaan manajemen risiko lingkungan dari calon debitor belakangan menjadi pertimbangan penting bagi bank saat hendak mengucurkan kredit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; color: rgb(204, 204, 255); text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sisi lain, lembaga keuangan tak serta merta menutup mata. Kesempatan kredit masih tetap terbuka. Bagi perusahaan yang berorientasi ekspor misalnya. Kabarnya, masih ada &lt;i style=""&gt;buffer&lt;/i&gt; kredit senilai US$5 miliar- US$10 miliar yang siap diguyurkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 204, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:12;"  &gt;Tapi, harap maklum, ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah ramah lingkungan dan telah mengantongi sertifikat &lt;i style=""&gt;clean developtment mechanism&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;CDM&lt;/i&gt;) dari Dewan Eksekutif &lt;i style=""&gt;CDM&lt;/i&gt; PBB. Memang, di Tanah Air, tak gampang menemukan perusahaan yang demikian itu. Tapi, optimisme harus tetap dibangun. Kesempatan untuk menjadi lebih baik masih terbuka. Asal punya niat bulat, kita pasti bisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-3561052952553291640?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/3561052952553291640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/ramah-lingkungan_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3561052952553291640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3561052952553291640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/ramah-lingkungan_30.html' title='Ramah Lingkungan'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnGqsAUbStI/AAAAAAAAAFc/7E84LEwM6oI/s72-c/alam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-1999421508371358734</id><published>2009-07-30T12:17:00.000+07:00</published><updated>2009-07-30T12:19:13.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawasan'/><title type='text'>Agar Bumi tetap Hijau</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Eksplorasi hutan tropis, penggunaan bahan-bahan penyebab polusi, dan pemanfaatan sumber hayati yang berlebihan saat ini terus mendapat sorotan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnEtJVk61_I/AAAAAAAAAFM/IESlzjBMW3g/s1600-h/eco+label.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 85px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnEtJVk61_I/AAAAAAAAAFM/IESlzjBMW3g/s200/eco+label.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364118269609039858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;negara-negara maju. Bisnis boleh jalan, tapi jangan kelewatan. Bumi harus tetap aman. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; text-align: left; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;BEBERAPA &lt;/b&gt;waktu lalu, sebuah televisi luar negeri memberitakan protes para pecinta lingkungan di Eropa dan Amerika tentang penggunan tas plastik sebagai wadah belanjaan. Waktu itu, terlihat adegan para pendemo menggelar poster-poster yang intinya bertuliskan anti tas plastik. Maklum, menurut mereka, plastik merupakan salah satu sumber penyebab polutan di muka bumi ini. Selain tak bisa dihancurkan, plastik juga berpotensi mengurangi vertilitas tanah. Akibatnya, dalam jangka panjang, tanah tak bisa ditanami. Nah, kalau itu benar-benar terjadi, bumi tak bakal bisa hijau lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; text-align: left; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gerakan moral untuk melestarikan bumi dan seisinya seperti protes pencita lingkungan di atas ternyata terus bergema. Beberapa tahun terakhir ini misalnya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kelompok konsumen yang menyebut komunitasnya itu sebagai &lt;i style=""&gt;green consumerism&lt;/i&gt;. Mereka adalah sekelompok konsumen yang konon lebih memilih produk dimana bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, proses produksi, dan limbah (produk sisa pakai)-nya ramah lingkungan. Mereka merupakan kawanan konsumen yang sadar betul soal kelestarian dan keseimbangan alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Habitat &lt;i style=""&gt;green consumerism&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang berkembang di negara-negara maju yang notabene memiliki pangsa pasar sangat besar. Dengan pangsa yang potensial itu, sejatinya, ada pesan khusus yang ingin disampaikan komunitas tersebut kepada dunia industri. Yah, minimal, dunia industri mau menyadari pentingnya memroduksi barang-barang yang ramah lingkungan. Nah, kalau mereka tak memahami pesan tersebut, pelan tapi pasti, mereka bakal ditinggalkan konsumen setianya. Alhasil, dunia industri yang merasa nyaman saat ini bisa jadi merugi lantaran produk-produknya tak lagi sesuai keinginan pasar. Di satu sisi, inilah pentingnya menjaga keseimbangan alam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dunia industri dalam negeri pun harus sadar diri. Kalau tak mau ketinggalan dan terdepak dari kompetisi industri global, para pelaku usaha di Tanah Air hendaknya mengerti tuntutan konsumennya. Setidaknya, praktik memroduksi barang yang ramah lingkungan sudah selayaknya menjadi bahan pertimbangan sebelum dilempar ke pasar. Dari peluang bisnis, tentu, mengandalkan pasar dalam negeri tidaklah mencukupi. Maklum, pangsa pasar dan daya beli, baik di negara sendiri maupun di sesama negara berkembang lainnya untuk barang produksi tertentu tak sebesar negara-negara maju. Karena itu, agar produk dalam negeri bisa bersaing di negara maju, patokan soal &lt;i style=""&gt;embel-embel&lt;/i&gt; ramah lingkungan pun harus dipenuhi dulu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harus diakui, kesadaran kesehatan dan lingkungan di negara-negara maju memang sudah tinggi. Konsumen yang memiliki daya beli tinggi tersebut menuntut agar semua produk dan komoditi dihasilkan dengan cara yang ramah lingkungan. Minimal, komoditi yang dihasilkan tersebut tidak mengandung bahan pencemar yang dapat mengganggu kesehatan. Sekadar menyegarkan ingatan Anda kembali, untuk itu, diterapkanlah suatu ‘tanda’ yang wajib dicantumkan pada produk atau komoditas yang diprduksi. Tanda tersebut berupa sebuah label. Yang belakangan, tanda itu popular dengan nama &lt;i style=""&gt;eco labelling&lt;/i&gt;. Pada perkembangannya sekarang, otoritas untuk mengeluarkan &lt;i style=""&gt;ecolabelling&lt;/i&gt; tersebut hanya dimiliki oleh suatu komite yang sudah mengantongi akreditasi nasional maupun internasional. Di Tanah Air, komite itu &lt;st1:city st="on"&gt;bern&lt;/st1:city&gt;ama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Komite&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;Ak&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;reditasi Nasional (KAN). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam makalah yang dirilis Global Ecolabelling Network (GEN)---sebuah lembaga nir laba internasional yang berdiri sejak 1994---pada 2004 lalu, tertulis tujuan pentingnya &lt;i style=""&gt;ecolabelling&lt;/i&gt;. Baik bagi pemerintah maupun dunia industri secara global. Setidaknya, ada tiga hal yang ingin ditandaskan GEN tentang urgensi &lt;i style=""&gt;ecolabelling&lt;/i&gt; tersebut. Satu, perlindungan terhadap lingkungan alam. Konservasi lingkungan dan melindungi alam dalam kerangka berpikir lembaga itu merupakan tujuan yang utama. Melalui program-program &lt;i style=""&gt;ecolabelling&lt;/i&gt;, baik pemerintah dan lembaga di luar pemerintah diharapkan dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk lebih mengonsumsi produk-produk yang diproduksi berdasar prinsip-prinsip ramah lingkungan yang aman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada praktiknya, maksud dari perlindungan alam tersebut adalah untuk mendorong efisiensi pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui agar tidak jor-joran. Semangatnya adalah mengukur ketersediaan sumber daya alam tersebut untuk generasi kita di masa yang akan datang. Berikutnya, GEN juga hendak mengingatkan kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemerintah dan dunia &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ind&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;ustri agar lebih efisien dalam eksplorasi sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui seperti fosil---yang notabene merupakan bahan dasar minyak bumi---misalnya. Di sisi lain, praktik-praktik perlindungan alam tersebut juga dapat ditempuh pemerintah dengan memfasilitasi pengurangan dan me-&lt;i style=""&gt;recycling&lt;/i&gt; sampah industri serta sampah rumah tangga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dua, mendorong kepemimpinan dan inovasi yang ramah lingkungan. Dalam konteks ini, program-program &lt;i style=""&gt;ecolablelling&lt;/i&gt; ditempuh melalui pemberian penghargaan serta insentif terhadap perusahaan yang memiliki upaya-upaya inovatif dan progresif yang ramah lingkungan. Praktinya, jika &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;peru&lt;/st1:country-region&gt;s&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;ahaan mampu memroduksi barang yang ramah lingkungan, boleh dibilang, pertumbuhan bisnis mereka bakal lebih mantap. Kenapa? Dengan memenuhi kaidah &lt;i style=""&gt;ecoabelling &lt;/i&gt;tersebut, perusahaan dimaksud secara otomatis telah meningkatkan &lt;i style=""&gt;corporate image&lt;/i&gt;-nya di mata konsumen. Nah, umumnya, penghargaan diberikan kepada &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;peru&lt;/st1:country-region&gt;s&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;ahaan-perusahaan yang memiliki performa top di bidang &lt;i style=""&gt;ecolabelling&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiga, meningkatkan kesadaran konsumen tentang isu-isu lingkungan. Di negara-negara yang tingkat kesadaran konsumennya tinggi, mereka akan selalu menginginkan informasi yang jelas perihal dampak lingkungan yang mungkin terjadi ketika sebuah produk dipasarkan. Artinya, di situ sudah harus jelas betul apakah produk yang mereka beli telah memenuhi standarisasi ramah lingkungan atau belum. Nah, ketika kesadaran kolektif sudah muncul, secara otomatis, itu akan men-&lt;i style=""&gt;drive&lt;/i&gt; market untuk memilih produk-produk yang berlabel ramah lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara, di negara-negara yang konsennya terhadap isu lingkungannya rendah, &lt;i style=""&gt;ecolabelling &lt;/i&gt;dapat digunakan sebagai sarana promosi untuk membumikan pentingnya produk-produk atau komoditas yang ramah lingkungan. Pada praktiknya, kegiatan yang dilakukan di negara-negara seperti itu lebih banyak pada aksi-aksi moral yang ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakatnya. Sehingga, tuntutan &lt;i style=""&gt;ecolabelling&lt;/i&gt; yang kini sudah menjadi bagian dari dunia &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ind&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;ustri tak berhenti pada slogan-slogan semata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dewasa ini, hampir semua produk, khususnya produk-produk yang berorientasi ekspor, diwajibkan mencantumkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;labe&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;l atau cap yang menyatakan ramah lingkungan. &lt;st1:city st="on"&gt;Di Indonesia&lt;/st1:city&gt;, &lt;i style=""&gt;illegal logging &lt;/i&gt;adalah salah satu kasus terparah yang mencoreng martabat bangsa. &lt;st1:place st="on"&gt;Pemba&lt;/st1:place&gt;lakan liar serta penyelundupan kayu yang terus marak saat ini tak hanya merugikan negara dari sisi devisa. Tapi, lebih dari itu, pasar kayu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pun kini semakin menyempit. Negara-negara di Amerika juga Eropa---yang kesadaran lingkungannya cukup tinggi---terang-terangan menampik eskpor kayu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Karena, itu, tak heran jika mereka pula yang getol mengimbau pemerintah agar menyetop kegiatan bisnis yang merusak hutan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kendati pada 2000 lalu, pemerintah telah menetapkan penjualan kayu tropisnya harus berasal dari hutan tropis, tapi, ketetapan itu masih dilanggar. Artinya, itu hanya menjadi slogan dan bukan menjadi tindakan yang diindahkan. Melihat kondisi seperti itu, negara-negara yang memberikan perhatian tinggi pada masalah lingkungan seperti Inggris, Jerman, &lt;st1:city st="on"&gt;Belanda&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Switzerland&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Amerika Utara pun menuntut adanya sertifikasi &lt;i style=""&gt;ecolabelling &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kayu tropis yang akan dijual ke negara-negara tersebut. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Maksudnya&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tetap boleh mengekspor, asal, kayu tropisnya ditebang dari hutan tropis yang dikelola secara lestari (&lt;i style=""&gt;sustainable forest management&lt;/i&gt;). Bukan dari penebangan liar yang seenaknya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;World Resources Institute (WRI), pada beberapa waktu lalu, pernah melakukan kajian tentang eksistensi hutan di seluruh dunia. Menurut hasil penelitiannya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mereka memprediksikan, hutan di seluruh permukaan bumi bakal ludes pada 20 tahun mendatang. Nah, di Indonesia, waktunya tinggal 15 tahun lagi. Tapi, kalau intensitas penebangan hutan dapat ditekan betul tensinya, jangka waktu tersebut kemungkinan masih bisa diperpanjang nafasnya hingga beberapa tahun ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Artinya, kalau pemerintah bersungguh-sungguh mengurangi penggundulan hutan—baik legal maupun &lt;i style=""&gt;illegal-&lt;/i&gt;--prediksi WRI tersebut tak perlu dikhawatirkan. Sembari mengontrol penebangan, pemerintah hendaknya juga lebih rajin mereboisasi hutan-hutannya. Yah, paling tidak, upaya melestarikan hutan dan lingkungannya tak sekadar “cek kosong” yang tak berwujud. Di sisi lain, pemerintah juga perlu mempertimbangkan lagi pembukaan daerah tambang dan pemukiman baru yang bisa dipastikan “menelan” hutan. Sebagai penduduk bumi, sudah seharusnya kita ramah pada lingkungan. Juga, memastikan bahwa bumi ini tetap aman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-1999421508371358734?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/1999421508371358734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/agar-bumi-tetap-hijau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1999421508371358734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1999421508371358734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/agar-bumi-tetap-hijau.html' title='Agar Bumi tetap Hijau'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnEtJVk61_I/AAAAAAAAAFM/IESlzjBMW3g/s72-c/eco+label.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-5084434148567307334</id><published>2009-07-30T12:01:00.000+07:00</published><updated>2009-07-30T12:06:16.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Pasar Global</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:16;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebetulnya, tidak ada hal yang mustahil ketika kita betul-betul berniat untuk menciptakan sesuatu. Apa pun itu. Cuma memang, kendala yang paling besar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnEqHxDIFRI/AAAAAAAAAFE/XCjRWX0wJ0M/s1600-h/glob+market.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnEqHxDIFRI/AAAAAAAAAFE/XCjRWX0wJ0M/s200/glob+market.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364114944088872210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; biasanya justru datang diri kita sendiri. Faktor eksternal boleh jadi merupakan faktor yang sifatnya komplementari saja. Namun, faktor terpentingnya tak lain adalah faktor internal. Motivasi yang ada dan tumbuh dalam diri kita sendiri. Niat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pun, sama halnya ketika kita bertekad ingin membangun sekaligus memperkokoh fundamental perusahaan yang kita rintis. Terlebih, jika, perusahaan itu berorientasi ekspor. Tentu, &lt;i style=""&gt;treatment&lt;/i&gt;-nya bakal lumayan berbeda ketimbang saat kita ingin membangun juga memperkuat fondasi untuk perusahaan yang orientasinya domestik. Memang, dalam prosesnya, ada beberapa hal yang bisa dibilang mirip. Tapi, tetap saja, orientasi perusahaan yang akan membedakan dalam praktiknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam ranah perusahaan ekspor, terlebih, perusahaan yang notabene tergolong usaha kecil dan menengah, kendala klasik adatnya masih sering menjadi problema yang tak kunjung usai. Padahal, sejatinya, mereka sudah berulang kali diingatkan oleh pemerintah juga pihak-pihak terkait yang bergerak di bidang ekspor untuk sedapat mungkin segera membenahi kekurangan mereka. Baik secara administratif, market, maupun dari segi teknis dan produksinya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maklum, bicara soal ekspor, perspektif yang dibangun idealnya juga harus &lt;i style=""&gt;worldwide&lt;/i&gt;, mendunia. Kenapa? Karena, perspektif tersebut sejatinya merupakan &lt;i style=""&gt;path&lt;/i&gt; atau jalur yang akan menuntun para pengusaha atau pelaku ekspor merambah pasar dunia yang lebih luas. Simpul kata, &lt;i style=""&gt;soul&lt;/i&gt; dari perspektif itu wajib dipahami lebih dulu---oleh pelaku dan pengusaha ekspor---sebelum terjun bebas di dunia ekspor internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Barangkali, yang paling kerap dikeluhkan oleh pihak terkait di bidang ekspor adalah soal kelengkapan administrasi perusahaan. Tidak sedikit, lembaga pembiayaan termasuk bank sering mengalami masalah tersebut ketika mereka hendak mengucurkan pinjaman ekspornya. Profil, dokumen ekspor, dan laporan keuangan perusahaan acapkali tersaji dalam format yang kurang komplet. Alhasil, kalau ada satu item saja yang kurang, pinjaman adatnya urung dikucurkan. Di titik ini, tentu sama-sama tidak mengenakkan. Perusahaan gagal dapat pembiayaan, bank juga batal mengguyurkan pinjaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, hal kedua yang patut diperhatikan oleh perusahaan atau pelaku ekspor adalah ihwal penentuan pasar ekspor. Praktiknya, sedari awal, perusahaan sudah harus memutuskan pasar mana saja yang bakal dimasuki lalu digarap. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pesan pentingnya di sini adalah, perusahaan bersangkutan sudah harus menghitung betul berapa besarnya—potensi---laba atas investasi ekspor yang dilakukan dibanding dengan tingkat risiko yang dihadapi. Isitilahnya, jangan sampai, besar pasak ketimbang tiangnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah menentukan pasar, perusahaan juga harus memutuskan bagaimana cara memasuki pasar yang telah dipilih itu. Mahfumnya, banyak perusahaan memulainya sebagai pengekspor tak langsung (melalui pihak kedua-red) maupun pengekspor langsung. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kalau cara pertama sukses, biasanya, dilanjutkan dengan cara berikutnya, yakni dengan lisensi. Praktiknya, dengan membentuk usaha patungan (&lt;i style=""&gt;joint venture&lt;/i&gt;). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lalu, kalau itu berjalan mulus, perusahaan akhirnya akan melakukan investasi langsung.&lt;i style=""&gt; Nah&lt;/i&gt;, sekadar informasi, evolusi tersebut lazim disebut proses internasionalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Agar lebih mantap, langkah-langkah di atas juga harus dibarengi dengan kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan kualitas produk, promosi, harga, dan distribusi seperti yang dikehendaki &lt;i style=""&gt;buyer&lt;/i&gt; atau rekanan di luar negeri. Di wilayah ini, tentu saja, perusahaan perlu merogoh koceknya untuk melakukan sejumlah hal. Seperti misalnya; inovasi produk, promosi, logistik, distribusi, dan seterusnya. Tentu saja, bujetnya menyesuaikan dengan jumlah negara tujuan dan bagaimana tipologi &lt;i style=""&gt;customer&lt;/i&gt; di negara tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terakhir, yang juga tak kalah penting, perusahaan ekspor harus membangun organisasinya secara efektif. Pesannya di sini adalah, perusahaan tersebut dituntut mampu memasarkan produk-produknya secara internasional dengan perspektif &lt;i style=""&gt;worldwide &lt;/i&gt;di atas. Berdasarkan pengalaman, umumnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perusahaan memulai hal itu dengan membentuk sebuah departemen ekspor. Selanjutnya, berkembang menjadi sebuah divisi internasional. Kalau Anda sepakat, upaya tersebut sejatinya merupakan langkah menuju organisasi global. Yang artinya lagi, manajemen perusahaan sudah memikirkan dan merencanakan suatu strategi global untuk menembus pasar yang global pula. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-5084434148567307334?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/5084434148567307334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/pasar-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5084434148567307334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5084434148567307334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/pasar-global.html' title='Pasar Global'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SnEqHxDIFRI/AAAAAAAAAFE/XCjRWX0wJ0M/s72-c/glob+market.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-4010662840675869491</id><published>2009-07-17T21:23:00.001+07:00</published><updated>2009-12-05T12:18:44.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya hidup'/><title type='text'>Sebatang Cerutu, Segelas Wine</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SmCKFkKMHhI/AAAAAAAAAE8/OkU_aLcx1G4/s1600-h/cigar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SmCKFkKMHhI/AAAAAAAAAE8/OkU_aLcx1G4/s200/cigar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359435384781282834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sejatinya, cerutu diisap untuk dinikmati. Agar lebih nikmat, isaplah cerutu pada tempatnya. &lt;i&gt;Cigar lounge &lt;/i&gt;adalah pilihan tepat bagi Anda untuk menikmatinya habis-habisan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Warna jingga menyapu ufuk barat langit Jakarta. Beberapa ekspatriat mengobrol santai di sebuah &lt;i&gt;cigar lounge&lt;/i&gt; di lantai satu Hotel Shangri-La. Obrolan &lt;i&gt;ngalor-ngidul&lt;/i&gt; itu terasa lebih akrab ketika salah seorang dari mereka mulai menawarkan minuman dan beberapa &lt;i&gt;stick&lt;/i&gt; cerutu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sejurus kemudian, masing-masing dari mereka sudah menggenggam segelas &lt;i&gt;red wine&lt;/i&gt;, sementara jari-jemari tangan yang satunya lagi mengapit cerutu menyala asal Republik Dominika, Davidoff. Tos! Obrolan mereka makin larut dalam kepulan asap cerutu (&lt;i&gt;cigar&lt;/i&gt;) yang lumayan menyengat hidung itu. Tak dinyana, satu setengah jam lebih mereka habiskan waktu dengan berkongko ria di &lt;i&gt;lounge&lt;/i&gt; yang bernama lengkap Club Macanudo Cigar Divan itu. Kepenatan tak lagi berbekas di wajah mereka.“Dulu, tamu kami memang kebanyakan ekspatriat, tapi, sekarang, hampir 60% lokal,” ujar Yadie Dayana, &lt;i&gt;Operational Manager &lt;/i&gt;Club Macanudo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari jumlah tersebut, sekitar 80% tamu lokal di Macanudo berasal dari kalangan &lt;i&gt;board of director &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;BOD&lt;/i&gt;) di berbagai perusahaan mapan negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sisanya, campuran antara kaum selebritas, profesional, dan eksekutif muda. Jika ditengok dari usianya, pengunjung di &lt;i&gt;cigars lounge&lt;/i&gt; yang buka dari pukul 11.00-23.00 ini berkisar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;25-65 tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Suasana &lt;i&gt;lounge&lt;/i&gt; yang hadir di Indonesia sejak 2001 ini terbilang nyaman. Interiornya yang didesain modern klasik itu makin memperkuat citra&lt;i&gt; cigar lounge&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menjual hampir 30-an merek cerutu dari Kuba, Republik Dominika, Amerika, Belanda, dan tak ketinggalan dari negeri sendiri. Berbagai merek dunia, seperti Cohiba, Montecristo, H. Upmann, Partagas, Cuaba, Bolivar, Vegas Robaina, Dunhill, dan beberapa merek terkenal lain siap menanti Anda. “Dengan Rp500.000, Anda sudah bisa menikmatinya di sini. Tentu, sudah &lt;i&gt;include&lt;/i&gt; minumannya,” bisik Yadie&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dominasi warna cokelat kayu memang menjadi pilihan Macanudo agar menyatu dengan cerutu-cerutu yang di-&lt;i&gt;display &lt;/i&gt;di ruang &lt;i&gt;walk in humidoor &lt;/i&gt;(tempat penyimpanan cerutu) yang letaknya menjorok ke dalam persis di depan bar yang berada di pojok kanan &lt;i&gt;lounge &lt;/i&gt;ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Adatnya &lt;i&gt;lounge&lt;/i&gt;, ruang utamanya memang tidak terlalu luas. “Di Macanudo&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; tamu biasanya &lt;i&gt;take away&lt;/i&gt;, datang, menunggu, lalu pergi,” papar Yadie. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Tempat duduk santai yang empuk, lagi-lagi berwarna cokelat, ditata mepet di samping kanan-kiri &lt;i&gt;lounge&lt;/i&gt; berkapasitas 12-20 orang ini. Posisinya sengaja diset untuk &lt;i&gt;meeting point &lt;/i&gt;dan bersantai. Temaram lampu di ruang utama serta alunan musik &lt;i&gt;lite jazz&lt;/i&gt; dan kadang diselingi musik etnis betul-betul menghipnotis kaum penikmat cerutu di &lt;i&gt;lounge&lt;/i&gt; tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Di ruang &lt;i&gt;walk in humidoor&lt;/i&gt;, Anda bisa memilih cerutu favorit Anda. Cerutu-cerutu kelas dunia yang langsung diimpor dari negara produsennya itu ditata rapi dalam &lt;i&gt;box &lt;/i&gt;sesuai dengan merek masing-masing. Di tiap-tiap rak yang disusun persis di kanan-kiri ruang penyimpan cerutu itu, Anda bisa dengan jelas memandangi bermacam ukuran cerutu. Dari cerutu berkategori &lt;i&gt;light body, medium body&lt;/i&gt;, sampai dengan yang &lt;i&gt;full body&lt;/i&gt; terpampang di ruang bersuhu 18-20 Celcius tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di tengah ruang yang memiliki kelembapan udara sekitar 70% itu, Anda bakal menjumpai meja berkaca setinggi perut dan &lt;i&gt;humidoor&lt;/i&gt; khusus untuk cerutu bikinan negeri sendiri, Montague. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Di atas meja yang dikelilingi sekitar tujuh buah kursi bertungkai panjang tersebut, beberapa perlengkapan pengisap sudah siap sedia: &lt;i&gt;cutter, matches&lt;/i&gt;, asbak, dan wadah untuk potongan cerutu. Bila berminat mengisapnya di situ, staf Macanudo dengan setia akan menjumput cerutu itu dari &lt;i&gt;box&lt;/i&gt;, membersihkan dengan kuas, memotong bagian belakangnya, lalu menyalakannya untuk Anda. Sungguh, perlakuan istimewa akan menjadi pengalaman Anda di &lt;i&gt;lounge&lt;/i&gt; yang juga memiliki cabang di New York, Amerika Serikat dan Johannesburg, Afrika Selatan, ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Nah, sore itu, seorang ekspatriat menyambangi Macanudo. &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL"&gt;Tanpa ragu, dia langsung masuk ke &lt;i&gt;walk in humidoor&lt;/i&gt;. Yadie menyapa tamunya itu. Mereka terlibat obrolan singkat. Tak berapa lama, tamu yang bernama Raj Kannan, seorang &lt;i&gt;associate&lt;/i&gt; &lt;i&gt;director&lt;/i&gt; di Burns Bridge Transaction Pty., Ltd., Australia, itu langsung membeli sekotak penuh cerutu bermerek Vegas Robaina seharga Rp2 jutaan lebih. Beruntung, harga segitu sudah termasuk diskon sekitar 30%-an.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Satu batang di antaranya langsung dia nikmati di ruang tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL"&gt;“Untuk menemani mengisap &lt;i&gt;cigar&lt;/i&gt;, saya lebih suka dengan &lt;i&gt;wine&lt;/i&gt;,” ujar Raj. Memang, kini, orang kita lebih suka menikmati cerutu bersama &lt;i&gt;wine&lt;/i&gt;. Tapi, kata Yadie, di Barat atau di Amerika, orang lebih cocok dengan &lt;i&gt;cognac&lt;/i&gt; atawa &lt;i&gt;brandy, &lt;/i&gt;minuman keras hasil fermentasi yang lumayan menendang mulut. Nah, sembari membersihkan cerutu kegemaran tamunya itu, Yadie menawarkan &lt;i&gt;membership &lt;/i&gt;kepada investor berusia 45 tahun tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Raj, yang mengaku mengisap cerutu paling banter dua batang seminggu ini, pun tertarik menjadi &lt;i&gt;member &lt;/i&gt;Club Macanudo, yang tiap hari mampu melego 50-100 batang cerutu&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berbagai merek. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Hari itu juga, dia langsung &lt;i&gt;sign in membership&lt;/i&gt; Club Macanudo yang berbanderol Rp1 juta per orang itu. Kebetulan, saat itu, Macanudo memang sedang menggelar program spesial &lt;i&gt;membership&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Cigar Lounge&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT"&gt; Pertama di Luar Hotel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bila Anda ingin mencari suasana lain, Upstairs bisa menjadi alternatif untuk Anda. &lt;i&gt;Wine and cigar lounge &lt;/i&gt;ini adalah &lt;i&gt;lounge &lt;/i&gt;pertama yang lokasinya tidak melulu di hotel berbintang, tapi di pusat &lt;i&gt;nongkrong &lt;/i&gt;dan perbelanjaan Plaza Senayan, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. “Kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang pertama untuk &lt;i&gt;lounge &lt;/i&gt;di luar hotel,” aku Agustin Satiawan, &lt;i&gt;General Manager &lt;/i&gt;Upstairs, beberapa waktu lalu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lokasi yang berada di pusat kota dan keramaian ini memudahkan Anda menikmati cerutu sekaligus &lt;i&gt;wine &lt;/i&gt;favorit Anda. Sama halnya dengan Macanudo, Upstairs menyediakan berbagai merek cerutu dari Kuba, Republik Dominika, dan Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di tempat ini, Anda bakal menemukan suasana yang tak kalah nyamannya ketimbang tempat lain. Upstairs menyediakan ruang cerutu (&lt;i&gt;cigar room&lt;/i&gt;) khusus bagi Anda yang betul-betul pecinta cerutu. Di tempat tersebut, Anda bisa melakukan aktivitas kegemaran Anda, seperti membaca, bermain kartu, &lt;i&gt;games&lt;/i&gt;, mendengarkan lagu-lagu pilihan, dan menonton film favorit Anda. “Kami memang sengaja menyediakan fasilitas-fasilitas itu agar tamu lebih nyaman di &lt;i&gt;cigar room &lt;/i&gt;ini,” ujar Agustin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk menikmati cerutu, Agustin menyarankan, sebaiknya, Anda lihat dulu waktu yang Anda miliki. Jika memang luang, Anda bisa memilih &lt;i&gt;medium&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;full body cigar&lt;/i&gt;. Jika sebaliknya, &lt;i&gt;light body cigar&lt;/i&gt; adalah pilihan tepat. Cerutu, katanya merekomendasi, sebaiknya dinikmati sekali habis. Jika tersisa dan baru kita nyalakan lagi belakangan, &lt;i&gt;flavour&lt;/i&gt;-nya akan hilang. Kenikmatannya berkurang. “&lt;i&gt;Cigar &lt;/i&gt;diproduksi benar-benar untuk dinikmati bukan seperti rokok yang setiap saat kita bisa mengisapnya,” cetus Agustin. &lt;o:p style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 13.5pt; color: rgb(51, 51, 51);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;"&gt;Nah, jika ingin mencobanya, Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan Rp400.000-Rp500.000, Anda sudah bisa mengepulkan asap cerutu dan menyeruput &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;"&gt;wine&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;"&gt;cognac&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;"&gt;. Dari situ, Anda betul-betul mnerasakan bahwa hidup ini begitu nikmat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-4010662840675869491?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/4010662840675869491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/sebatang-cerutu-segelas-wine.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4010662840675869491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4010662840675869491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/sebatang-cerutu-segelas-wine.html' title='Sebatang Cerutu, Segelas Wine'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SmCKFkKMHhI/AAAAAAAAAE8/OkU_aLcx1G4/s72-c/cigar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-1684716596102567891</id><published>2009-07-17T00:59:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T11:54:26.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Membuka Mata dengan Biola</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 0); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:16;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Bukan nada-nada klasik yang ia rangkai selama ini. Bukan pula irama mendayu yang ia kumandangkan di depan khalayak. Ia mewarnai pentas musik Tanah Air dengan &lt;i&gt;soul&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pop yang berbeda. Penuh gairah, seksi, dinamis, energik, juga menggelitik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl9rEpM05vI/AAAAAAAAAE0/RLVbEHTx-Uc/s1600-h/may%3Baf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl9rEpM05vI/AAAAAAAAAE0/RLVbEHTx-Uc/s200/may%3Baf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359119809117480690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Biola atau &lt;i&gt;violin&lt;/i&gt;? Sama saja. Menurut sumber seja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;rah, alat musik gesek tersebut mulai dikembangkan di Italia pada abad ke-17. Selain biola, beberapa alat musik gesek lain yang juga masih “saudara sekandungnya” adalah &lt;i&gt;cello, viola &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;bass&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam satu konser, keempat alat musik gesek tersebut adatnya dimainkan secara berbarengan. Baik untuk pementasan &lt;i&gt;classic string&lt;/i&gt; maupun suguhan tradisional seperti campur sari atau keroncong moresko misalnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun sekarang, kekakuan sajian &lt;i&gt;coir&lt;/i&gt; keempat alat musik gesek itu perlahan mulai memudar dan bergeser, rupanya. Solois biola, pada perkembangannya memang lebih sering muncul ke permukaan ketimbang solois yang lain. Dan, ujung-ujungnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa diantara solois itu pun kerap bereinkarnasi lantas dicap sebagai maestro biola di lingkungannya (di negaranya-&lt;i&gt;red&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di Jerman misalnya. Sebut saja nama Daniel Speec. Agustus lalu, maestro sekaligus pemain biola kondang tersebut dipercaya oleh produser rekaman di negara itu untuk memainkan biola milik komponis besar Ludwig Van Beethoven dalam sebuah proyek &lt;i&gt;recording&lt;/i&gt;. Dalam proyek rekaman tersebut, piano dan biola memang menjadi instrumen utamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tentu, kepiawain dan pengalamanlah yang membuatnya dipercaya memainkan biola Beethoven itu untuk pertama kalinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konon, biola yang &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;bertanda milik atas nama Beethoven tersebut pernah diperbaiki pada 1848. Setelah menjadi milik Yayasan Beethoven pada 1995, alat musik gesek itu pun direstorasi kembali bentuk fisiknya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Itu kisah dari negeri para kamerad. Nah, kalau di Indonesia, sosok Idris Sardi sudah pasti kerap terdengar di telinga awam. Di republik ini, ia dikenal sebagai sang maestro itu. Murid-muridnya pun kini telah banyak mewarnai khasanah musik di Tanah Air. Dari gemblengan tangan sang maestro Indonesia itu, munculah seorang dara yang namanya kini terus hangat dibicarakan khalayak juga para selebritas. Sepertinya, gadis itu memang terlahir untuk membumikan alat musik kuno tersebut di panggung musikal Tanah Air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sejak usia sembilan tahun, ia sudah mengenal dan belajar memainkan biola kesayangannya. Kini, setelah lebih dari 21 tahun mendalami seluk beluk biola, rasa cintanya pada alat musik gesek tersebut tak pernah memudar. Malah, semakin mengristal. Semangatnya pun terus bergemuruh menembus peradaban musikal yang populis dan terkesan kompromistis dewasa ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Adalah Maylaffayza Wiguna, begitu nama lengkap si murid sang maestro biola itu. Selain berguru pada Idris Sardi, Maylaf—demikian panggilan akrabnya---juga pernah menimba ilmu per-biola-an pada Dr. Sharon Eng, dosen musik internasional, dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Energinya sebagai solois biola memang tak pernah padam. Apalagi, gadis bertanggal lahir 10 Juli ini memang tergolong orang yang selalu haus untuk mempelajari sesuatu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Karena itu, proses pembelajaran biola&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang begitu panjang—belasan hingga puluhan tahun---tak membikinnya patah di tengah jalan. Sebaliknya malah. Pencarian jati diri bermusiknya semakin menguat seiring dengan derap usianya yang kian matang. “Solois biola baru akan muncul setelah lima belas bahkan dua puluh tahun belajar, dan ia harus terus belajar,” ungkap violinis berkulit putih ini usai sebuah pementasan beberapa waktu lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sepenggal pengalaman itu memang menjadi bagian cerita perjalanan karirnya sebagai solois biola di negeri ini. Setelah sekian tahun lamanya menimba pengetahuan teknik bermain biola, Maylaf pun memulai langkah kakinya ke panggung musik pada 1997. Menapak dari satu pentas ke perhelatan lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berjuang “seorang diri” seperti &lt;i&gt;lone ranger&lt;/i&gt; dalam film koboi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengintroduksi permainan biolanya ke &lt;i&gt;audience &lt;/i&gt;yang notabene kerap menilainya sebagai alien (mahkluk asing-red) di tengah pikuknya budaya pop di blantika musik Tanah Air. Menurut penyandang gelar Bachelor of Arts in Industrial Product Design, Universitas Tri Sakti, ini, mengomunikasikan pesan lewat nada-nada instrumen memang lebih susah ketimbang via lirik dalam lagu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika instrumen menjadi media, imbuhnya, paling tidak, ada dua hal yang kerap membuat musisi &lt;i&gt;belibet&lt;/i&gt; menyampaikan pesannya. Satu, bagaimana menemukan suara yang pas. Dan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua, bagaimana meramu improvisasi yang klop dengan suaranya agar tidak tumpang tindih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maklum, sebagai violinis, Maylaf tentu tidak banyak mengumbar kata. Tapi, merangkai nada dengan suara dan improvisasi yang tentu harus bisa dinikmati siapapun pendengarnya. “Kalau dari sisi instrumen, dua hal itu yang sebetulnya paling susah,” ujar wanita yang pernah bekerja sebagai &lt;i&gt;media relation officer&lt;/i&gt; di Institut Musik Daya, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, ini membagi cerita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tantangannya pun kini semakin berat. Di tengah maraknya artis vokal dan grup band yang silih berganti popularitasnya, Maylaf menelusup ke dalamnya dengan &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; bermusik yang berbeda. Ia hadir membawakan irama biola---bertempo sedang dan kadang tinggi--- yang berlatar &lt;i&gt;beat-beat&lt;/i&gt; cepat ala &lt;i&gt;African Rythem, Rythem and Blues (R&amp;amp;B) &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan juga &lt;i&gt;hip-hop music. &lt;/i&gt;“Mungkin musiknya &lt;i&gt;cross over&lt;/i&gt;, tapi itu sungguh berbeda,” cetus penggemar The Jackson Five ini terus terang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bila Anda pernah menyaksikan pementasannya yang &lt;i&gt;cheersful&lt;/i&gt;, pastilah Anda bertanya-tanya. “Musik apa lagi ini?” Musik tari, musik pop, atau malah musik klasikkah yang diusungnya di pentas? Memang, di setiap pertunjukkannya, Maylaf lebih sering memainkan biolanya dengan nada-nada ritmis yang dinamis. &lt;/span&gt;Boleh dibilang, karakter musiknya memang seperti itu. Penuh gairah, seksi, dinamis, energik, juga menggelitik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Boleh jadi, &lt;i&gt;pattern&lt;/i&gt; yang dimainkannya itu tidak seperti &lt;i&gt;custom&lt;/i&gt; nada-nada biola yang umumnya melodius dan panjang-panjang ketukannya. Tidak hanya itu, ia juga tak mengharamkan memasukkan &lt;i&gt;sound-sound dance&lt;/i&gt; di dalam nomor-nomor ciptaannya. Maklum,. sedari kecil, Maylaf memang doyan tari. Jadi, tak heran jika ia juga membalut lagu-lagunya dengan irama &lt;i&gt;dance&lt;/i&gt; yang energik. “Ide dalam karya-karyaku itu konstruktif dan rumusannya setengah mati bikinnya, tidak sekedar comot &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, comot sini,” tukasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini, Maylaf memang sudah memiliki sekitar 13 lagu yang sudah rampung digarap dan siap untuk dirilis sebagai album solo perdananya. Tempo-tempo, ia membawakan karyanya---yang dikerjakan bersama Bobby, &lt;i&gt;partner-&lt;/i&gt;nya, dan Idris Sardi sebagai &lt;i&gt;arranger&lt;/i&gt; biolanya---ketika manggung di suatu acara. “Secara independen, saya sering menyelipkan lagu-lagu saya di pertunjukan,” paparnya separuh berpromosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Namun sayang, hingga saat ini, belum ada pihak-pihak yang bersedia menjadi investor dari proyek Maylaf tersebut. Sudah sederet perusahaan &lt;i&gt;major label&lt;/i&gt; yang disambanginya bersama sang manajer, Yasha J Chatab. &lt;span lang="SV"&gt;Tapi, usaha mereka sering mentok di tengah jalan. Sekali lagi, ini bukan persoalan materi atau lagu. Namun, lebih pada kepentingan bisnis dan permintaan pasar musik di republik ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Konon kabarnya, para &lt;i&gt;major label&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih gamang dengan pasar di dalam negeri. Kenapa? Penikmat lagu di Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umumnya masih mendewakan musik-musik populis yang mengusung vokal ketimbang musik instrumentalia. Itu artinya, animo dan apresiasi pendengar kita masih “terkotak” pada musik-musik vokal (grup, solo dan band). Sementara, penikmat instrumentalia masih bisa dihitung dengan jari. “Memang tidak gampang menawarkannya. Maklum, dari sisi bisnis, kompromi pasarnya terlalu tinggi,” ungkap Yasha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Violinis yang kerap diundang mengisi acara perusahaan-perusahaan besar papan atas ini sepertinya memang mencoba bermain di luar pakem biola yang &lt;i&gt;mellow&lt;/i&gt; dan mendayu-dayu haru. Di luar semesta pakem itu, tentu ada harapan yang menyertainya. Yah, paling tidak, ada secuil asa yang bisa mewujud nyata di pelupuk mata. “Secara mendasar, aku benar-benar menginginkan sesuatu (karya instrumen biola-&lt;i&gt;red&lt;/i&gt;) yang &lt;i&gt;an eye opener&lt;/i&gt; (bisa membuka mata hati pendengarnya—&lt;i&gt;red&lt;/i&gt;),” tandas artis yang selalu tampil seksi di setiap penampilannya itu memberi argumen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menurut pemilik zodiak Cancer ini, sebetulnya, orang (pendengar) tidak perlu mengerti dan tahu apa yang ia kemas dalam karya-karyanya itu. Mereka tidak harus tahu bagaimana Maylaf membuat dan mengaransemen lagu-lagunya. Yang baku dalam bermusik adalah bahwa musik itu harus mampu menyentuh. Ketika terjadi, itu artinya, musik sudah bicara, &lt;i&gt;music speaks.&lt;/i&gt; Nah, pada kondisi yang demikian itu, yang penting justru bagaimana khalayak mau mengapresiasinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 9pt; color: rgb(51, 0, 0); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;" lang="SV"&gt;Dengan begitu, musik biola yang notabene ber-&lt;i&gt;value&lt;/i&gt; klasik dan bertanggung jawab itu bisa berbicara banyak di industri musik Tanah Air. Bisa dinikmati khalayak ramai sekaligus &lt;i&gt;marketable&lt;/i&gt;. Nah, hal ikhwal itulah yang mendorong seorang Maylaffayza&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin membuka mata penikmat musik di Indonesia lewat permainan biolanya. “Membuka kuping dan hatinya, bahwa, di Indonesia ada yang baru. &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(51, 51, 51);" face="trebuchet ms"&gt;This is new, this is refreshing, this is a breakthrough&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;"&gt;,” cetusnya bersemangat.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-1684716596102567891?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/1684716596102567891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/membuka-mata-dengan-biola.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1684716596102567891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1684716596102567891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/membuka-mata-dengan-biola.html' title='Membuka Mata dengan Biola'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl9rEpM05vI/AAAAAAAAAE0/RLVbEHTx-Uc/s72-c/may%3Baf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-6691921212024303157</id><published>2009-07-15T11:40:00.000+07:00</published><updated>2009-07-15T12:06:56.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi 2'/><title type='text'>Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl1hS04qK8I/AAAAAAAAAEs/dayZzsNI0VQ/s1600-h/moon1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 169px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl1hS04qK8I/AAAAAAAAAEs/dayZzsNI0VQ/s200/moon1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358546107702586306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Malam selalu datang menjemput jiwa-jiwa yang lelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Merengkuh dan memeluknya dengan penuh kehangatan yang tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hatimu pun demikian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selalu membelaiku dengan penuh kasih yang tulus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengantarku pada mimpi-mimpi indah di sepanjang nafasku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Membingkainya dalam semesta cinta yang abadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Batavia, Juli 2007)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-6691921212024303157?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/6691921212024303157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/indah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/6691921212024303157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/6691921212024303157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/indah.html' title='Indah'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl1hS04qK8I/AAAAAAAAAEs/dayZzsNI0VQ/s72-c/moon1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-6505764810212911388</id><published>2009-07-15T11:21:00.000+07:00</published><updated>2009-07-15T12:07:33.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi 1'/><title type='text'>Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl1dFQabLCI/AAAAAAAAAEk/Vr7_N9JPI1E/s1600-h/nightsky.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 181px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl1dFQabLCI/AAAAAAAAAEk/Vr7_N9JPI1E/s200/nightsky.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358541476527287330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hadirmu seperti malam yang setia pada takdirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menemani jiwa manusia yang papa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Membalutnya dengan hembusan semilir angin yang mendamaikan raga&lt;br /&gt;Aku terpaku menyambutmu&lt;br /&gt;Dengan segenap hati ini, dengan segala rasa di sanubari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Batavia, Agustus 2007)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-6505764810212911388?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/6505764810212911388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/kasih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/6505764810212911388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/6505764810212911388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/kasih.html' title='Kasih'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sl1dFQabLCI/AAAAAAAAAEk/Vr7_N9JPI1E/s72-c/nightsky.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-3393921491523336087</id><published>2009-07-10T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T21:15:06.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Bidadari Kecil…..</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SldJry1uqiI/AAAAAAAAAEc/Vg-_iAQYv78/s1600-h/angel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 143px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SldJry1uqiI/AAAAAAAAAEc/Vg-_iAQYv78/s200/angel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356831298510826018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Ketika persimp&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;ngan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt; menghadang, dan jejak masa lalu menjadi kenangan, langkah kecilnya terus saja menapaki rerumputan yang menguning di ladang yang terhampar &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Seringai tawa renyah yang mengundang, juga, nada-nada yang terucap seperti mengalir layaknya gemercik air di pegunungan yang menyejukkan&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Setiap kata yang terangkai darinya selalu membuncahkan makna yang dalam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Seperti pujangga yang menorehkan pengalaman hidupnya berabad-abad lampau. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Tuturnya yang lembut seperti sufi yang begitu berarti. Ia tak ingin dipuji, tapi, ingin dimengerti dengan segala kerendahan hati. Hanya itu yang tersirat di wajahnya yang ayu…&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Sikap dan hatinya adalah cermin ketulusan seorang bidadari yang turun dari langit. Keindahannya memang tak dapat terlukiskan, juga, tak gampang pula dikisahkan. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Kesetiaan juga kasihnya adalah takdir yang direngkuhnya dengan penuh pengertian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Ia begitu tunduk pada kuasa alam yang maha besar. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Sayap-sayapnya yang mengepak seperti siap terbang ke angkasa raya yang tak berbatas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:14;"&gt;Tatapan matanya tak pernah sayu pada masa depan. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Keyakinan yang hakiki adalah semangatnya untuk menggapai bintang-bintang di angkasa yang tinggi.. Meraih pucuk-pucuk kebahagiaan yang abadi di langit ke tujuh. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Ia, dia, adalah bidadari kecil yang telah mencuri hati. Warnanya yang merona, seperti semburat pelangi yang menghiasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bumi. Begitu indah di pandang mata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Semesta alam pun tak kuasa berucap doa untuknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:14;"&gt;Semoga, seperti itu ia adanya. Tak bertepi hingga ke ujung hayat yang sudah pasti untuknya. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Sungguh, ia sangat berarti, bagi yang mendambanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Termasuk hati ini yang tak kuasa merengkuh panah kasihnya yang begitu suci…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(batavia, Juni 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-3393921491523336087?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/3393921491523336087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/bidadari-kecil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3393921491523336087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3393921491523336087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/bidadari-kecil.html' title='Bidadari Kecil…..'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SldJry1uqiI/AAAAAAAAAEc/Vg-_iAQYv78/s72-c/angel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8142627129549282797</id><published>2009-07-09T23:36:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T00:41:07.058+07:00</updated><title type='text'>Digebraak Baru Enak</title><content type='html'>&lt;div style="border-style: none none solid; padding: 0in 0in 1pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlYorAbBFpI/AAAAAAAAAEU/RNpJ2iGD4Bs/s1600-h/soto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 194px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlYorAbBFpI/AAAAAAAAAEU/RNpJ2iGD4Bs/s200/soto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356513526116587154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedai soto yang satu ini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; terbilang unik. Sebelum pelanggan menyantap soton&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ya, mereka harus rela digebrak duluan. Soal rasanya, jangan ditanya, nendang di lidah dan begitu renyah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, soto bukan lagi kudapan baru. Malah, bisa jadi, soto itu makanan sejuta umat. Anda pun pasti pernah melahapnya, ‘kan. Meracik sendiri oke, membeli apalagi. Tapi, apa benar, soto gebraak Jaya Mulya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berpusat di Setiabudi, Jakarta Selatan, betul-betul menggoyang lidah dan membikin &lt;i style=""&gt;dag-dig-dug &lt;/i&gt;pengunjungnya? Penasaran pasti!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang doyan makan, kedai soto milik Cak Anton itu tentu pernah Anda sambangi. Nah, bagi yang belum&lt;i style=""&gt;,&lt;/i&gt; seorang kawan pernah berujar setengah berpromosi, &lt;i style=""&gt;“It’s a must place to visit!” &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Artinya, soto gebraak di kedai itu wajib dicicipi dan dikudapi. Jika ada waktu luang, cobalah Anda mampir ke sana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkrongan warungnya memang tidak mewah-mewah amat. Sederhana saja layaknya warung-warung soto kebanyakan. Daya tampungnya pun paling hanya cukup untuk 50-an orang. Meja sajinya yang berjejer memanjang terbuat dari kayu biasa. Sementara, kursinya dari plastik seperti umumnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak berpendingin udara, hawanya tidak membikin badan berbasah-basah alias gerah. Bagian depan yang cukup terbuka--hanya ditutup kain besar bertuliskan “Soto Gebraak Jaya Mulya--membuat sepoi angin bebas masuk ke ruangan kedai ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dindingnya banyak dihiasi foto-foto si-empunya warung bersama artis ibukota seperti Mamiek Srimulat, Ferdy Hasan, Rebecca Tumewu, sampai sang diva Krisdayanti. “Ini foto-foto saat rumah makan dipakai syuting atau kadang saya diundang ke stasiun TV untuk &lt;i style=""&gt;ngomongin&lt;/i&gt; Soto Gebraak,” ungkap lelaki asal Kediri ini membuka obrolan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski soto gebraaknya kerap nongol di televisi, bukan berarti tampilannya harus bermewah ria. Cak Anton terbilang &lt;i style=""&gt;keukeuh&lt;/i&gt; mempertahankan kesederhanaan kedainya itu. Menciptakan suasana kaki lima merupakan idealisme Cak Anton sedari awal. Maklum, target pasar yang dibidiknya memang golongan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menengah ke bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, rumah makan &lt;i style=""&gt;gedongan&lt;/i&gt; yang ber-AC kerap membikin ciut nyali para pembeli. Walhasil, mereka pun enggan mampir. Nah, kendati kedai Soto Gebraak terbilang sederhana, namun kaum bermobil pun terlihat bernafsu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengunjunginya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah berbincang dengannya, tiba-tiba, sebuah mobil mewah buatan Jepang parkir persis di depan kedai Soto Gebraak. Sepasang suami istri terlihat turun dari mobilnya. Obrolan ringan antar mereka pun terdengar samar saat itu. “Akhirnya sampai juga di Soto Gebraak, nasi soto dua,” ujar si istri yang belakangan ketahuan ternyata mereka datang dari Pluit, Jakarta Utara.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, “Braak...!” Suara gebrakan itu keras terdengar dari meja pramu saji yang kebetulan tepat berada di depan suami istri tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sontak, keduanya pun kaget dan terbengong beberapa saat. “Kalau jantungan bisa mati nih,” ujar sang istri bergurau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa gerangan? Ternyata, sembari menyiapkan racikan sotonya, si pelayan memang sengaja menggebrakkan pantat botol kecap di atas papan kayu. Tumpukan mangkuk yang diletakkan di atasnya pun ikut berdenting. Tak ayal, suara gebrakan itu makin menganggetkan pendengarnya. “Tenang, itu memang ciri khas Soto Gebraak. B&lt;span style="color:black;"&gt;agi yang mendengar, senyum boleh, marah jangan,” kata Cak Anton sembari tertawa kecil. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita unik yang ia alami berkaitan dengan gebrakan di rumah makannya. Mulai dari didamprat ibu-ibu yang kaget, sampai serunya suasana restoran kalau ada pelanggan yang latah. Bahkan tak jarang, latahan yang keluar adalah kata-kata “jorok” yang tidak pantas ditulis di sini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan ini juga yang kemudian mengundang rasa penasaran orang-orang di luar Jakarta. Tak heran, banyak orang daerah yang datang di akhir pekan menganjurkan Cak Anton untuk membuka cabang di kota mereka. Namun sampai sekarang, Cak Anton yang menjalankan usaha bersama istri dan ketujuh anaknya belum berencana mengekspansi bisnisnya ke luar Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran itu datang bukan hanya karena para pelanggan kangen dengan suara gebrakan. Tapi juga untuk menghilangkan kerinduan terhadap kelezatan soto buatan Cak Anton. Sesuai dengan mereknya, “Soto Gebraak Jaya Mulya” memang menawarkan berbagai macam soto, ada soto daging sapi, sato ayam, soto babat, soto jeroan, dan soto daging sapi campur ayam (dikenal dengan nama soto combi alias soto kombinasi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga makanan khas Jawa Timur, rawon. Soto dan rawon bisa dimakan dengan nasi ataupun lontong. Berbagai &lt;i style=""&gt;snack&lt;/i&gt; pun ditawarkan, ada sate usus, sate telor, sate ati empela, sate empal, perkedel, dan telor asin. Sementara makanan pendamping nan renyah, emping dan krupuk, bisa jadi teman makan Anda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan Soto Gebraak terletak pada taburan poya di atasnya. Bumbu khusus ini terdiri dari tumbukan kerupuk udang dan bawang putih. Dengan perbandingan satu banding satu. Alhasil, terciptalah rasa soto yang pas. Gurih dan segar. Apalagi bila dimakan dengan nasi putih hangat bertabur bawang goreng nan harum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, para tamu “meracik” dulu sotonya sebelum dimakan. Ada yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; menambahkan kecap manis, sambal biji, atau perasan jeruk nipis segar ke dalamnya. Nikmat sekali! “Kemarin saya lihat liputan Soto Gebraak di televisi, makanya saya ke sini. Ternyata memang benar enak. Segar!,” tutur Lili, pelanggan “Soto Gebraak Jaya Mulya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain orang “biasa”, artis pun sering &lt;i style=""&gt;nongkrong &lt;/i&gt;di sana. Sebut saja pelawak Grup Srimulat. Dulu almarhum Subagyo, kini Tessy, Basuki dan pelawak lain sering ke sana. Menurut Cak Anton, dalam sehari ia bisa menjual 200 mangkuk soto di setiap rumah makannya. “Paling ramai itu jam makan siang kantor, dan Minggu pagi juga ramai karena banyak yang pulang olahraga lalu makan soto di sini,” ungkap Cak Anton.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, diperlukan sekitar empat ekor ayam plus 30 kilo daging sapi di setiap rumah makannya. Sementara beras bisa habis satu karung. Dengan harga jual Rp10.000 per mangkuk soto plus nasi, silakan hitung sendiri perkiraan pendapatan di lima rumah makan Cak Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kesuksesan Cak Anton dengan gebrakan sotonya tentu tidak datang begitu saja. Kisah pria kelahiran Kediri diawali dengan kepindahannya ke Jakarta. Dengan bermodal uang tiga juta hasil berhutang dengan sanak saudara, ia “memarkir” gerobak Soto Gebraak ala kaki lima di Jalan Setiabudi, Jakarta Pusat pada tahun 1973. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, gebrakan soto Cak Anton mulai dikenal orang. Anak-anak muda &lt;i style=""&gt;gaul&lt;/i&gt; di akhir tahun 70-an sering &lt;i style=""&gt;nongkrong&lt;/i&gt; di sana untuk &lt;i style=""&gt;ngebrik&lt;/i&gt;. Alhasil bisnis sotonya pun maju dan Cak Anton pada tahun 1980 berhasil mengumpulkan uang untuk mengontrak sebuah kios di Jalan Setiabudi. “Saya buka kios karena &lt;i style=""&gt;bosen ngadepin&lt;/i&gt; Kamtib. Gusur sana, gusur sini,” cetus pria berumur 60 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dulu uang tiga juta bisa untuk mengontrak selama dua tahun. Tapi sekarang, ia musti merogoh koceknya lebih dalam karena biaya kontraknya menjadi Rp15 juta per tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Sampai sekarang, kios di Jalan Setiabudi menjadi pusat “Soto Gebraak Jaya Mulya”. Selain di sana, ada cabang di Tebet, Margonda Raya, Kalibata Raya dan Bumi Serpong Damai. Untuk masing-masing rumah makan, Cak Anton mempekerjakan 12 sampai 15 orang pegawai. Selain itu, kini usahanya melebar ke bisnis&lt;i style=""&gt; catering, &lt;/i&gt;dengan pemesanan minimal 200 mangkuk. Menurut pria yang orang tuanya juga berdagang soto ini, dalam sebulan ada dua sampai tiga pemesanan &lt;i style=""&gt;catering&lt;/i&gt; untuk pesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesan &lt;i style=""&gt;catering&lt;/i&gt; pun bebas memilih. Mau pake gebrakan ayo saja, tanpa gebrakan pun &lt;i style=""&gt;ok&lt;/i&gt;. Pesta yang mengharapkan gebrakan khas Cak Anton, biasanya pesta untuk anak muda. Sementara itu, menurut Cak Anton, di jaman kepresidenan Gus Dur, sotonya pernah dipesan untuk acara yang dihadiri presiden dan para menteri. Alhasil, gebrakan sama sekali dilarang di pesta tersebut. “Katanya akan mengganggu menteri-menteri dan ketentraman lingkungan,” ujarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nama Soto Gebraak yang bisa berhembus masuk istana kepresidenan adalah bukti kesuksesan Cak Anton. Gerobak kaki lima yang menjelma jadi lima rumah makan soto adalah buah manis yang berasal dari bibit kesabaran dan kerja kerasnya. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Menggebrak itu dilarang&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain karena kelezatan rasa sotonya, Soto Gebraak Jaya Mulya memang dikenal dengan gebrakannya yang keras dan memekakkan telinga. Bagaimana awal mula munculnya nama Soto Gebraak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dulu, ketika masih membuka usaha kaki lima, Cak Anton menemukan kesulitan bila harus memanggil anak buahnya untuk melayani pelanggan yang baru datang. Keadaan tersebut membuahkan kekreatifan. Botol kecap pun jadi “korban” eksekusi idenya. Ia memutuskan untuk menggebrakkan botol kecap di atas gerobak kayunya, setiap kali ada pelanggan yang datang. “Biar setiap melayani dan mau memanggil anak buah &lt;i style=""&gt;nggak pake&lt;/i&gt; teriak-teriak,” ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sejak saat itu lah usahanya dikenal dengan nama Soto Gebraak. Unik memang. Tak heran kini banyak yang datang ke rumah makannya untuk memenuhi rasa penasaran. Sayangnya, keunikan tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengusaha soto yang menggunakan merek Soto Gebraak tanpa seizin Cak Anton.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh karena itu sekitar enam tahun lalu Cak Anton membeli hak paten merek Soto Gebraak. Menurutnya, walau sudah dipatenkan, di Bandung pernah sampai dua kali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merek rumah makannya ditiru orang. “Tapi saya selesaikan dengan kekeluargaan,” ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nah, jadi kalau saat ini Anda melihat merek Soto Gebraak, patut dikonfirmasi dulu. Benarkah itu Soto Gebraak Jaya Mulya milik Cak Anton? Karena nama bisa sama, tapi rasa dan gebrakan dijamin beda. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8142627129549282797?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8142627129549282797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/digebraak-baru-enak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8142627129549282797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8142627129549282797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/digebraak-baru-enak.html' title='Digebraak Baru Enak'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlYorAbBFpI/AAAAAAAAAEU/RNpJ2iGD4Bs/s72-c/soto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-5688787480517202738</id><published>2009-07-09T23:28:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T23:35:47.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Aman Berinternet Banking</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlYcJSSS1YI/AAAAAAAAAEM/ZjatHfRyxZY/s1600-h/inter+banking.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 152px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlYcJSSS1YI/AAAAAAAAAEM/ZjatHfRyxZY/s200/inter+banking.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356499752656754050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IT"&gt;Layanan perbankan yang semakin cepat dan mudah tanpa memakan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IT"&gt; waktu lama kini menjadi kebutuhan nasabah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Salah satu solusi pelayanan tersebut adalah melalui fasilitas internet banking. Untuk melayani nasabah sekaligus menjaga loyalitas mereka, kini, dunia perbankan berlomba-lomba mengembangkan fitur-fitur internet bankingnya selengkap mungkin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IT"&gt;Internet banking merupakan fasilitas yang diberikan kepada nasabah untuk melakukan transaksi perbankan melalui internet. Praktiknya, nasabah perbankan bisa mengajukan aplikasi serta melakukan transaski kapan saja dan dimana saja mereka berada. Dengan PC komputer rumahan, Notebook atau telepon genggam yang berfasilitas internet, nasabah bisa langsung melakukan transaski internet banking tanpa keluar ruangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IT"&gt;Jika Anda ingin mendapatkan fasilitas tersebut, syarat paling awal adalah Anda wajib menjadi nasabah bank yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Ini artinya, Anda harus membuka minimal satu rekening di bank tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bisa berupa tabungan, giro, valas, kartu kredit dan sebagainya. Setelah itu, Anda cukup mengisi &lt;i style=""&gt;form&lt;/i&gt; aplikasi layanan internet banking bank bersangkutan dengan menyertakan bukti diri, buku tabungan berikut nomor rekening yang Anda miliki sebagai verifikasi data. Berikutnya, petugas akan memprosesnya dan Anda tinggal menunggu &lt;i style=""&gt;approvaln&lt;/i&gt;ya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Umumnya, layanan internet banking tidak dikenakan biaya. Namun untuk transaksi tertentu seperti pemindahbukuan antar bank dan transaksi pembayaran antar bank maka pihak bank biasanya mengenakan &lt;i style=""&gt;charge &lt;/i&gt;tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Nah, hal pertama kali yang harus Anda lakukan saat mengakses layanan internet banking adalah Anda wajib memastikan apakah Anda sudah memiliki perangkat lunak dan perangkat keras yang dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt; Perangkat paling standar yang bisa Anda gunakan untuk mengakses internet banking tersebut adalah PC Pentium 133 Mhz atau lebih tinggi, modem internet 28.8 kbps atau 56 kbps dan &lt;i style=""&gt;Operation System Windows&lt;/i&gt; 98 atau Windows yang lebih tinggi lagi kemampuannya. Sementara untuk perangkat lunaknya Anda bisa menggunakan Sistem Operasi Windows 95, Windows Microsoft Internet Explorer 4.01 atau Nestcape Communicator 4.04.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;Hal kedua yang wajib diperhatikan adalah Anda harus mengecek ulang apakah Anda sudah memiliki nomor registrasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan nomor PIN yang Anda peroleh saat mengisi form aplikasi. Setelah semuanya oke, Anda bisa langsung mengakses alamat &lt;i style=""&gt;website&lt;/i&gt; atawa &lt;i style=""&gt;homepage &lt;/i&gt;bank dimana Anda menjadi nasabahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;Setelah Anda berhasil mengunjungi situs yang Anda maksud, hal berikutnya adalah pembuatan user ID dan password. Caranya gampang, di halaman tersebut pasti sudah tersedia pilihan atau option untuk memasukkan nomor registrasi dan PIN registrasi. Tugas Anda adalah tinggal mengetik nomor-nomor tersebut. Selanjutnya, Anda tinggal mengikuti perintah yang tersedia untuk membuat PIN serta password sesuai dengan keinginan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;Jika sudah beres, Anda bisa menjelajahi fitur-fitur transaksi yang tersedia di internet banking tersebut. Umumnya, fitur yang dipajang adalah pengecekan saldo rekening, pemindahan bukuan baik intern bank maupun antar bank, pembayaran tagihan listrik, telepon, air, pengisian ulang ponsel serta pembayaran kartu kredit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Soal keamanan, Anda tak perlu khawatir. Kenapa? Para penyedia fasilitas internet banking ini umumnya sudah menggunakan aplikasi sistim pengamanan berstandar internasional. Sebagai contohnya saja, sistim pengamanan yang sering digunakan saat ini adalah International Internet Standard Security SSL 3.0 dengan metode 128 bit enkripsi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;SSL 3.0 merupakan sistim pengamanan yang paling aman saat ini dalam mengkodekan data melalui Internet&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Security plugins-nya dipasang secara otomatis saat nasabah mengaksesnya pertama kali. Prosedur umum sistim pengamanan ini adalah dengan memasukkan user ID dan PIN registrasi setiap kali melakukan login ke internet banking.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Oleh sebab itu, Anda jangan sampai lupa nomor-nomor penting tersebut.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;Jika terjadi sesuatu segeralah menghubungi layanan customer service bank bersangkutan untuk meminta bantuan atau konfirmasi lebih lanjut mengenai hal-hal yang Anda alami sehubungan dengan layanan internet banking bank tersebut. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;Selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak Anda inginkan, sebaiknya, hindari mengakses internet banking dari fasilitas umum seperti warung internet. Kenapa, perangkat komputer di tempat tersebut umumnya rentan terjangkit virus komputer yang berakibat merusak program serta berpotensi membatalkan akses yang Anda lakukan. Karena itu, Anda harus waspada, bisa jadi, ada program lain yang sengaja dibuat untuk membaca apa saja yang Anda tulis. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Risikonya adalah &lt;i style=""&gt;cyber crime&lt;/i&gt; yang tak pernah Anda duga. ***&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-5688787480517202738?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/5688787480517202738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/aman-berinternet-banking.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5688787480517202738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5688787480517202738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/aman-berinternet-banking.html' title='Aman Berinternet Banking'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlYcJSSS1YI/AAAAAAAAAEM/ZjatHfRyxZY/s72-c/inter+banking.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-1996866141957999429</id><published>2009-07-09T16:14:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T16:23:52.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Dikemas Agar Lebih Menarik</title><content type='html'>&lt;p  class="Default" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="trebuchet ms" class="Default"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlW2pidTacI/AAAAAAAAAEE/9DfZzQ9HiWo/s1600-h/kemasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlW2pidTacI/AAAAAAAAAEE/9DfZzQ9HiWo/s200/kemasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356388156567677378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Produk-produk ekspor dalam negeri masih terkendala oleh masalah pengemasan. Pe&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;laku &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ind&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;ustri harus gigih berinovasi agar lebih dilirik &lt;i style=""&gt;buyers&lt;/i&gt; di negara tujuan ekspor. Kemasan fleksibel bisa menjadi alternatif yang layak dicoba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="Default"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Pada sebuah kesempatan, Philips Glaeser, ekpertis &lt;span style=""&gt;International Business Network Development Expert&lt;/span&gt; dari Jerman, menyampaikan, kegiatan ekspor dalam negeri---terutama di kelompok usaha kecil menengah (UKM)---masih terkendala oleh masalah pengemasan. Lantaran itu, daya saing produk-produk ekspor yang berasal dari republik ini pun kurang &lt;i style=""&gt;greget&lt;/i&gt; di manca negara. Padahal, logikanya&lt;i style=""&gt; simple&lt;/i&gt; saja. Produk unggulan ekspor konon bakal lebih dilirik &lt;i style=""&gt;buyers&lt;/i&gt; (di luar negeri-red) jika memang dikemas secara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;apik dan higenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Sejatinya, pemerintah dan pihak-pihak terkait juga sudah berupaya mendorong pelaku ekspor untuk terus menerus melakukan inovasi produk dan kemasannya agar lebih &lt;i style=""&gt;marketable&lt;/i&gt;. Berbagai informasi ihwal pelatihan dan proses teknis pengemasan sebenarnya kini lebih mudah diperoleh. Baik melalui lembaga pemerintah, maupun mengakses secara langsung via internet maupun media-media komunikasi lainnya. Cuma memang, kendala klasik seperti lemahnya modal membikin para pelaku ekspor di kelompok &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;UK&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;M kerepotan mengemas produk unggulannya secara maksimal. Di titik inilah barangkali, mereka perlu sentuhan yang riil dari pihak-pihak terkait. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Tapi, sebelum ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, ada baiknya pelaku ekspor berikhtiar dulu mencari tahu seluk beluk pengemasan itu sendiri. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, sekadar menyegarkan ingatan kita kembali, secara praktis, pengemasan merupakan bagian rangkaian proses pengiriman produk (barang) dari produsen menuju ke &lt;i style=""&gt;end user&lt;/i&gt;. Tapi tentu saja, produk yang dimaksud sudah terkemas dengan baik. Isi (kuantitas-red) dan kualitas produknya pun harus terjamin dengan baik pula. Lalu, bagaimana sebetulnya kaidah kemasan yang baik dan memenuhi standar pasar itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Sekurang-kurangnya, kemasan yang baik itu memenuhi empat hal sebagai berikut; satu, kemasan yang dimaksud harus mampu mewadahi produk yang dilempar ke pasar ekspor. Dua, kemasan juga harus dapat melindungi produk dari berbagai macam gangguan. Baik dari goncangan atau tekananan ketika pengangkutan, cuaca, maupun gangguan-gangguan teknis dan nonteknis lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Tiga, secara fisik, kemasan harus menarik sehingga memiliki nilai jual lebih terhadap produk yang dikemas. Empat, dari sisi ekonomis, biaya-biaya untuk proses pengemasan secara keseluruhan hendaknya masih dalam rentang yang wajar dan relatif terjangkau oleh produsen. Di titik ini, tentu saja produsen perlu menghitung betul berapa ongkos yang harus mereka keluarkan. Sehingga, hasilnya pun sesuai dengan keinginan. Jangan sampai besar pasak ketimbang tiangnya. Semua &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g tentu tak menghendaki hal yang demikian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Karena itu, sebelum memraktikkannya di lapangan, produsen hendaknya terus meningkatkan pengetahuan dan wawasannnya seputar pengemasan. Selanjutnya, mereka juga perlu memahami betul &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ihwal fungsi, kegunaan, dan jenis kemasan yang &lt;i style=""&gt;cucok &lt;/i&gt;dipakai untuk mengemas produk-produknya. Dan, sekali lagi, agar lebih hemat dan efisien, produsen hendaknya cakap menghitung berapa biaya pengemasan yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. &lt;i style=""&gt;Dus&lt;/i&gt;, mereka juga harus mampu membuat perencanaan yang matang. Agar, semua proses pengemasan tepat pada kegunaannya, biaya yang dianggarkan, dan juga waktu yang telah ditentukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="Default"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="Default"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;&lt;b style=""&gt;Kemasan Fleksibel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt;&lt;i style=""&gt;Nah,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="isi1"&gt; di industri pengemasan, ada satu pengemasan yang boleh dibilang cukup mafhum dipraktikkan para produsen. Pengemasan fleksibel, demikian istilahnya. Secara sederhana, pengemasan fleksibel dipahami sebagai bentuk kemasan (pengemasan-red) yang bersifat fleksibel. Secara fisik, bentuk kemasan fleksibel dibuat dengan alamunium foil, &lt;/span&gt;film plastik, selopan, film plastik berlapis logam aluminium (&lt;i style=""&gt;metalized &lt;/i&gt;film), dan kertas berlapis dengan atau tanpa bahan &lt;i style=""&gt;thermoplastic&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan tentu saja, bahan-bahan utama tersebut dikombinasi dengan bahan pendukung lainnya seperti perekat (pelapis konstruksi kemasan-red) dan sebagainya. Bentuk kemasan ini bisa berupa lembaran, kantong, &lt;i style=""&gt;sachet,&lt;/i&gt; maupun bentuk-bentuk lainnya. Untuk memenuhi fungsinya dengan baik, bahan-bahan tersebut memang dapat dibentuk dalam berbagai berbagai kombinasi. Misalnya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dibentuk sebagai &lt;i style=""&gt;multi layer&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;diextrusion&lt;/i&gt; dengan resin plastik, &lt;i style=""&gt;polyethilen, polypropylene, eva&lt;/i&gt;, dan sebagainya. Alhasil, proses tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi satu kesatuan yang lebih sempurna dan pas untuk produk bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-indent: 0.25in;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada perkembangannya dewasa ini, pengemasan fleksibel kian kerap digunakan untuk mengemas berbagai jenis produk, baik yang bersifat padat maupun cair. Karena sifatnya yang fleksibel tersebut, kemasan ini pun belakangan sering dipakai untuk menggantikan kemasan rigid maupun kemasan kaleng. Secara ekonomis, kabarnya, kemasan fleksibel memang relatif lebih irit dan mudah, khususnya lagi, ketika proses &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;handling &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dilakukan.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adatnya, dalam proses produksinya, pengemasan fleksibel lebih banyak menggunakan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dari kertas. Boleh dibilang, kertas merupakan salah satu material kemasan fleksibel yang cukup penting, &lt;i style=""&gt;essential&lt;/i&gt;. Terlebih lagi, spirit dan visi tentang kemasan produk ramah lingkungan dewasa ini makin diperhatikan awam dan konsumen. Karena itu pula, asumsinya ke depan, penggunaan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kertas untuk kemasan fleksibel bakal terus meningkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekadar informasi saja, untuk kemasan fleksibel, ada berbagai macam jenis kertas yang kerap digunakan. Tentunya, pemakaiannya berdasarkan atas sifat dan aplikasi tertentu. Di wilayah tersebut, kertas dibagi dalam dua klasifikasi yang luas, yakni, &lt;i style=""&gt;cultural papers&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;fine paper&lt;/i&gt; (misalnya; &lt;i style=""&gt;printing paper, litho paper, artpaper&lt;/i&gt;) dan &lt;i style=""&gt;industrial paper&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;coarse papers&lt;/i&gt; (misalnya; &lt;i style=""&gt;kraft paper, manila paper, glassine paper, grease-proof paper&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Kraft paper&lt;/i&gt;, misalnya. Karena sifatnya yang kuat, di pengemasan fleksibel, kertas jenis tersebut kerap digunakan sebagai bahan dasar untuk &lt;i style=""&gt;shopping bag&lt;/i&gt;. Selain itu, kertas jenis ini juga sering dipakai untuk bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembuat &lt;i style=""&gt;multiwall shipping bag&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nah, bahan kertas yang juga banyak digunakan untuk kemas fleksibel adalah &lt;i style=""&gt;glassine &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;grease proof paper&lt;/i&gt;. Secara fisik, bahan kertas umumnya memiliki kekuatan dan tekstur yang khas. Sehingga, dari tampilannya, pengemasan fleksibel dari bahan kertas boleh dibilang mempunyai karakter dan sifat yang khusus. Kekhususan tersebut bukan karena penambahan zat &lt;i style=""&gt;additif&lt;/i&gt;, tapi memang lantaran sifat dari kertas itu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain kerta, aluminium foil menempati posisi yang penting dalam produksi pengemasan fleksibel. Bahan tersebut sering digunakan karena memang memiliki &lt;i style=""&gt;barriers&lt;/i&gt; yang memuaskan juga penampilan yang bagus. Foil yang sering digunakan dalam pengemasan fleksibel biasanya memiliki ketebalan antara 6 mikron sampai dengan 150 mikron, baik untuk &lt;i style=""&gt;soft temper&lt;/i&gt; maupun &lt;i style=""&gt;hard temper&lt;/i&gt;. Sementara, umumnya, untuk kepentingan kemas fleksibel foil, ketebalan yang biasa digunakan kurang dari 25 mikron. Seperti halnya kertas, bentuk-bentuk kemasan fleksibel dengan almunium foil juga dapat di kustomisasi sedemikian rupa sesuai keinginan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelebihan yang ada di almunium foil antara lain tidak berbau, tak ada rasa, tak berbahaya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;higenis, dan tak mudah membuat pertumbuhan bakteri serta jamur. Selain itu, alumunium foil juga mampu memroteksi cahaya, &lt;i style=""&gt;moisture,&lt;/i&gt; dan oksigen dengan cukup baik. Namun, dewasa ini, karena harga yang cukup mahal, aplikasi kemasan fleksibel dengan aluminium foil kerap disaingi oleh penggunaan &lt;i style=""&gt;metalized aluminium film&lt;/i&gt;. Sekali lagi, produsen memang harus cermat menentukan biaya produksi yang mereka butuhkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="Default"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Informasi Produk Juga Penting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam dunia pengemasan, ada hal lain yang juga tak kalah penting selain bahan kemasan. Apa itu? Pengemasan, apa pun jenis dan bahannya juga membutuhkan unsur cetak di dalamnya. Maksudnya, di setiap kemasan, produsen sangat perlu membubuhkan sejumlah informasi yang tercetak pada tiap kemasan yang diproduksi. Informasi tersebut harus sesuai dengan kondisi barang (produk) yang dikemas di dalamnya. Sekadar informasi, unsur cetak tersebut tentu mengandung maksud dan tujuan. Apa saja? Satu, sebagai wahana promosi. Unsur cetak yang dikombinasi dengan desain yang menarik merupakan bahan promosi. Tentu, kemasan yang disertai unsur tulisan tercetak dengan ornamen desain yang eye catchy akan lebih menarik ketimbang kemasan yang polos-polos saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-indent: 0.25in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dua, sebagai medium informasi. Unsur cetak di kemasan sejatinya menginformasikan tentang keadaan barang yang ada dalam kemasan. Informasi dapat berupa jumlah, berat, macam, warna, rasa dan masa berlaku sehingga masyarakat langsung dapat mengetahui keadaan barang dalam kemasan tanpa membuka terlebih dahulu. &lt;span style=""&gt;Tiga, s&lt;/span&gt;ebagai pelindung. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu kemasan memerlukan pelindung dari segala macam perlakuan, baik selama proses produksi maupun dalam proses ekspedisi. Empat, sebagai pengaman. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dengan mencantumkan kode khusus dalam kemasan, misalnya, konsumen diharapkan dapat mengetahui soal keaslian produk yang dikemas tersebut. Kalau perlu, produsen dapat menggunakan tinta &lt;i style=""&gt;security&lt;/i&gt; agar agar produknya tidak dapat dipalsukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-1996866141957999429?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/1996866141957999429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/dikemas-agar-lebih-menarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1996866141957999429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/1996866141957999429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/dikemas-agar-lebih-menarik.html' title='Dikemas Agar Lebih Menarik'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlW2pidTacI/AAAAAAAAAEE/9DfZzQ9HiWo/s72-c/kemasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-5974924819881940049</id><published>2009-07-08T02:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-28T14:38:45.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Lilin Pengorek Kuping</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlOnNT9Bv-I/AAAAAAAAAD8/KaIjcNVSKrQ/s1600-h/candle.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlOnNT9Bv-I/AAAAAAAAAD8/KaIjcNVSKrQ/s200/candle.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355808229010030562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berbagai keluhan penyakit yang bersumber dari telinga sembuh dengan terapi ini. Lilinnya, spesial didatangkan dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:black;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap akhir pekan, pelataran parkir di sekitar Apotek Harapan Indah, komplek pertokoan Harapan Indah, Jelambar, Jakarta Barat, terlihat penuh sesak oleh kendaraan. Mobil dan motor berplat nomor ibukota dan sekitarnya tampak memadati lahan parkir yang disediakan pengelola komplek. Uniknya, pengunjung yang datang dan mengantri saat itu tidak untuk menebus obat tapi malah berobat, lo?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Benar juga ternyata. Pada penghujung minggu beberapa pekan lalu, seorang bule asal Texas, Nevada, Amerika Serikat, yang belakangan ketahuan bernama Michael W. Kort, memasuki ruangan praktek sembari bersungut-sungut memegangi telinganya. Pria yang sudah 18 tahun tinggal di Indonesia ini terus mengomel soal penyakit kuping yang dideritanya. “Hampir dua tahun pendengaran saya berkurang,” selorohnya kepada pengunjung yang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mike—begitu panggilan akrabnya---yang saat itu ditemani istrinya mengaku sudah berkali-kali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) di Jakarta. Sayang, hasilnya selalu nihil. Manajer perusahaan yang bergerak di bidang &lt;i style=""&gt;gas conditioning technology&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini tetap saja mengidap “budi” alias &lt;i style=""&gt;budeg-budeg&lt;/i&gt; dikit. Akibatnya, kondisi itu cukup mengganggu profesinya yang menuntut bertemu banyak orang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mike pun ingin sembuh total. Lantaran itu, dia terus berobat ke sana kemari. Dari satu dokter ke dokter yang lain. Sampai pada suatu hari, sang istri membaca artikel tentang &lt;i style=""&gt;ear candle therapy&lt;/i&gt; di sebuah media massa. Ini adalah sebuah terapi untuk mengurangi sekaligus menyembuhkan berbagai keluhan penyakit telinga dengan menggunakan lilin atawa &lt;i style=""&gt;earwax&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejurus kemudian, sang istri pun menyarankan suaminya untuk mencobanya. Awalnya, Mike&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menampik terapi semacam itu. Tapi akhirnya, ia luluh juga. Pria yang bekerja di Q.B. Johnson Manufacturing Inc, Oklohama, Amerika, ini lantas mengunjungi Ear Candle Center&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;milik Susana Budiman tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memang betul, kok. Persis di belakang Apotek Harapan Indah itulah, wanita asal Manado, Sulawesi Utara, ini membuka prakteknya. Kini, sudah hampir empat tahun ibu yang berprofesi sebagai apoteker merangkap terapis ini melakukan praktek &lt;i style=""&gt;ear candle therapy&lt;/i&gt; tersebut. Awalnya, Susana memang tidak langsung membuka prakteknya itu secara umum. “Dulu, dicoba dari keluarga, sopir, pembantu lalu baru ke orang lain,” ungkap David Elim, Public Relation and Assistant Ear Candle Center.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah khasiatnya terbukti dan pasien mulai bertambah, Susana pun memberanikan diri untuk mengenalkan terapi yang notabene baru dikembangkan di Amerika tahun 1996 ini. Nah, awal 2003, istri kontraktor yang terkenal ramah ini pun membenahi tempat prakteknya dan menambah ranjang untuk si pasien. Dari yang semula satu tempat tidur, berlanjut menjadi 3 unit. Lalu, bertambah lagi menjadi 6 unit dan sekarang sudah mencapai 10-an unit tempat tidur. “Kami merintisnya dari kecil,” celetuknya sembari mengurusi pasien-pasiennya di ruang praktek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melihat cara Susana mengobati pasiennya, ternyata, cukup simpel dan tidak rumit seperti yang dibayangkan orang. Perlengkapan dan peralatannya pun tidak sebarek seperti di ruang operasi pada umumnya. Cukup dengan ranjang, alat diteksi dinding dan gendang telinga ( seperti lampu khusus dari Jerman-&lt;i style=""&gt;red&lt;/i&gt;), lilin khusus yang berlubang ditengahnya, dan kertas karton yang berfungsi sebagai penampang sekaligus pelindung telinga,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terapi ini sudah bisa dilakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, sebelum menjalani terapi, pasien biasanya diperiksa lebih dulu dengan alat diteksi khusus tadi. Dengan alat tersebut, pasien bisa diditeksi apakah telinganya sehat atau tidak. Jika ditemukan infeksi, umumnya, lorong telinga si pasien terlihat memerah karena peradangan. Efek rembetannya bisa mengenai saraf telinga. Akibatnya, seseorang yang menderita infeksi seperti itu bisa terkena sinusitis. “Ingat, hidung, tenggorokan dan telinga selalu ada koneksinya,” imbuh David. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berikutnya, setelah tahap awal selesai, pasien langsung bisa memulai terapi. Biasanya, pasien dianjurkan untuk tidur dalam posisi miring agar lubang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lilin bisa masuk ke telinga si pasien. Tapi sebelumnya, pasien ditetesi semacam cairan yang berfungsi melunakkan kotoran yang mengeras di dalam telinga. Umumnya, untuk pertama kali terapi, pasien membutuhkan paling tidak 6 batang lilin. “Tiga di kanan dan tiga di kiri,” terang Susana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenapa harus begitu, lilin pertama melembutkan kotoran, lilin kedua menarik kotoran dan yang ketiga membersihkan sisa kotoran yang masih hinggap di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liang telinga. Waktu yang dibutuhkan untuk satu batang lilin sekitar 15 menit. Jadi, untuk serangkaian terapi dari awal hingga kelar, Anda cukup meluangkan waktu selama 1 jam - 1,5 jam. “Untuk terapi awal, ini akan lebih maksimal,” tandasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prinsip kerja terapi &lt;i style=""&gt;ear candle&lt;/i&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terang David, terletak pada perbedaan suhu dan tekanan. Ketika ujung atas lilin dibakar, maka suhu akan naik. Menurut hukum fisika, jika suhu naik maka tekanan turun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang terjadi, ujung lilin yang masuk ke telinga bertekanan tinggi sementara di ujung yang satunya bertekanan rendah. Tekanan selalu bergerak dari tinggi ke rendah. Nah, proses kerja &lt;i style=""&gt;ear candle&lt;/i&gt; seperti &lt;i style=""&gt;vacum cleaner&lt;/i&gt;. Menyedot ke atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama terapi, pasien bakal merasakan kehangatan nyala lilin yang kemudian mengalir ke telinga. Rasa hangat tersebut berfungsi merelaksasi gendang telinga. Efek yang kerap terjadi, si pasien biasanya tertidur. Pasien yang mengidap insomnia pun bisa tertidur pulas. Nah, pada kasus insomnia yang parah sekalipun, terapi ini ternyata cukup manjur menguranginya. “Si pasien tidak perlu lagi minum obat segala macam,” imbuh David berpromosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak hanya itu, ear candle yang terbuat dari kain linen berkualitas tinggi serta berlapis sarang lebah kualitas terbaik ini juga mengandung aroma terapi yang menenangkan. Didalam lilin ini tedapat zat &lt;i style=""&gt;addictive&lt;/i&gt; seperti &lt;i style=""&gt;camomile&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;sage.&lt;/i&gt; Kedua zat tersebut fungsinya lebih untuk merelaksasi pasien selama menjalani terapi &lt;i style=""&gt;ear candle&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sayang, lilin khusus untuk terapi kuping dengan kualitas bagus belum mampu diproduksi di dalam negeri. Karena itu, Susana mengaku masih harus mendatangkannya khusus dari Amerika. &lt;i style=""&gt;Earwax &lt;/i&gt;buatan Amerika diyakininya memang lebih bagus dan manjur untuk terapi. Bahan dan kandungannya terbukti ampuh selama ini. Setiap dua minggu sekali, Susana harus mengorder sebanyak minimal 1000 batang &lt;i style=""&gt;earwax&lt;/i&gt;. “Kalau cuma sedikit, sayang ongkos kirimnya,” ujarnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut beberapa pasien yang pernah berobat di tempat ini, terapi &lt;i style=""&gt;ear candle&lt;/i&gt; diyakini mampu menyembuhkan berbagai keluhan penyakit yang bersumber dari telinga seperti migrain, sakit kepala, vertigo, susah tidur atau insomnia, pendengaran berkurang sampai penyakit congek. Dan kabarnya, selama hampir empat tahun terakhir, lebih dari 3000-an pasien dengan gangguan penyakit tersebut berhasil disembuhkan dengan terapi ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, ngomong-ngomong, Mike ternyata adalah satu dari ribuan pasien yang telah membuktikan ampuhnya terapi lilin ini. Setelah hampir 5 kali bolak-balik melakukan  &lt;i&gt;ear candle therapy&lt;/i&gt;, maaf, bule Amerika yang terditeksi mengidap congek ini ternyata bisa sembuh total. Pendengarannya pun kini pulih seperti sedia kala. &lt;i&gt;Wualah&lt;/i&gt; Mike, kenapa jauh-jauh ke Indonesia, bukannya &lt;i&gt;ear candle&lt;/i&gt; berasal dari Amerika?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kulit Jagung Pencahar Congek&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika Anda berkenan, ucapkan terima kasih kepada Bangsa Indian Kulit Merah. Kenapa, alkisah, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;ear candle therapy&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; awalnya diciptakan oleh Bangsa Indian Kulit Merah di Benua Amerika. Konon ceritanya, untuk mengobati gangguan pendengaran termasuk congek ketika itu, mereka menggunakan kulit jagung. Bahan terapi dari tumbuh-tumbuhan tersebut dilinting sedemikian rupa hingga berwujud selongsong yang menyerupai lilin. Tapi sebelumnya, selongsong kulit jagung itu dilumuri sarang lebah. Setelah mengering, kulit jagung itu lalu dibakar sebagai alat terapi telinga.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nah, panas yang dihasilkan pada ujung selongsong kulit jagung itu diyakini menyedot kotoran dan virus yang menempel pada dinding telinga. Alhasil, menurut cerita, si congek pun sirna entah ke mana.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-5974924819881940049?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/5974924819881940049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/mengorek-kuping-dengan-lilin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5974924819881940049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/5974924819881940049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/mengorek-kuping-dengan-lilin.html' title='Lilin Pengorek Kuping'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlOnNT9Bv-I/AAAAAAAAAD8/KaIjcNVSKrQ/s72-c/candle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-2321993655634483764</id><published>2009-07-08T02:20:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T11:20:49.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><title type='text'>Ketep Pass</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlOh-3s855I/AAAAAAAAAD0/_vQfOd1I0wc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 195px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlOh-3s855I/AAAAAAAAAD0/_vQfOd1I0wc/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355802483350103954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Jalan yang dilal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ui&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; memang cukup mendaki. Namun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;, sesampainya di tempat itu, hawa segar dan panorama indah bakal langsung menyergap Anda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; memang menawarkan pengalaman gahar sekaligus segar.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Magelang, 10 Febuari 2001. Dari kelamnya malam hingga adzan subuh menggema. Dini hari itu, denting jam juga belum genap &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kali. Ketika itu, bumi terlelap dalam damai. Penduduk di lereng Merapi pun masih asyik melepas lelahnya. Syahdan, menjelang subuh, suara gemuruh tiba-tiba membahana. Merobek keheningan yang semula menyelimuti warga. Beberapa saat kemudian, awan panas bersuhu 1000 derajat celcius pun menyembur ke udara. Sesuatu telah terjadi.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Suara gemuruh dan awan panas itu menjulang menembus langit gelap di atas puncak Merapi. Lalu, bersama udara pagi yang dingin, bebunyian dahsyat itu diangkut menerjang pendengaran penduduk di sekitar lereng gunung tersebut. Suara gemuruh itu sungguh memekakan telinga. Dengan separuh kaget, penduduk pun terbangun dan berhamburan keluar rumah. Mereka kemudian saling berkumpul sebagai penyaksi. Gunung Merapi tengah beraksi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Bongkah-bongkah batu segede rumah yang dimuntahkan dari puncak Merapi semakin menambah seram suasana. Warnanya memang masih merah membara. Arah lemparannya pun tidak menentu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang jauh, ada pula yang dekat-dekat saja. Bisa dibayangkan, bagaimana kalau batu-batu itu menimpuk kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Pemandangan seperti itu belumlah usai. Tepat pukul 05.00 pagi, lahar panas yang masih menyala perlahan meleleh dari puncak Merapi. Dari kejauhan, lelehan lahar itu memang terlihat lamban. Namun, bila ditengok lebih dekat, lajunya lumayan kencang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Gelombangnya mampu menyapu apa saja yang menghalanginya. Longsoran lahar itu melahirkan suara yang menderu dan guncangan yang hebat di sekitarnya. Sungguh,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemandangan indah yang mencekam. Sesaat berlalu, kentongan yang bergelantungan di pos ronda pun dipukul bertalu-talu. Penduduk sekitar hafal betul. Itu pertanda, marabahaya bakal datang menghampiri. Dan, mereka harus mengungsikan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Tiba-tiba, suasana yang tadinya gelap gulita itu spontan terang benderang. Tak lama setelah itu, terdengar suara ribut orang-orang bergegas meninggalkan tempatnya. Riuh rendah situasi saat itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Tapi, ternyata, sumber kegaduhan itu berasal dari puluhan penonton yang beranjak keluar dari Keteb Volcano Theater (KVT), bioskop mini di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berjadwal rutin memutar dokumentasi meletusnya Merapi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun silam. Sekedar informasi saja, film dokumenter andalan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berdurasi 22 menit ini berjudul &lt;i style=""&gt;Napas Bumi Merah&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Memang, di akhir pekan atau hari libur tiba, bioskop ber-&lt;i style=""&gt;seat&lt;/i&gt; VIP dan berkapasitas 50 &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g ini selalu dipadati pengunjung. Diantara beberapa objek wisata yang berada di Keteb Pass, KVT terbilang paling digemari &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;wis&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;atawan. Selain tiketnya murah, ruangan bioskopnya pun cukup nyaman dengan pendingin ruangan yang sejuk. Kabarnya, dari KVT saja, pemerintah Kabupaten Magelang mampu mengantongi lebih dari Rp10 juta setiap bulannya. Di hari-hari besar, angka itu bisa membengkak dua kali lipatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Nah, selain KVT, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; yang bertengger di ketinggian 1.130 meter di atas permukaan laut ini masih memiliki objek wisata yang lain. Gardu pandang adalah salah satu lokasi yang juga cukup diminati pengunjung &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass.&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; Di tempat itu, Anda bisa melepas pandang seluas-luasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Lereng Merapi yang membiru terkena sinar matahari hingga ke pucuknya yang tampak memutih berselimut abu gunung bisa Anda pelototi sepuas-puasnya persis di Gardu Pandang tersebut. Cuma sayang, tidak setiap saat Anda beruntung mendapati pemandangan yang sedap dan indah. Ketika cuaca terang tidak berkabut, gunung aktif berketinggian 2.968 meter ini bakal terlihat utuh dan betul-betul elok di pelupuk mata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Andai berdiri di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, hamparan lembah dan palung pegunungan yang menghijau tipis bakal mengisi penuh ruang panorama Anda. Kebun jagung, tanaman cengkih dan pepohonan teras sering yang tertata rapi seperti mengingatkan kita pada barisan tentara berseragam hijau loreng yang siap berlatih di perbukitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Di gardu pandang, hawa dingin yang sepoi-sepoi juga bakal selalu menemani. Seperti tak mengenal lelah, ia akan senantiasa membelai lembut tubuh Anda detik demi detik. Nah, di saat &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;saya&lt;/span&gt; menikmati suasana alam yang menyegarkan itu, seorang wisatawan manca yang sedari tadi duduk bersebelahan seperti tak kuasa menahan kekagumannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sembari memandangi Merapi yang berdiri gagah di depannya, pria berusia 27 tahun ini pun berceloteh penuh suka cita. “Pengalaman ini baru pertama kali, sungguh menakjubkan. Saya akan kembali suatu hari nanti,” seloroh Dick Van Kavellen, turis asal Belanda di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Gardu&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Pandang&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;, beberapa waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Kelar menikmati pemandangan di tempat itu, rasa lelah pun mulai mendera di sekujur tubuh. Beruntung, beberapa gazebo juga balai-balai berpayon seperti payung sudah tersedia di tempat wisata yang diresmikan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro&lt;/span&gt; tiga tahun lalu ini. Boleh dibilang, gazebo di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; cukup nyaman buat disinggahi barang sejenak. Apalagi, ditemani secangkir kopi hangat. Wah, klop betul rasanya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alhasil, saya pun melangkahkan kaki ke selter peristirahatan tersebut. Tinggal jalan sejenak, kok. Anda dan juga keluarga pun bisa berleha-leha sambil menghirup udara segar sedalam-dalamnya di gazebo tersebut. Melepas lelah sembari menyantap bekal dari rumah atau jagung bakar yang dijual di lokasi itu bakal menjadi momen yang tak terlupakan. “Mirip di Puncak &lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;, tapi di Keteb, kita bisa lihat Merapi lebih dekat,” celetuk Cendri, pengunjung as&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;al &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;datang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersama keluarganya saat itu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, bagi yang ingin melakukan kegiatan rekreatif lainnya, permainan bola sodok---yang berada tepat di atas KVT dan menyatu dengan rumah makan---sepertinya layak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anda jajal di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sambil mengudapi sajian menu yang ditawarkan, Anda bisa melakukan beberapa kali &lt;i style=""&gt;break shot&lt;/i&gt; di tempat itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Barangkali saja, permainan bola sembilan malah bisa mengusir kepenatan sebelum melanjutkan perjalanan atau pulang ke rumah. ***&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Etape&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak sulit, kok, mengunjungi &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass.&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Objek wisata ini terletak di dataran tinggi Keteb, Desa Keteb, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Jika dari Jogja atau &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;entery point&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-nya berada di daerah Blabak, Kabupaten Magelang. Perjalanan dari Blabak menuju &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; menempuh jarak sekitar 18 km. Waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;jelajahnya tidak lebih dari satu jam. Sepanjang rute ke lokasi, hamparan permadani sawah bakal menjadi lukisan hidup yang mendamaikan hati. Jalanan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;hotmic&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; yang halus memang lebih banyak yang lurus. Namun, ada kalanya berkelok di beberapa lokasi. Seperti perjalanan ke dataran tinggi lainnya, etape yang Anda lalui memang cukup mendaki. Karena itu, Anda perlu pasang mata dan waspada. Namun, kalau Anda menikmati betul rutenya, asyik juga, loh, ternyata. Sepanjang jalan, atmosfir pedesaan bakal membingkai indah petualangan Anda di &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Nah, tak terasa ‘&lt;/span&gt;&lt;st1:state style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Keteb&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Pass&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; sepertinya sudah menanti Anda tepat di persimpangan jalan menuju ke Boyolali. Itu, ada di depan &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: trebuchet ms;" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Tinggal satu kelok lagi, lalu, ambil kiri!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-2321993655634483764?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/2321993655634483764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/keteb-pass.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2321993655634483764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2321993655634483764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/keteb-pass.html' title='Ketep Pass'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SlOh-3s855I/AAAAAAAAAD0/_vQfOd1I0wc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-7964098856734802929</id><published>2009-07-03T14:30:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T11:31:17.774+07:00</updated><title type='text'>Mengalir</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sk20qBN1gjI/AAAAAAAAADM/UOg0Nfsa54M/s1600-h/sungai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sk20qBN1gjI/AAAAAAAAADM/UOg0Nfsa54M/s200/sungai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354134165987361330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidup kami seperti air di sungai,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari mata air di pegunungun, menuruni lembah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu, melewati sungai dan anak-anak sungai di bawahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidup kami seperti air di sungai,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengikuti arus, menerjang bebatuan, berputar di pusaran, dan sesekali meresap ke dalam tanah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidup kami seperti air di sungai,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang mengaliri sawah, juga, menumbuhkan hidup dan kehidupan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di sekitarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidup kami seperti air di sungai,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Yang bermuara ke samudera, menuju hidup yang hakiki&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidup kami seperti air di sungai…&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;(Batavia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, akhir Juni 2007)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-7964098856734802929?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/7964098856734802929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/mengalir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7964098856734802929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7964098856734802929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/mengalir.html' title='Mengalir'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Sk20qBN1gjI/AAAAAAAAADM/UOg0Nfsa54M/s72-c/sungai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-2157003801225762416</id><published>2009-07-02T17:09:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T13:29:26.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tajuk'/><title type='text'>Kepala Suku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkyIuvIcb5I/AAAAAAAAADE/N7Do7mB4KSI/s1600-h/Geronimo+2mirror.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkyIuvIcb5I/AAAAAAAAADE/N7Do7mB4KSI/s200/Geronimo+2mirror.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353804393543921554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Kalau Anda pernah membaca kisah atau pesan Geronimo (pemimpin Chiricahua, salah satu kelompok Suku Apache di akhir abad XIX-red) kepada anaknya, barangkali, kalau setuju, Anda bakal termenung lalu mengangguminya. Kepada sang anak, Geronimo yang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;bernama asli &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Gojyalka ini, berpesan, sebagai lelaki, dia haruslah tangguh, pemberani, tanggung jawab, cinta kepada gunung dan hutan (alam-red), juga berbuat sebaik-baiknya ketika dibutuhkan sesama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Sebagai kepala suku, Geronimo merupakan legenda klasik yang tak pernah mati. Spirit dan perjuangannya mempertahankan “tanah mardikan” dari agresi sekaligus aneksasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) di dekat perbatasan Meksiko kini menjadi catatan tebal sepanjang sejarah. Hanya dengan 35 orang pasukan, konon, Geronimo kerap memukul mundur ratusan kavaleri AS&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; jenderal dan kapten pasukan AS pun tak jarang dibikin malu. Sampai-sampai, beberapa ada yang mengundurkan diri lantaran merasa gagal memburu Geronimo. Hutan dan gunung memang menjadi sahabatnya saat berperang. Geronimo paham betul bagaimana harus &lt;i style=""&gt;survive&lt;/i&gt; di alam terbuka. Termasuk salah satunya, memakan pohon kaktus hanya untuk bertahan hidup. Itulah &lt;i style=""&gt;power&lt;/i&gt; dan spirit yang dimiliki Geronimo. Kendati dicap sebagai pemberontak oleh AS, tapi, bagi kaumnya, Geronimo adalah seorang pahlawan, pejuang tangguh yang sejati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, di zaman modern sekarang, boleh jadi, tidak banyak &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g yang mewarisi spirit sang kepala suku itu. Zaman yang berubah, membuat &lt;st1:city st="on"&gt;oran&lt;/st1:city&gt;g lupa akan hakekat perjuangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Membikin &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g jauh dari kata-kata pengorbanan yang tulus. Zaman yang maju malah membuat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g berbuat atas dasar pamrih, bukan ikhlasan. Perputaran dinamika hidup manusia modern kian mengendurkan daya &lt;i style=""&gt;survive &lt;/i&gt;mereka dari waktu ke waktu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Karena itu, di era sekarang, dimana semua hal harus direspons secara aktif dan cepat, juga, disikapi secara bijak dan arif, sebetulnya, kita butuh sosok “kepala suku” yang tangguh, tegas, pemberani, dan tentu saja, bertanggung jawab. Kepala suku itu bisa di lapisan mana saja. Mulai dari tingkat rukun tetangga, rukun warga, kecamatan, kotamadya, hingga republik ini. Di wilayah organisasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; maupun asosiasi institusi dan profesi, figur-figur pemimpin seperti itu masih sangat diperlukan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Bersyukur, pada usianya yang makin matang sekarang, Perbanas masih dikomandani oleh sosok “kepala suku” yang tegas, tangguh, pemberani, dan bertanggung jawab. Suara aklamasi segenap anggota yang bergema pada Kongres Perbanas ke-XVII yang baru lalu kembali mengukuhkan Sigit Pramono sebagai Ketua Umum Perbanas Periode 2009-2012. Tentu, bukan tanpa alasan para anggota menaruh kepercayaan kepadanya. Pada masa dan kondisi di zaman sekarang, sosok Sigit Pramono memang memenuhi prasyarat dan kebutuhan organisasi Perbanas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Memang, setelah ini, perjuangan Perbanas untuk menjadi mitra sejajar bagi segenap &lt;i style=""&gt;stakeholders&lt;/i&gt; dan otoritas di negeri ini bukanlah hal yang mudah. Tentu saja, butuh spirit dan &lt;i style=""&gt;effort &lt;/i&gt;yang luar biasa dari seorang pemimpin berikut pengurus lembaga ini. Karena itu, membangun fundamental dan struktur organisasi yang jelas menjadi agenda yang penting. Tidak itu saja. Meningkatkan proses serta intensitas komunikasi, baik internal maupun eksternal, juga merupakan aktivitas strategis yang harus dipraktikkan secara sungguh-sungguh oleh segenap elemen di Perbanas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Pada tiga tahun mendatang dan seterusnya, kepemimpinan asosiasi ini mendapat &lt;i style=""&gt;mandatory &lt;/i&gt;kongres terakhir untuk segera mempercepat proses &lt;i style=""&gt;enhancement &lt;/i&gt;dari sederet &lt;st1:city st="on"&gt;tanta&lt;/st1:city&gt;ngan, baik di &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ind&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;ustri perbankan maupun di Perbanas. Ihwal intermediasi, manajemen risiko, Arsitektur Perbankan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; (API), Arsitektur Teknologi Perbankan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; (ATPI), implementasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Basel&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, hubungan kelembagaan, pengembangan SDM perbankan, dan cita-cita mulia Perbanas menjadi organisasi tunggal bank-bank di Tanah Air adalah sederet &lt;i style=""&gt;mandatory&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, sebagai anggota asosiasi ini, tiba saatnya kita mengalirkan dukungan penuh &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kepada pemimpin dan pengurus terpilih. Langkah strategis ke depan yang mengakomodasi kepetingan segenap anggota dan organisasi wajib disokong secara serempak oleh semua pihak. Aktualisasi dan eksistensi Perbanas yang semakin menguat di tengah dinamika perekonomian nasional merupakan arah dan tujuan konkret yang harus selalu didukung segenap anggota. Karena, tanpa itu, seorang pemimpin tidak akan mampu memperjuangkannya seorang diri. Geronimo, tanpa 35 orang pasukan dibelakangnya juga tak bakal melegenda seperti sekarang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-2157003801225762416?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/2157003801225762416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/kepala-suku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2157003801225762416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2157003801225762416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/kepala-suku.html' title='Kepala Suku'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkyIuvIcb5I/AAAAAAAAADE/N7Do7mB4KSI/s72-c/Geronimo+2mirror.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-3855110193092283114</id><published>2009-07-02T10:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-03T17:06:33.694+07:00</updated><title type='text'>Yang Terkasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skwuw5mQVGI/AAAAAAAAAC0/C6t0fTE9xbw/s1600-h/woman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 76px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skwuw5mQVGI/AAAAAAAAAC0/C6t0fTE9xbw/s200/woman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353705474666550370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;yang ada tak selalu ada, tapi, yang ada selalu bisa terasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;oleh hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;oleh jiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dan juga oleh wirasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hadirnya kadang tak menentu waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tapi, sekali ini, ijinkan aku menyentuhmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dengan hatiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dengan jiwaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dengan rasa sayangku padamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-3855110193092283114?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/3855110193092283114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/yang-terkasih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3855110193092283114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3855110193092283114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/yang-terkasih.html' title='Yang Terkasih'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skwuw5mQVGI/AAAAAAAAAC0/C6t0fTE9xbw/s72-c/woman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-4495977880495598270</id><published>2009-07-02T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T13:31:39.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpektif'/><title type='text'>Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkwmqSVe1rI/AAAAAAAAACs/2VPtcQphUnw/s1600-h/moon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 99px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkwmqSVe1rI/AAAAAAAAACs/2VPtcQphUnw/s200/moon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353696564954977970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Malam datang menepati janjinya. Ketika matahari condong ke ufuk barat, malam seperti memberi pertanda. Hari ini, dia akan datang lagi. Menjemput jiwa-jiwa yang lelah. Membelai mereka dengan redup sinar dan dinginnya udara. Melantukan tembang sayup-sayup yang lelap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bukan rintihan hati. Bukan pula kisah yang menyayat. Malam tak pernah seperti itu. Ia selalu menunaikan kewajibannya dengan sepenuh hati. Tak bertepi untuk meminta pamrih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Malam diutus sang Khalik sebagai sekeping waktu diantara dua keping waktu hidup ini. Adalah saat untuk merebahkan raga. Menyandarkan beban di pundak. Dan, membangun mimpi-mimpi indah yang abadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Malam adalah kerabat yang tak pernah lelah mendengar dengkur dan ocehan ngelindur manusia yang papa. Malam juga tak mengantuk ketika menemani sang tuan dan nyonya yang asyik bergumul di atas ranjang yang empuk. Hingga, mereka tak sadar, kenangan demi kenangan yang terajut adalah perjuangan sang malam yang tak kenal ampun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Malam membuncahkan kedamaian bagi jiwa-jiwa yang merindu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Senandung lirih batin yang merintih juga doa-doa kaum ibu mengalir deras ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;malam melewati relung hati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Malam yang dihiasi bintang yang bergelantungan adalah lukisan alam. Sinar bulan yang temaram tepat di atas kepala seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sahabat yang malu-malu memberikan tawaran untuk berbagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Malam, bintang dan rembulan yang membaur, adalah harmoni kehidupan yang telah tertulis dalam takdir. Namun, malam bukan patung es yang larut dalam perih yang mendera. Ia teguh dalam mengarungi bahtera. Karena, ia tunduk dan patuh pada satu kuasa, illahiah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sungging senyum selalu merekah ketika malam telah menunaikan kewajibannya. Mengantar manusia-manusia papa pada keping hidup yang berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Hingga, mereka menorehkan sapuan warna-warni hidup yang bermakna. Dan, bukan guratan-guratan luka yang menganga. Di pengujung waktu saat matahari mulai condong, malam pun kembali bersiap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Menanti jiwa-jiwa yang kotor karena laku duniawi sesiang tadi. Ia merelakan waktunya untuk membasuhnya. Hingga, putih bersih dan tak bernoda. Mengembalikan kesucian hati yang selalu dirindukan oleh setiap manusia di seluruh sudut bumi tempat kita berpijak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;(Batavia, akhir Juni 2007)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-4495977880495598270?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/4495977880495598270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4495977880495598270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4495977880495598270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/malam.html' title='Malam'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkwmqSVe1rI/AAAAAAAAACs/2VPtcQphUnw/s72-c/moon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-4311054442650720150</id><published>2009-07-02T09:52:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T13:30:42.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><title type='text'>Senandung di Pulau Sunyi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkwiQDvdUoI/AAAAAAAAACk/h7zTgwfxzu4/s1600-h/burung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 193px; height: 108px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkwiQDvdUoI/AAAAAAAAACk/h7zTgwfxzu4/s200/burung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353691716314288770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepanjang kaki melangkah menuju tengah hutan, burung-burung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; penghuni Pu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;la&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;u Rambut terus bersenandung. Mereka berkicau sesuka hati. Di te&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ngah sunyi hutan yang rindang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;DEDAUNAN hijau pohon akasia dan lamtoro melambai-lambai seirama dengan embusan angin. Ombak bergulung kecil menerjang batas pantai pulau yang tidak berpenduduk itu. Gelombang samudra yang menyapu perlahan hingga ke tepian pantai seolah menyambut kedatangan para petualang yang hendak menikmati keindahan pulau tersebut. Wajah pulau itu menakjubkan. Teduh, kendati dipapar mentari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu menapak pasir putih di ujung dermaga yang menjorok ke daratan, rasa lelah dan gerah yang sedari tadi menemani lenyap seketika. Tergantikan sejuknya embusan angin pantai yang menelusup ke dalam koloni vegetasi rindang di dalam hutan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salam sapa pulau—yang berstatus suaka margasatwa sejak 1999—ini begitu menyejukkan hati. Setiap orang pasti terpesona memandang lukisan alam di pulau yang berjarak 3 kilometer (km) dari Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, ini. Sungguh, betapa damainya di seberang sana. Itulah Pulau Rambut. Terletak di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pulau ini terdiri atas 45 hektare (ha) daratan dan 45 ha perairan. Di seantero pulau tumbuh berbagai jenis flora dan fauna. Semua habitat di sana berkembang secara alamiah. Karena tak berpenduduk, hampir sebagian besar wilayah di pulau ini berupa hutan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pulau Rambut memiliki tiga formasi vegetasi hutan. Satu, hutan pantai; dua, hutan &lt;i&gt;mangrove&lt;/i&gt;; dan, tiga, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hutan sekunder. Masing-masing hutan memiliki teritori dan garis demarkasi tersendiri sesuai dengan fungsi dan manfaatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hutan pantai, misalnya. Hutan yang memiliki ketebalan sekitar 20 meter dengan luas 1,82 ha ini terletak di bagian selatan dan timur Pulau Rambut. Vegetasi yang tumbuh di lingkar luar hutan ini didominasi pohon akasia. Maklum, pada 1984, hutan pantai banyak ditanami jenis akasia tersebut, selain lamtoro. Tujuannya, melindungi pulau beserta hutan di dalamnya dari sapuan angin dan hempasan gelombang laut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain kedua jenis pohon pelindung tadi, di bagian hutan pantai yang berpasir, Anda bisa menemukan tumbuhan semak, perdu, dan rerumputan. Daun barah atau &lt;i&gt;Ipomoea pes-caprae&lt;/i&gt;, rumput lari-lari, gelang laut, sundel malam, babakoan, seruni, rumput tembagan, pohon ketapang, dan pandan adalah sederet nama vegetasi tersebut. Sedangkan, di daerah pasang surut, Anda bisa menyaksikan waru laut, cemara laut, entong-entongan, dan bidara yang tumbuh berkerumun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di hutan mangrove yang memiliki areal seluas 13,26 ha dan terletak di bagian timur melingkari pulau hingga ke bagian timur laut, utara, dan barat laut, Anda bisa melihat berbagai jenis pohon yang rata-rata tingginya 8 meter hingga 10 meter. Di bagian utara yang berdekatan dengan pantai, tumbuhan &lt;i&gt;Rhizophora mucronata&lt;/i&gt; tumbuh subur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin ke dalam, koloni tumbuhan tersebut bercampur dengan &lt;i&gt;Ceriops tagal&lt;/i&gt; yang notabene mendominasi bagian barat hutan mangrove di pulau itu. Sayang, kelestarian hutan mangrove di wilayah ini sedikit terganggu. Karena, pada 2002 silam, areal hutan seluas 0,5 ha rusak tanpa sebab yang pasti. Tidak hanya itu. Hutan &lt;i&gt;mangrove&lt;/i&gt; seluas 7,7 ha di bagian timur laut pulau ini juga mengalami kerusakan yang cukup mengenaskan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untungnya, pulau ini masih mempunyai areal yang ditumbuhi pepohonan rindang nan menjulang di hutan sekunder. Jika ingin menyaksikan rimbunnya hutan tersebut, Anda harus berjalan hingga ke tengah pulau. Pasalnya, hutan sekunder ini terletak persis di bagian tengah Pulau Rambut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kicau di Tengah Pulau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saat menyusuri jalan setapak di Pulau Rambut, Anda bakal merasakan betapa besar karunia Tuhan kepada umat-Nya. Anda bisa lebih dekat dengan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang menghuni hutan tersebut. Menjamah dedaunan dan mendengarkan kicauan ribuan burung yang bersahutan. Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di dalam hutan seluas 19,73 ha ini, vegetasi umumnya didominasi tanaman yang tingginya mencapai 20 meter hingga 30 meter. Di antaranya, pohon kepuh, kresek, dan kedoya. Anda juga bisa melihat berbagai tumbuhan lain secara langsung, seperti kesambi, ketapang, bintaro, kiribut, permot, mengkudu, soka hutan, melinjo, asam jawa, sawo kecik, bunga kupu-kupu, dan pepaya. Tanaman merambat, seperti gambir laut, oyot ubi, dan sundel malam atawa &lt;i&gt;Ipomoea longiflora&lt;/i&gt;, turut pula menghijaukan hutan sekunder ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, begitu Anda memasuki jalan setapak dari bibir pantai menuju tengah hutan, atmosfer sekitar pun berubah. Suasana pantai yang semula cerah disertai embusan angin semilir memudar dan digantikan riuh rendah kicauan burung-burung. Maklum, mereka inilah penghuni tetap hutan sekunder di Pulau Rambut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari sekitar 61 spesies burung yang hidup di sana, burung-burung air dicap sebagai penduduk tetap pulau itu. Burung jenis ini biasanya menetap sepanjang tahun. Menurut catatan Flora Fauna Internasional Indonesia, saat ini, kira-kira ada 26 jenis burung air bermukim di Pulau Rambut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika puncak musim berbiak (Januari-Agustus), lebih dari 20.000 burung air bersarang di Pulau Rambut. Burung-burung seperti kuntul, cangak, pecuk, pecuk ular, kowak malam, bangau, dan ibis tercatat sebagai koloni burung air yang rutin berkembang biak di sana. Pulau Rambut juga merupakan satu-satunya lokasi berbiak bagi populasi bangau bluwok di Pulau Jawa. Menurut kabar, burung jenis ini terancam punah di dunia dengan status rentan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang menarik lagi, pada waktu-waktu tertentu, pulau ini terkadang dikunjungi jenis burung migran, seperti sikatan emas, alap-alap walet, dan bubut pacar jambul.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alhasil, suasana pulau ini terlihat semakin ramai dan riuh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pulau Rambut memang surganya burung-burung. Sepanjang kaki melangkah menuju tengah hutan, burung-burung penghuni pulau itu terus bersenandung. Berkicau sesuka hati. Berbagai nada dan timbre&lt;i&gt; &lt;/i&gt;pun terdengar bersahutan menyemarakkan suasana hutan yang sebetulnya hening. Begitulah cara koloni &lt;i&gt;aves&lt;/i&gt; ini menjalin komunikasi antarsesama, berkicau dan terus berkicau. Sepanjang hari. Hingga matahari meredup di lembayung sore yang beranjak gelap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-4311054442650720150?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/4311054442650720150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/kicau-burung-di-pulau-sunyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4311054442650720150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/4311054442650720150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/kicau-burung-di-pulau-sunyi.html' title='Senandung di Pulau Sunyi'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkwiQDvdUoI/AAAAAAAAACk/h7zTgwfxzu4/s72-c/burung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-7643911415972742053</id><published>2009-07-01T17:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-02T17:34:00.596+07:00</updated><title type='text'>Trust</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skwzr2_b1cI/AAAAAAAAAC8/wUTuw28XPVk/s1600-h/trust.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skwzr2_b1cI/AAAAAAAAAC8/wUTuw28XPVk/s200/trust.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353710885625648578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;au Anda sepakat, kepercayaan merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan ini. Dengan kepercayaan, konon, manusia bakal mampu bertahan hidup, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;melanggengk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;an hubungan, mencapai tujuan, meraih kesuksesan, dan seterusnya. Tapi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentu saja, manusia tak bisa hanya mengandalkan kepercayaan &lt;i style=""&gt;doang &lt;/i&gt;dalam mengarungi dinamikanya di bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maksudnya demikian. Sisi-sisi lain yang dimiliki manusia hendaknya juga harus dibangun dan terus diperkaya. Direkonstruksi sedemikian rupa untuk melengkapi elemen penting yang disebut tadi. &lt;i style=""&gt;Skill &lt;/i&gt;(kemampuan teknis dan nonteknis), sikap, kompetensi, dan kejujuran, idealnya harus senantiasa ditingkatkan levelnya dari hari ke hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam kehidupan nyata, kekuatan yang dikandung oleh sebuah kepercayaan diamini banyak pihak kerap mendatangkan manfaat dan safaat bagi siapa saja yang meyakininya. Dengan kepercayaan pula, manusia bisa saling membantu, tolong menolong, juga bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Rasa-rasanya, hidup ini akan lebih &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ind&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;ah jika memang, kepercayaan dan rasa saling mempercayai itu menjadi nafas sekaligus ruh dari setiap hubungan yang dibina. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, masih segar dalam ingatan belum lama ini. Pengetatan likuiditas akibat turbulensi keuangan global dalam praktik di lapangan memang sempat membikin tensi kepercayaan dan rasa saling mempercayai di kalangan bank-bank maupun bankir naik turun. Perasaan khawatir, was-was, dan seterusnya, seolah-olah menyelebungi benak dan sanubari sejumlah bank di Tanah Air. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam semesta bank besar dan bank kecil, antara satu bank dengan bank lainnya, rasa percaya dan mempercayai itu terasa makin luruh. Kian menipis ketebalannya. Akibatnya, pengetatan likuiditas yang dialami oleh bank-bank kecil beberapa waktu lalu sempat menjadi polemik yang “menggantung” di awang-awang. Mereka (bank-bank kecil-red) kabarnya kesulitan mencari fulus dan dana segar. Namun, sayang, bank-bank yang berkelebihan likuiditas seperti adem ayem saja melihat kondisi itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apalagi, dengan muncul kasus Bank Century, kemudian, disusul Bank IFI beberapa waktu lalu. Di antara pelaku bisnis bank mencuat krisis kepercayaan satu sama lain. Alhasil, pasar uang pun mengalami kelesuan untuk beberapa saat belakangan. &lt;i style=""&gt;Dus,&lt;/i&gt; bisa kita tebak kemudian, kalau berlarut-larut, kondisi yang demikian itu bisa melahirkan kondisi yang kurang sehat dan kondusif bagi kinerja perbankan secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi, harap maklum adanya. Dalam situasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang serba tak menentu seperti sekarang, prinsip kehati-hatian---yang dipraktikkan kalangan perbankan, termasuk para bankir tentu saja---memang serasa lebih diintensifkan. Barangkali, krisis kepercayaan antarbank juga antarbankir yang melanda pentas perbankan nasional beberapa waktu lalu sejatinya lebih didorong oleh sikap yang &lt;i style=""&gt;prudent&lt;/i&gt; tersebut. Jadi, boleh dibilang, bukan lantaran sentimen ini dan itu. Yang tendensius dan bersifat emosional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimanapun, kita perlu menyadari akan satu hal. Belajar dari pengalaman krisis sebelas tahun silam, bank tentu tidak mau kecolongan, kebobolan, atau apa pun istilahnya yang di kemudian hari malah berpotensi mengganggu stabilitas kinerja dan keuangan bank yang bersangkutan. Dalam konteks tersebut, bank memang harus berhitung secara rasional. Juga, wajib menimbang betul risiko-risiko yang berpotensi muncul ke permukaan. Satu sisi, bank memang harus demikian. Dan, itu sah adanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun, jika kita kembali ke mukadimah di atas, kepercayaan dan saling mempercayai, sekali lagi, sangat dibutuhkan. Kepercayaan ibarat fondasi yang penting untuk sebuah dinamika. Apa pun dinamika itu. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, boleh percaya, boleh tidak, rasa percaya yang tinggi konon bisa memunculkan energi positif yang tak pernah kita duga sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu, perlu kiranya dunia perbankan dan para bankir menaruh kembali rasa percaya dan saling mempercayai yang pernah surut itu pada tingkat semula. Dengan begitu, harapannya, tak ada lagi polemik yang menggantung. Dinamika bisnis perbankan pun bakal lebih cair dan bergairah lagi di kemudian hari. Bagaimanapun, kepercayaan merupakan hal yang mampu melekatkan berbagai kutub untuk melangkah bersama, saling membantu, juga bersinergi untuk menciptakan keseimbangan dalam sebuah dinamika. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-7643911415972742053?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/7643911415972742053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/trust.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7643911415972742053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7643911415972742053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/07/trust.html' title='Trust'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skwzr2_b1cI/AAAAAAAAAC8/wUTuw28XPVk/s72-c/trust.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-3803507964823786828</id><published>2009-07-01T13:10:00.000+07:00</published><updated>2009-07-02T17:29:18.588+07:00</updated><title type='text'>The Wisdom Leader</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skr-CDG_0cI/AAAAAAAAABs/qqb0DvsyiK0/s1600-h/Yin-Yang-2_small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 156px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skr-CDG_0cI/AAAAAAAAABs/qqb0DvsyiK0/s200/Yin-Yang-2_small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353370418231103938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Memimpin organisasi tidak cukup dengan logika. Sentuhan spiritual ternyata cukup m&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;njur untuk menggerakkan organisasi. Kearifan salah satunya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alkisah, di sebuah pojok &lt;i style=""&gt;coffe shop&lt;/i&gt; ternama di ibu kota, seorang pria muda bercerita. Banoe, demikian sapaan akrab lelaki itu. Usut punya usut, ternyata, Banoe bekerja di sebuah institusi publik yang cukup punya nama di negeri tercinta ini. Di lembaga itu. dia berkarir di bagian riset dan pengembangan di divisi &lt;i style=""&gt;human resource&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt;). Setiap pagi, Banoe terbilang rajin membuka situs berita dan meriset perkembangan terakhir soal manajemen &lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selebihnya, dia bergelut dengan setumpuk buku, makalah, dan berbagai literatur teoretis lainnya. Maklum, &lt;i style=""&gt;main job&lt;/i&gt;-nya memang menyusun kajian dan laporan ihwal &lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt;. Sekali tempo, Banoe bersama rekan-rekan satu timnya juga mengemas konsep pelatihan. Baik untuk karyawan yang baru masuk, maupun yang sudah cukup lama bekerja. Tidak itu saja, dia juga aktif berkirim surat elektronik ke beberapa koleganya untuk sekadar meng-&lt;i style=""&gt;update&lt;/i&gt; kondisi terakhir proyek-proyek yang sedang digarapnya bersama tim. Itu mukadimah kisahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejurus kemudian, sembari menyeruput &lt;i style=""&gt;moccacino,&lt;/i&gt; Banoe melanjutkan ceritanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Awalnya, saat bergabung dengan bagian &lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt;, Banoe oke-oke saja. Rasanya nyaman juga aman. Tugas-tugasnya rampung pada tenggat yang telah ditentukan bosnya di kantor. Tidak itu saja, rupanya. Hasil kerjanya juga sempurna. Materi dan penyajiannya pun terbilang oke. Komplet lagi. Berkarya bersama rekan-rekan satu timnya merupakan &lt;i style=""&gt;moment&lt;/i&gt; yang indah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekali lagi, awalnya, kebersamaan dan kekompakan menjadi napas timnya. Setiap hari, selalu lahir ide dan semangat baru. Komunikasi antarkaryawan berjalan lancar. Begitu pula dengan atasan, mengalir seperti air. Seperti tak ada dusta di antara mereka. Kapan pun, di mana pun, Banoe bisa mengobrol langsung dengan bosnya. Sayang, itu dulu. Dan itu sudah berlalu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belakangan, suasana dinamis nan hangat itu seperti meredup. Akhir-akhir ini, Banoe sangat jarang menemukan &lt;i style=""&gt;moment &lt;/i&gt;seperti dulu lagi. Kehangatan yang menyelimuti &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;bagiannya dari hari ke hari makin beku. Sekat-sekat komunikasi mulai tumbuh di sudut-sudut ruang. Hampir tak ada lagi tempat untuk mengobrol santai. Tugas-tugas pun dikerjakannya dalam suasana yang hambar. Komunikasi yang awalnya mulus, sekarang cenderung formal dan kaku. Serbacanggung jadinya. Ini pula yang memicu timbulnya semangat kerja yang tak seperti dulu lagi. Lantas apa yang sebetulnya terjadi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cerita punya cerita, pergantian bos yang terjadi beberapa bulan lalu berujung pada suasana kerja yang kurang mengenakkan itu. Belakangan, Banoe tak lagi menemukan sosok pemimpin yang membumi. Pemimpin yang mampu memberi teladan. Pemimpin yang visioner. Bos yang mengayomi dan juga komandan yang arif serta mampu memotivasi kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bayang-bayang pemimpin seperti itu sirna seiring dengan pergantian tampuk pimpinan. Alhasil, etos dan budaya kerja di lingkungannya menukik tajam hingga derajat yang paling dasar. Tensinya pun tak seperti dulu lagi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasukan di bagiannya pun seolah kocar&lt;b&gt;-&lt;/b&gt;kacir. Seperti bekerja sendiri-sendiri. Kerja tim sudah seperti menjadi bayang-bayang hidup yang tak terjamah telapak tangan. Padahal, dalam kondisi seperti apa pun, roda organisasi harus terus berjalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Memang, dalam konteks organisasi, ke mana pun afiliasinya, sosok pemimpin hingga detik ini masih menjadi salah satu faktor penting menuju kesuksesan organisasi. Harus diakui, figur pemimpin yang berkharisma, membumi, dan patut diteladani memang satu kebutuhan yang idealnya harus dipenuhi. Namun, kenyataan terkadang membilang hal yang lain. Sosok pemimpin seperti itu seperti hanya ada di awang-awang. Tidak gampang digapai. Juga, tidak mudah didapatkan. Dari sisi intelektualitas, mungkin, bejibun banyaknya. Tapi, dari segi spiritual---dalam konteks yang luas---pemimpin yang berkarakter seperti itu boleh dibilang bisa dihitung dengan jari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Merujuk pada kata ”membumi”---yang secara alamiah merupakan sifat dasar pemimpin yang diidam-idamkan banyak pihak---sejatinya, kata itu memiliki unsur spiritual yang tinggi. Model pemimpin seperti ini adatnya memimpin dengan hati. Di sisi lain, dia kerap muncul sebagai figur yang bijak, juga kharismatik. Tampil sebagai pemimpin yang memanifestasikan kearifan, baik dalam bertutur maupun bertindak. Ada kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Alhasil, orang yang dipimpin pun merasa seperti tidak dipimpin, meski garis komando dan koordinasi jelas. Secara alamiah, proses kepemimpinannya pun tetap berjalan pada koridor yang harmonis. Kendati struktur atasan dan bawahan tidak bisa dicomot dalam konteksnya, tapi, tetap,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saling hormat-menghormati menjadi &lt;i style=""&gt;soul&lt;/i&gt;-nya. Karena itu, sekali lagi, kearifan sejatinya merupakan spirit dasar yang melahirkan tipologi pemimpin yang inspiratif, juga melekat di hati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, sejatinya pula, kearifan bukan monopoli si pemimpin. Anak buah juga memiliki hak menjadi pribadi yang arif, individu yang bijak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap individu punya hak atas sifat-sifat yang luhur itu. Tapi, tentu, ini tak selamanya berlaku bagi semua orang. Maksudnya, hanya orang yang benar-benar mau belajar ke arah sana yang barangkali bakal mendapat pencerahan ihwal kearifan tersebut. Kalau anak buah juga memiliki spirit yang sama dengan bosnya, bukan tak mungkin, sebuah organisasi bakal berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penuh dinamika, integritas, keterbukaan, juga kebersamaan yang tulus. Laju organisasi juga tak semata-mata mengandalkan nalar dan logika, lebih dari itu, diilhami dengan nafas spiritual yang jujur dan luhur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kembali ke kisah Banoe tadi, dalam sebuah lembaga, bagian &lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt; sejatinya merupakan penopang konstruksi organisasi yang penting. Menurut Jusuf Susanto, penulis buku &lt;i&gt;Kearifan Timur&lt;/i&gt; &lt;i&gt;dalam Etos Kerja dan Seni Memimpin&lt;/i&gt;, tugas utama &lt;i&gt;human capital development&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;HCD&lt;/i&gt;)—istilah yang kini lebih populer ketimbang &lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt;—adalah memotivasi seluruh manusia yang terlibat dalam proses-proses perusahaan (lembaga maupun organisasi) dan bukan hanya para pemimpinnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berabad-abad lampau, ajaran kuno Konfusius pun telah meyakini soal hal tersebut. Intinya, dalam sebuah lembaga atau organisasi, mendorong seluruh sumber daya manusia agar menjadi lebih baik dan bernilai adalah kewajiban organisasi yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Praktiknya bisa melalui &lt;i style=""&gt;coaching, counseling&lt;/i&gt;, dan juga &lt;i style=""&gt;mentoring&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pembinaan dan pengembangan, katakanlah begitu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam bukunya itu, Jusuf Susanto yang juga pemerhati budaya dan filsafat timur ini menuliskan, “Karena itu, dari raja sampai rakyat jelata harus terus-menerus membina diri supaya bisa membedakan mana yang pokok dan ranting. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Adapun, dari pokok yang kacau tidak akan pernah dihasilkan penyelesaian yang teratur baik kare&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;na hal itu seumpama menipiskan benda yang seharusnya tebal dan menebalkan benda yang seharusnya tipis.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Melalui untaian kalimat kuno yang sarat makna itu, sebetulnya, kita ditarik pada sebuah teks yang kontekstual. Yakni, dinamika dan interkoneksi antara manusia sebagai sumber daya, pemimpin, dan organisasinya. Inti pesan kalimat yang indah itu adalah belajar, berlatih, dan terus berlatih. Nah, dalam dinamika organisasi, bagian &lt;i style=""&gt;HR&lt;/i&gt; merupakan unit kerja yang mengemban tugas memberdayakan seluruh sumber daya manusia (SDM) hingga menemukan potensinya masing-masing. Bagaimana langkahnya? Ya, dengan pelatihan dan pembelajaran yang intensif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Spirit bahwa manusia harus senantiasa mengasah dan melatih diri pun secara tersurat juga tertulis dalam sajak-sajak bernafaskan kearifan timur. Anda ingin tahu? Simak kalimat berikut, “Bunga tidak bisa dipetik dari bayangannya di kaca, rembulan tidak bisa dipungut dari pantulannya di air.” Dalam dunia kerja yang nyata, jika seseorang ingin mendapatkan kesuksesannya yang hakiki, jalan paling praktis yang bisa dilakukannya adalah menempa dan melatih diri. Tentu, idealnya, itu harus dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Tidak bisa diwakilkan kepada siapa pun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sama halnya dengan seorang pemimpin. Proses belajar harus dimulai dari dirinya sendiri, bukan orang lain, bukan pula dari para bawahannya. Dalam kisah awal tadi, seperti halnya bos baru si Banoe. Idealnya, seorang pemimpin harus paham betul proses-proses pembelajaran di organisasi yang dipimpinnya. Yang bersangkutan juga harus mau berlatih dan terus belajar. Tidak hanya &lt;i style=""&gt;subject matter&lt;/i&gt;-nya saja, tapi juga ilmu-ilmu lain yang mampu menumbuhkan &lt;i style=""&gt;spiritual capital&lt;/i&gt; dalam setiap benak SDM yang ada. Sekali lagi, itu harus dimulai dari dirinya sendiri. Dengan seperti itu, pemimpin sejatinya telah mereprentasikan keteladanan. Memberi contoh dengan sikap dan tindakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Nah, kalau hal tersebut benar-benar menjadi bagian nyata dari dinamika organisasi, bukan tidak mungkin, spirit itu akan menjalar ke level-level di bawahnya. Lalu, terus mengakar ke seluruh pegawai di unit kerja yang bersangkutan. Karena itu, mari kita merenung sejenak. Semua buku dan ceramah seperti telunjuk yang menunjuk ke rembulan. Tanpa semua itu, kita tidak akan pernah tahu di mana letaknya bulan. Tapi, kalau kita hanya sibuk memperbincangkan telunjuk, kita sendiri tidak akan pernah sampai ke bulan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pendek kata, memang harus ada upaya konkret untuk mencapai sebuah tujuan. Dan, itu harus dimulai dari kita, bukan orang lain. Dengan satu landasan yang luhur dan murni, yakni kearifan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:18;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:18;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-3803507964823786828?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/3803507964823786828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/wisdom-leader.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3803507964823786828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3803507964823786828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/wisdom-leader.html' title='The Wisdom Leader'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/Skr-CDG_0cI/AAAAAAAAABs/qqb0DvsyiK0/s72-c/Yin-Yang-2_small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-8271233951371289280</id><published>2009-07-01T12:03:00.000+07:00</published><updated>2009-07-02T17:34:51.612+07:00</updated><title type='text'>Liukan Spiritual Ala Rumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkrvFEXPqzI/AAAAAAAAABU/U3MC35w1dds/s1600-h/rumi2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkrvFEXPqzI/AAAAAAAAABU/U3MC35w1dds/s200/rumi2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353353977432877874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Whirling dervishes&lt;/i&gt; atau tarian berputar sejatinya sebuah ekspresi kecintaan manusia kepada Sang Pencipta. Lantunan &lt;i style=""&gt;asmahul husna&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;shalawat&lt;/i&gt; nabi menjadi energi batin yang mengiringi tarian itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selasa malam pukul 9.00 waktu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Ind&lt;/st1:state&gt;onesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; bagian barat (wib), pekan lalu. Sekitar 30-an &lt;st1:city st="on"&gt;oran&lt;/st1:city&gt;g berkumpul di ruang dalam di sebuah rumah khas Betawi di bilangan Bulungan, &lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Selatan. Menurut cerita, rumah itu milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kotamadya Jakarta Selatan. Selain untuk bersilaturahmi, rumah itu juga menjadi tempat singgah bagi sejumlah anak-anak jalanan di wilayah tersebut. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setengah jam berlalu. Malam pun makin larut. Udara di luar terasa dingin. Maklum, ketika itu, langit &lt;st1:city st="on"&gt;tampa&lt;/st1:city&gt;k &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gela&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;p. Mendung. Tapi, belum ada tanda-tanda hujan akan turun. Dalam ruangan yang memang dibikin redup tersebut, puluhan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g itu duduk melingkar. Beberapa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g diantaranya memegang alat musik marawis. Sementara, tiga sampai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;oran&lt;/st1:city&gt;g terlihat siap dengan busana khas Turki yang serba putih. Atasannya, kemeja dikombinasi rompi. Sementara, bawahannya, mirip rok panjang yang melebar di bawah. Di kepalanya, mereka mengenakan topi tabung---berwarna merah dan hitam---yang menjulang ke atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejenak, ruangan itu terasa hikmat lagi hening. Seorang dari mereka seperti memimpin doa bersama. Begitu khusyuk dan menyentuh kalbu. Setelah itu, lantunan kalimat syahadat pun terdengar pelan. Lantas, disambung dengan puji-pujian &lt;i style=""&gt;asmahul husna&lt;/i&gt; yang terus bertautan. Di malam yang tenang itu, puluhan orang berdzikir kepada Sang Khalik. Memuja dan memuji kebesaran-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di salah satu sudut ruangan, rampak gendang dan rebana yang membingkai irama marawis pun bertalu mengiringi perjalanan ritual tersebut. Di tengah lingkaran, dua &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g penari mulai beraksi. Berputar ke arah kiri. Bertolak dari &lt;st1:city st="on"&gt;gera&lt;/st1:city&gt;kan jarum jam yang biasanya ke &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;an. Awalnya memang pelan dengan ritme yang konstan. Tapi, seiring dengan ketukan marawis yang semakin kencang, putaran sang penari pun kian cepat. Dinamis tapi tetap dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gera&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;k yang harmonis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka berputar dan terus berputar dengan tangan &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;an menengadah ke atas. Sementara, tangan kirinya menjuntai ke bawah. Tempo-tempo, kedua tangan mereka menengadah sejajar ke atas dengan gerakan berputar yang indah. Seperti memohon pertolongan dan energi spiritual dari yang di atas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Lalu, dengan tangan turun ke bawah dan terus berputar, mereka semaikan spirit Sang Pencipta itu ke setiap hati orang-orang yang berada di sekelilingnya. Jika Anda sempat menyaksikannya, sungguh, menakjubkan pemandangan yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sufi, Seni, dan Perjalanan Spiritual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah Mevlana Celaleddin-i Rumi. Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Tanah Air&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dikenal dengan nama Maulana Jalaluddin Rumi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sosok filosof Islam yang luwes dan membumi ini lahir di &lt;st1:city st="on"&gt;Balkh&lt;/st1:city&gt; (saat ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Afghanistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;) pada 30 September 1207. Enam puluh enam tahun kemudian, tepatnya 17 Desember 1273, Rumi meninggal dan dikebumikan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Konya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang tak lain sekarang adalah Turki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejarah Islam mencatat, Rumi adalah seorang cendekia yang memiliki toleransi begitu besar (&lt;i style=""&gt;unlimitied tolerance&lt;/i&gt;) terhadap umat dan agama lain. Dengan cinta dan kasihnya, Rumi selalu mengabarkan dan menebarkan nilai-nilai positif tentang kebaikan, kedermawanan, dan kesadaran hidup yang hakiki kepada seluruh pengikutnya. Kendati Islam adalah jalan hidupnya, Rumi tak merasa segan melihat kehidupan dan spiritualitas dari cara pandang agama lain. Ia begitu bijak memandang hidup dan semesta ini. Hal itulah yang konon membuat namanya begitu harum, dihormati dan dikagumi banyak orang di muka bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nah, salah satu buah karya monumental dalam sejarah hidup seorang Rumi dan Islam adalah &lt;i style=""&gt;whirling dervishes&lt;/i&gt; atawa tarian berputar. Dalam bahasa Turki, tarian spiritual tersebut mahfum disebut &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt;. Menurut sumber sejarah, &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt; diyakini sebagai buah inspirasi Jalaluddin Rumi yang didasari oleh nilai-nilai sejarah, kepercayaan, budaya serta adat istiadat Turki. Maklum,&lt;i style=""&gt; whirling dervishes&lt;/i&gt; memang lahir dan dikembangkan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; oleh Rumi yang termahsyur itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Sema&lt;/i&gt; diyakini sebagai sebuah &lt;i style=""&gt;plesiran&lt;/i&gt; spiritual. Ia merepresentasikan perjalanan mistik manusia---pendakian spiritual---yang dilakukan melalui pikiran, hati, dan cinta untuk mencapai kesempurnaan. Ibarat petunjuk arah, &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt; menuntun (menghadapkan) manusia pada &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kenya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;taan (hidup). Menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaannya melalui cinta dan kasih. Juga, dengan menghilangkan ego dalam hati. Hingga, akhirnya, ia (manusia) menemukan kenyataan (hidup) dan tiba pada sebuah kesempurnaan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Dus&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt; pula yang kemudian mengembalikan manusia dari perjalanan spiritualnya untuk meraih kedewasaan dan kesempurnaan yang lebih haikiki. Menjadikan manusia lebih mencintai sesama. Juga, menjadikan manusia---dengan ketulusan hatinya---untuk melayani seluruh umat dan seisi bumi ini tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, ras, kelas, dan bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gerak tari yang berputar dalam &lt;i style=""&gt;whirling dervishes&lt;/i&gt; merupakan perlambang dinamis dari sebuah struktur kehidupan yang berlapis. Seperti layaknya tata surya. Dimana, antara unsur (planet) yang satu dengan unsur yang lain masing-masing berotasi. Berputar pada porosnya sendiri-sendiri. Kendati demikian, antarmereka tetap memiliki &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik yang justru merupakan unsur dari keseimbangan sistem tata surya itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibarat ilmu fisika&lt;i style=""&gt;, sema&lt;/i&gt; seperti susunan &lt;i style=""&gt;electron, proton&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=""&gt;neutron &lt;/i&gt;yang berada dalam inti atom. Masing-masing dari mereka terus berputar (bergerak dinamis) untuk mencapai sebuah kesempuranaan susunan atom yang dikehendaki. Semuanya begitu alamiah. Begitu pula dengan &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt;. Ia merupakan perputaran yang menggerakan semua unsur manusia untuk meraih sebuah kesempurnaan. Nah, hasil yang konon bisa dilihat secara kasat mata adalah menurunnya ego seseorang. Ujung-ujungnya, ia akan bersikap lebih arif kepada sesama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti halnya karya-karya seni yang lain, &lt;i style=""&gt;sema &lt;/i&gt;pun memiliki bagian-bagian yang mengandung makna filosofis yang cukup dalam. Hiasan di kepala (topi) misalnya. Ia adalah simbol &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;nis&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;an yang kelak dipakai manusia setelah mati. Pun dengan kemeja dan rok putih yang dikenakan para penari. Kain putih adalah simbol kain kafan yang nantinya bakal dibalutkan ke tubuh manusia ketika ia dikuburkan. Sementara, jubah hitam yang biasanya juga dikenakan penari, konon berarti sebagai energi negatif (&lt;i style=""&gt;black spiritual&lt;/i&gt;). Dalam dinamika &lt;i style=""&gt;whirling drvishes&lt;/i&gt;, sisi &lt;st1:city st="on"&gt;gela&lt;/st1:city&gt;p yang menempel pada hati manusia tersebut bakal ditarik oleh kedua makna dari simbol sebelumnya, batu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;nis&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;an dan kain kafan. Lalu, manusia akan dilahirkan kembali kepada kenyataan hidupnya. Dan, hidup yang hakiki adalah setelah mati. Bekalnya, hati yang bersih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gerakan awal &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt; dimana penari menahan tangannya menyilang adalah simbol dari kesaksian Tuhan Yang Maha Esa. Dialah dzat yang memulai segala sesuatunya di langit dan bumi ini. Sementara, ketika berputar, tangan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;an yang mengarah ke atas (langit) adalah pertanda si penari siap menerima energi &lt;i style=""&gt;enlightment&lt;/i&gt; (pencerahan) dari Sang Pencipta. Sedang, tangan kiri yang menjuntai ke bawah merupakan simbol penyebaran energi positif sekaligus menyerap energi negatif dari dan ke setiap hati manusia yang berada disekeliling penari. Inilah jalan spiritual Tuhan memberikan nur dan hidayah-Nya kepada setiap hati manusia dalam tari spiritual &lt;i style=""&gt;sema&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak hanya itu, rampak gendang atau tambur yang dipukul para musisi pun mengandung makna. Suara alat musik tersebut merupakan simbol dari kehendak Tuhan kepada setiap makhluk-Nya. Ketika Tuhan berkehendak, maka jadilah segala sesuatu di bumi ini. Sementara, improvisasi alat musik yang lain merupakan simbol dari nafas awal yang diberikan Tuhan kepada manusia. Ketika dalam rahim, Tuhan telah meniupkan ruh kepada bayi yang akan dilahirkan. Itu adalah awal sebuah kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ucap salam atau tabik dari para penari kepada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g-orang di sekelilingnya merupakan simbol dari sebuah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penghormatan (salam kenal) kepada jiwa-jiwa yang dahaga. Jiwa-jiwa yang merindukan kedamaian. Sebetulnya, di dalam tabik tersebut, terdapat pesan-pesan tentang kesaksian eksitensi ke-Esaan Tuhan, pengorbanan (pikiran) untuk cinta sejati,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;takdir manusia sebagai pelayan Tuhan, Al Quran, serta pelayan bagi seluruh umat di dunia ini. Praktiknya, ketika manusia kembali dari perjalanan spiritualnya—yang dilakukan melalui &lt;i style=""&gt;whirling dervishes&lt;/i&gt;---, maka, ia harus siap menjadi pengabdi bagi Tuhan-nya, Kitab-nya, juga bagi setiap mahkluk ciptaan Tuhan. Karena itu, segala doa dan puja puji yang dipanjatkan adalah untuk kebaikan dan kemuliaan jiwa-jiwa dahaga di seluruh muka bumi ini agar menjadi lebih sempurna. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-8271233951371289280?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/8271233951371289280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/liukan-spiritual-ala-rumi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8271233951371289280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/8271233951371289280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/liukan-spiritual-ala-rumi.html' title='Liukan Spiritual Ala Rumi'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkrvFEXPqzI/AAAAAAAAABU/U3MC35w1dds/s72-c/rumi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-7106350119361703144</id><published>2009-07-01T10:59:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T13:27:59.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Syik Asyik Si Klasik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkrwMdNWFbI/AAAAAAAAABc/a3eGceljRbU/s1600-h/violin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 127px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkrwMdNWFbI/AAAAAAAAABc/a3eGceljRbU/s200/violin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353355203872953778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Musik klasik diyakini mampu memberikan nutrisi yang bagus untuk keseimbangan jiwa dan tubuh manusia. Agar lebih sip menikmatinya, membekali diri dengan pengetahuan tentang si komponis berikut karya ciptaannya konon bakal bikin &lt;i&gt;classic soul-&lt;/i&gt;nya lebih &lt;i&gt;nendang&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MUSIK klasik, untuk orang awam, mungkin kedengarannya berat. Terlalu &lt;i&gt;njlimet&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;kata orang Jawa. Terlalu asing, kuno, dan tak membumi, cetus sebagian yang lain. Tak heran jika telinga banyak orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tak mudah mencernanya. Pada era modern seperti sekarang pun, musik klasik terbilang belum mendapat tempat yang layak di khasanah permusikan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Musik klasik terasa makin menjauh dari publik penikmat musik di Tanah Air ketika ia diidentikkan sebagai konsumsi kalangan mapan berskala menengah ke atas. Pakem artistik dan prosedur apresiasi yang ketat seolah hanya menempatkannya di satu kalangan, yakni kaum borjuis dengan dandanan yang selalu necis. Padahal, musik klasik sejatinya diciptakan tidak untuk mengotak-ngotakkan golongan. Belum masuknya musik klasik ke dalam kurikulum sekolah umum di negeri ini makin membuatnya tak mengkhalayak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cuma, memang, agar &lt;i&gt;soul-&lt;/i&gt;nya lebih mengena di sanubari, melumat musik klasik tidak bisa asal-asalan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tujuan dan cara sendiri untuk menikmatinya jenis musik yang diyakini mampu memberikan nutrisi yang bagus untuk keseimbangan jiwa dan tubuh manusia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Soal, berpakaian misalnya. Mengenakan busana khusus seperti jas lengkap atawa &lt;i&gt;tuxedo&lt;/i&gt;&lt;i&gt;conductor&lt;/i&gt; sekaligus Pemimpin Twilite Orchestra, tradisi berbusana seperti itu dimaksudkan untuk lebih menghormati karya sang komponis, seniman yang bermain di atas panggung, dan sesama penonton lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain untuk penghormatan, sosialisasi memang menjadi tujuan lain dari mereka yang hadir dalam sebuah konser pementasan musik klasik. Kedatangan mereka bukan sekadar untuk menyaksikan pertunjukan, melainkan juga menciptakan komunikasi dengan tujuan yang beragam. Mulai dari membincangkan bisnis, memamerkan mode busana terakhir, hingga sekadar mengobrol hal-hal yang ringan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maklum, dalam sebuah pertunjukan musik klasik dalam suatu orkes simfoni, tujuan-tujuan psikologis para pengunjungnya kerapkali muncul. Misalnya, “niatan” untuk melihat dan dilihat, &lt;i&gt;to see and to be seen. &lt;/i&gt;Semacam keinginan untuk memperhatikan dan diperhatikan antarpenonton memang tak jarang kentara sekali. Lebih-lebih bagi mereka yang sudah saling mengenal. Sekurangnya, masing-masing penonton “meminta” untuk diperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di Eropa, penonton memang lebih tampil formal dan elegan. Yang umum Anda lihat di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, penonton biasanya mengenakan jas dan gaun resmi. Tapi, di belahan bumi yang lain, seperti di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Amerika Serikat&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, dan Singapura, dandanan penikmat musik klasik terlihat lebih kasual tanpa meninggalkan kesan rapi. Malah, sebaliknya, jumlah pemirsa konser musik klasik yang memakai gaun dan jas lengkap bisa dihitung dengan jari. Ini tentu upaya penghancuran anggapan bahwa musik klasik hanya untuk kelompok tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ananda Sukarlan, pianis klasik dunia asal &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang kini tinggal di Spanyol, pun memiliki pandangan yang sama. Menurutnya, kalau ada anggapan bahwa orang yang menonton pertunjukan musik klasik mesti tampil elegan dan formal, sekarang, pandangan tersebut makin mencair. Bahkan, ketika Andy, sapaan akrab Ananda Sukarlan, kuliah di jurusan piano klasik di Belanda, kebiasaan seperti itu tidak lagi diterapkan seketat dulu. Yang pokok, kerapian penampilan tetap dijaga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimanapun, tegas Ananda, musik yang disebutnya sebagai musik sastra itu milik semua orang. Artinya, musik sastra tidak bisa lagi diperlakukan secara elitis. “Jadi, sejauh pengamatan saya, menikmati musik klasik di Eropa tidak lagi layaknya orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;high class&lt;/i&gt; yang selalu tampil trendi dengan busana &lt;i&gt;lux&lt;/i&gt;,” tutur lelaki yang kini sedang mendokumentasikan karya-karya musik piano Trisutji Kamal, pianis &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, ini membagi pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu, sekali lagi, jangan mengartikan bahwa yang tidak berbusana resmi dilarang keras menonton pertunjukan musik klasik. Lagi-lagi, jangan jadikan cara berpakaian menghalangi niat Anda menikmati musik klasik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar semuanya berjalan &lt;i&gt;smooth,&lt;/i&gt; Adie pun memberi masukan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika Anda mendatangi sebuah konser musik klasik, sebaiknya berpakaianlah yang rapi. Tidak usah berbatuk ria. Upayakan sekuat tenaga agar tidak &lt;i&gt;ngerumpi&lt;/i&gt; selama konser berlangsung. Tetap tenang dan fokus pada pertunjukan. Nah, dengan berlaku demikian saja, Anda sebenarnya sudah menghormati para seniman dan karya musik yang dimainkannya. “Dalam hal seperti ini, karya komponis itu yang sebetulnya penting untuk kita hormati,” ucap lelaki yang sering menyajikan karya-karya musik populer dalam bingkai musik klasik lewat Twilite Orchestra ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengetahui lebih dulu apa yang bakal Anda saksikan dalam pertunjukan musik klasik merupakan hal penting lain yang wajib Anda perhatikan. Maksudnya, tips ini lebih menohok pada materi konser: karya atau repertoar apa saja yang sekiranya akan dimainkan dalam sebuah pertunjukan musik klasik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Praktiknya, coba Anda kenali lebih dulu musik dan karya siapa saja yang akan dimainkan dalam konser tersebut. Bakal lebih afdol lagi kalau Anda tahu persis dari era mana karya-karya musik klasik yang akan Anda tonton. Apakah karya musik kalsik dari era Barok&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;Klasik, atau malah era Romantik. Pastikan pula Anda tahu, apakah permainan musik nanti dalam formasi ensemble, koor, atau solo. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, trik paling gampang untuk mengetahui karya apa saja yang akan dimainkan dalam konser adalah cobalah Anda cari informasi dari panitia yang menggelar konser itu. Adatnya, mereka sudah melengkapi pertunjukan dengan &lt;i&gt;booklet&lt;/i&gt; atau pamflet yang memajang sekilas info. Catatlah kira-kira nomor dan karya siapa saja yang bakal dimainkan dalam konser yang Anda datangi nanti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika Anda kurang referensi, Adie pun mengimbau menyambangi toko &lt;i&gt;CD&lt;/i&gt; yang khusus menjual komposisi musik klasik dari berbagai era itu. Berburulah untuk menambah koleksi dan referensi Anda mengenai musik klasik. Tidak ada salahnya, bukan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain cara itu, masih ada jalan yang rasanya paling gampang yang ditawarkan Adie. Meminjam koleksi kawan atau kerabat untuk didengar di rumah mungkin akan membantu Anda lebih menyelami nomor-nomor musik klasik yang bakal Anda saksikan dalam pertunjukan. “Tujuan dari itu semua adalah untuk lebih mengenali dan mengakrabi karya-karya musik klasik yang bakal disajikan dalam konser,” tandas suami penyanyi musik pop Memes ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan mendengarkannya berulang kali, dijamin, Anda tidak bakal merasa asing dengan musik yang akan Anda nikmati dalam konser nanti. Akan lebih komplet lagi gregetnya kalau Anda berkenan mencari tahu latar belakang komponisnya, cerita di balik karya yang dimainkan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan proses penciptaan karya musik klasik tersebut. Misalnya, hal apa saja yang terjadi saat Vivaldi menciptakan “&lt;i&gt;Spring&lt;/i&gt;” dan Johan Sebastian Bach menggubah “&lt;i&gt;Brandenburg Concerto&lt;/i&gt;” pada era Barok. Lalu, pencarian seperti apa yang dilakukan Debbusy pada masa Ekspresionis Romantik saat menuangkan nada-nadanya dalam “&lt;i&gt;Clair de Lune&lt;/i&gt;” dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk urusan proses kreatif itu, internet bisa jadi semacam ensiklopedi yang bisa Anda andalkan. Alhasil, serentetan hal ikhwal tadi—setidaknya—bakal menjadi bingkai yang indah untuk turut membantu Anda mencapai puncak kenikmatan dalam mendengarkan sekaligus menyaksikan konser musik klasik. Pada kondisi seperti itu, Anda bakal mendapatkan level kenikmatan apresiasi yang lebih tinggi ketimbang Anda tidak melakukan persiapan apa pun atau datang hanya dengan kepala yang kosong. Dengan persiapan yang lebih matang, &lt;i&gt;classic&lt;/i&gt; &lt;i&gt;soul&lt;/i&gt;-nya memang bakal lebih &lt;i&gt;nendang&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Andy malah menawarkan cara pandang yang terbilang simpel dalam menikmati musik klasik. Kalau boleh jujur, sebetulnya, masyarakat kita banyak yang tidak tahu apa itu musik klasik. Banyak orang bilang, mereka tidak mengerti musik klasik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Musik klasik atau musik sastra memang tidak perlu dimengerti. Seperti halnya Anda tidak &lt;i&gt;ngeh &lt;/i&gt;apa itu spageti, tapi Anda menikmatinya betul. Musik klasik juga demikian. Simpulannya, nikmati saja musik klasik itu apa adanya dengan penuh kejujuran. “Musik sastra jangan dibikin &lt;i&gt;complicated&lt;/i&gt;. Menikmatinya juga harus jujur. Kalau memang tidak betah menikmati, tidak usah diteruskan,” ujar pianis klasik yang sedang terlibat tur musik dunia, &lt;i&gt;Parallelo,&lt;/i&gt; ini terus terang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Andy, karya seni apa pun yang betul-betul karya seni, muatan atau pesannya bakal selalu komunikatif bagi siapa saja yang menikmatinya. Yang kadang menjadi masalah adalah seberapa tinggi derajat komunikatifnya. Karya seni, termasuk musik klasik, lahir untuk meningkatkan derajat komunikatif itu ke tingkatan bahasa dunia yang bisa diterima siapa pun, kapan pun, dan di mana pun peradaban manusia berada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 9pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Praktisnya, orang Barat tidak mudah menerima mentah-mentah musik gamelan Jawa atau &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;. Tapi, melalui musik klasik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang terinspirasi gamelan, mereka bisa menerimanya. “Nah, di sinilah letak komunikatifnya musik sastra,” cetus musisi penggemar film &lt;i&gt;Godfather&lt;/i&gt; ini antusias. Jadi, kemasan yang memublik bisa menjadi salah satu jalan termudah mencairkan kekentalan musik klasik.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-7106350119361703144?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/7106350119361703144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/makin-asyik-dengan-musik-klasik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7106350119361703144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/7106350119361703144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/makin-asyik-dengan-musik-klasik.html' title='Syik Asyik Si Klasik'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkrwMdNWFbI/AAAAAAAAABc/a3eGceljRbU/s72-c/violin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-2669418615416012663</id><published>2009-07-01T10:45:00.000+07:00</published><updated>2009-07-02T17:35:56.840+07:00</updated><title type='text'>Tekan Bujet, Tekan Dompet?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SktFwYTfErI/AAAAAAAAACc/zH09dvlT4n0/s1600-h/wallet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 201px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SktFwYTfErI/AAAAAAAAACc/zH09dvlT4n0/s200/wallet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353449279520182962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa waktu lalu, seorang bankir yang cukup senior berujar, kalau Anda &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;punya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;banyak u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ang, sekarang waktunya belanja. &lt;i style=""&gt;Nah, loh&lt;/i&gt;! Bukannya kita sekarang tengah dilanda krisis global? Be&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;nar, krisis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;gl&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ob&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;al&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; memang sedang merangsek ke hampir semua negara. Termasuk republik tercinta. Cuma, bobot dan intensitasnya yang berbeda. Efek samping krisis---seperti pengurangan ekspansi, produksi, pemutusan hubungan kerja, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hingga penutupan perusahaan (likuidasi)---pun belakangan semakin santer terdengar. Media massa gencar memberitakannya kepada khalayak ramai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pelan tapi pasti, efeknya bakal terasa di sini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Betul, sekarang ini, hampir semua negara mengalami krisis. Tapi, menurut bankir tersebut, konsumsi dan kegiatan belanja harus tetap berjalan. Dengan begitu, &lt;i style=""&gt;sales&lt;/i&gt; industri barang dan jasa tidak bakal merosot tajam, minimal linierlah. Produksi juga tidak akan menurun. Karyawan dan buruh pabrik pun tidak bakal banyak yang menganggur. Dengan demikian, harapannya, roda ekonomi &lt;i style=""&gt;ajeg&lt;/i&gt; berjalan seperti biasanya. Tapi, apa benar begitu? Di lapangan, kenyataan bisa saja berbeda, &lt;i style=""&gt;wallahu’alam&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, banyak kalangan berpendapat, melakukan penghematan di saat krisis dipercaya sebagai langkah yang paling tepat. Istilah sekarang efisiensi. Berbagai lembaga negara dan lembaga bisnis di negeri ini pun cukup banyak yang mengambil langkah tersebut. Bahkan, sebelum krisis global menghampiri, pemangku otoritas perbankan di Tanah Air, Bank Indonesia (BI), pun sudah mengobarkan spirit efisiensi. Disamping efisiensi di &lt;i style=""&gt;business process&lt;/i&gt;, semangat berhemat juga dilakukan lembaga ini dari sisi bujetnya. Alhasil, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;segala bentuk aktivitas yang dinilai membikin cekak dompet, bakal dipangkas habis. Tahun ini, spirit efisiensi itu benar-benar akan diwujudkan, di segala bidang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Boleh dibilang, BI sudah memberi tauladan yang bijak kepada industri perbankan dan segenap &lt;i style=""&gt;stakeholders-&lt;/i&gt;nya. Berhemat dan efisiensi. Lantas, apa industri perbankan dan para bankir juga perlu menempuh hal yang sama? Tanpa mengurangi rasa hormat, tentu saja, berhemat di saat krisis memang penting untuk dipertimbangkan. Kendati harga BBM sudah diumumkan turun dan diasumsikan bakal diikuti dengan penurunan harga-harga yang lain, tapi tetap, menentukan prioritas kebutuhan harus menjadi hal yang didahulukan sebelum mengambil tindakan. &lt;i style=""&gt;Yah&lt;/i&gt;, kalau memang tidak perlu-perlu amat, ada baiknya, tidak usah dipaksakan. Sejatinya, itu hal yang lumrah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi, jangan salah, bankir juga manusia. Punya hasrat dan niat membelanjakan fulusnya untuk berbagai barang dan kebutuhan lainnya. Namun, di sisi yang lain, bankir juga kerap dinilai banyak kalangan sebagai pihak yang idealnya tahu apa yang semestinya dilakukan di saat krisis. Maklum, informasi tentang bisnis perbankan dan keuangan---seperti halnya suku bunga, pasar uang, pasar modal, investasi, inflasi, dan sebagainya---umumnya ada di genggaman mereka. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, setidaknya, dengan informasi tersebut, bankir tentu lebih mampu merumuskan prioritas kebutuhannya ketimbang pihak yang lain. Mana yang dibutuhkan dan mana yang diperlukan, kalkulasinya tentu sudah ada. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tinggal, bagaimana praktiknya di lapangan. Memang, mengerem budaya &lt;i style=""&gt;shopping&lt;/i&gt; gampang-gampang susah. Tren dan mode gaya hidup---mulai dari &lt;i style=""&gt;fashion, handphone&lt;/i&gt;, mobil, properti, leasure, wisata, dan sebagainya---senantiasa berganti dari waktu ke waktu. Di titik inilah mahfumnya, konsumsi membengkak hanya sekadar untuk memenuhi tuntutan mode dan gaya hidup paling mutakhir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai golongan ekonomi menengah atas, bankir tentu lekat dengan hal ihwal itu. Namun, meski begitu, bankir juga perlu bersikap bijak. Termasuk, menerapkan gaya hidup hemat. Juga, cermat dalam memilah-milah kebutuhan. Tetap prihatin di saat susah dan tetap sabar di tengah kegembiraan merupakan sikap yang mulia. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, seperti halnya BI, bankir pasti juga ingin memberi tauladan yang bijak kepada semua pihak di sekitarnya. Tentu saja, dengan sikap hemat juga cermat di saat krisis.&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-2669418615416012663?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/2669418615416012663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/tekan-bujet-tekan-dompet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2669418615416012663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/2669418615416012663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/tekan-bujet-tekan-dompet.html' title='Tekan Bujet, Tekan Dompet?'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SktFwYTfErI/AAAAAAAAACc/zH09dvlT4n0/s72-c/wallet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4788657624919673072.post-3800752253641978422</id><published>2009-07-01T01:38:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T11:31:49.904+07:00</updated><title type='text'>Lahir dan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;awalnya menangis&lt;br /&gt;membuncah sunyi dan ketegangan&lt;br /&gt;lalu, derai air mata mengalir dari pelupuk mata, haru&lt;br /&gt;nafas yang lalu lalang terus mengisi ruang dan makna&lt;br /&gt;menumbuhkan impian dan harapan&lt;br /&gt;hari ini, juga, esok !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkpcyDWe1UI/AAAAAAAAABE/7HHR6UkCzWk/s1600-h/sgbzona-small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 186px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkpcyDWe1UI/AAAAAAAAABE/7HHR6UkCzWk/s200/sgbzona-small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353193122046072130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4788657624919673072-3800752253641978422?l=bacamatahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bacamatahati.blogspot.com/feeds/3800752253641978422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/lahir-dan-hidup.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3800752253641978422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4788657624919673072/posts/default/3800752253641978422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bacamatahati.blogspot.com/2009/06/lahir-dan-hidup.html' title='Lahir dan Hidup'/><author><name>tee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134587110292319208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-6Mi1BVZirJM/TvixTgQml5I/AAAAAAAAAI0/RyNoOdNUZkM/s220/colorado-rapids-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8tQyeaByQ2k/SkpcyDWe1UI/AAAAAAAAABE/7HHR6UkCzWk/s72-c/sgbzona-small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
